GAERAH CINTA

GAERAH CINTA
5. Makan Malam


__ADS_3

Aya berlari kecil ke arah pintu keluar, mengejar Vier sebelum dia masuk kedalam mobil yang akan mengantar nya ke kantor " Vier semalam mama kasih kabar, nanti malam akan ada acara makan malam bersama dirumah mama, coba kamu buka pesan yang mama kirim semalam."


Tanya aya lagi "aku menunggu mu dirumah untuk berangkat bersama atau dari kantor kamu akan langsung kerumah mama Vier."


"Bertemu saja dirumah mama." jawab Vier singkat tanpa melihat ke arah Aya saat itu.


"Baiklah ... aku akan kerumah mama lebih awal, supaya aku juga bisa bantu-bantu mama kalo begitu. hati-hati lah dijalan." ucap Aya tidak lupa dengan menampilkan senyuman manis lesung nya.


"Terserah kamu, ga penting buat ku. Bisanya cuma cari muka." sinis vier


''Malas banget kalo harus barengan sama dia, mana udah cape kerja, pulang bukan nya liat yang seger, nyenengin hati, ini malah mesti liat yang bikin empet aja.'' Decak Vier sambil melajukan mobil menuju kantor.


***


Aya benar-benar tiba dirumah mama lebih awal, bahkan bisa dikatakan terlalu awal sekali. Karna siang hari Aya sudah terlihat didepan pintu rumah mama Irene.


Ting dong Ting dong


Pintu dibuka oleh seorang ART dirumah mama. terdengar dari dalam mama bertanya " ada tamu siapa bi ati "


Tapi Aya justru yang menjawab "ini Aya ma". Aya berjalan mendekati mama dan memeluk mama Irene.


"Loh kok udah sampai aja dirumah mama, acaranya kan nanti malam sayang. Vier Mana , kamu ga bareng sama vier." menyisakan banyak pertanyaan dibenak mama, sambil memeluk dengan erat menantu nya tersebut.


"Vier menyusul ma, dia akan berangkat dari kantor langsung kemari. Banyak yang harus Vier kerjakan sepertinya ma." tanpa berniat mengadukan sikap Vier terhadap nya dan menjawab pertanyaan mama tanpa diminta.


"ooh begitu, ya udah ayo masuk sayang." ajak mama irene.


Aya ikut sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk acara makan malam nanti.


dari penataan piring gelas, dekorasi, sampai dengan makanan yang akan disajikan.


Tanpa terasa waktu berjalan hari semakin sore. setelah Aya memastikan semua siap, Aya meminta ijin mama irene untuk berbenah diri dan istirahat sebentar sebelum acara dimulai.


***


Aya menuju kamar Vier yang terdapat dirumah mama irene, rumah yang ditempati semasa kecil hingga remaja. Tanpa menunda dia masuk ke kamar mandi yang ada dikamar Vier.


Sejenak Aya memperhatikan seluruh isi kamar suaminya itu, tapi tanpa berani Aya menyentuh apapun yang ada di dalam kamar tersebut. Dan yang pasti belum tertarik saja Aya dengan kesemuaannya yang ada, baik barang maupun kisah yang ada didalam kamar itu.


Rencana memang hanya mengistirahatkan tubuhnya dengan cara ingin sekali Aya berendam didalam bathtub yang ada didalam kamar mandi, dan menghilangkan rasa lelahnya.


Kram air di bathtub pun dinyalakan, kemudian memastikan air hangatnya pun pas. sambil menunggu terisi penuh tidak lupa menuangkan sabun kedalamnya.


Aya mulai membuka satu persatu pakaian yang dikenakan sampai tidak ada satupun yang menempel ditubuhnya, terlihat tubuh putih mulus dari Aya.


Kaki Aya mulai dimasukkan ke dalam bathtub, kemudian Aya berbaring didalamnya. ' aaahh...enak sekali rasanya, akhirnya bisa berendam dan dimanjakan air hangat dan busa-busa dari sabun yang ku tuang tadi, dan aromanya.....eeeemmm bikin bergairah aku saja.'


Irama musik dari ponsel nya pun terdengar tepat memutarkan lagu A THOUSAND YEAR dari Christina Perri, menambah suasana menenangkan buat nya.

__ADS_1


Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave


How can I love when I'm afraid to fall


But watching you stand alone


All of my doubt, suddenly goes away somehow


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


Time stands still


Beauty in all she is


I will be brave


What's standing in front of me


Every breath, every hour has come to this


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a…


Entah udah berapa lagu yang diputar yang Aya dengarkan selam berendam. Merasa sudah cukup lama, dan lelahnya pun sudah berkurang. Aya membilas tubuhnya yang dipenuhi busa, ketika hendak mengambil handuk,...tiba-tiba pintu kamar mandi dibuka, Vier masuk melihat Aya Tanpa sehelai kain pun.


"aawh" teriak Aya masih terkejut bukan cepat-cepat mengambil handuknya justru hanya terdiam mematung.


"kamu sengaja memamerkan tubuhmu pada ku hah, cepatlah kenakan handukmu,keluarlah aku mau mandi" Vier sedikit membentak guna menutupi keterkejutannya dan kecanggungan nya. bagaimanapun Vier tetap pria normal.

__ADS_1


Sadar akan keterkejutannya Aya membelakangi Vier dan berjongkok, dan dengan gusar. " Keluarlah lebih dulu, biar aku selesaikan untuk bilas, ckh."


Vier pun masuk kamar mandi dengan buru-buru setalah Aya keluar.


"hhhfff" desah vier


'itu cewe gila ya....,bikin dedekku bangun aja. main pake kamar mandi ga kunci segala, ga tau diri. ahhhh...ga kuat aku menahannya, aku mainkan sendiri saja kalo begini. Terlalu sakit kalo harus ku tahan.' vier pun melakukan pelepasannya sendiri, bermain dengan aset pribadinya yang meronta-ronta karna kejadian tak terduga.


terlalu gengsi untuk Vier meminta untuk Aya melayaninya, secara dia tau , belum ada cinta dalam dirinya. Vier juga tidak mau dianggap egois, dan kejam dalam hal ini. 'untung saja aku masih punya kesadaran, kalo gak aku makan habis tuh cewe. Gak salah kan aku, udah sah juga,,hhhhhhhhhh. Tapi maaf-maaf kata ya, aku gak akan mau lakukan itu sama dia. Apalagi punya anak dari dia. Keenakan di dia ' batin vier


**


Saudara-saudara sudah hampir datang semua. Aya dan Vier pun menuruni tangga untuk mulai bergabung dengan mereka. Memberikan selamat pada pengantin baru, bahkan sampai pujian-pujian buat Vier Dan Aya sepanjang obrolan yang datang malam itu. sampai waktu acara makan malam akan dimulai, semua sudah berkumpul diruang makan, dan duduk. dari arah pintu terdengar suara bel berbunyi, mama irene yang hendak berdiri guna melihat siapa yang datang, langsung di cegah oleh Vier.


" biar aku saja ma, itu teman-temanku, Bobi dan Andre, ga papa kan ma mereka aku undang." sambil Vier melangkah keluar hendak menyambut teman-temannya itu, mengajak langsung menuju bangku yang masih kosong.


*


Selesai acara makan, semua sibuk dengan obrolan dan kegiatan masing-masing. Vier, bobi, dan Andre pun memilih ruang baca yang ada dirumah mama irene itu untuk ngobrol. Dan tanpa mereka sadari ada yang mendengar obrolan mereka.


"Vier,,,sampai kapan kamu terus akan saling bertemu dengan Lana seperti itu. apa kau pikir istri mu tidak akan tau." Bobi mengingatkan pada Vier


" Aku tak lakukan apapun hanya bertemu, itupun saat kita lari pagi, dan aku hanya ngobrol dengan nya." sanggah Vier


"Tapi kamu lakukan dengan sengaja, alasan mu lari pagi, padahal memang ingin berdua dengan nya" Andre mengingatkan kelakuan Vier


"heeeyyy sudah lah, aku rasa aku tidak melakukan dosa dan kesalahan besar dengan yang aku lakukan." teriak Vier


"Bagaimana kalo istrimu juga sampai tau, rumah yang kamu tinggali sekarang satu komplek dengan nya, yang sengaja kau beli." Bobi menatap vier, ingin dengar jawaban nya.


"Lana datang di hidupku terlebih dahulu, aku beli rumah pun jauh sebelum pernikahanku yang bahkan tidak aku rencanakan. wanita itu lah yang harus sadar posisi nya.Tak semudah itu menggeser posisi yang sudah ada sebelumnya." kesal veir


Aya yang berencana ingin masuk menyuguhkan minuman lemon tea Dan cemilan untuk Vier Dan teman-teman, malah tertegun diam.


Sadar keadaan Aya, entah apa yang ada dipikirannya , dan perasaan apa yang dirasa saat ini, tidak mengurungkan niatnya.


Justru Aya membenahi postur tubuh, membuat nyaman dirinya, sikapnya dibuat agar nampak biasa saja, dia memantapkan hati untuk mengetuk pintu, membuka dan menyuguhkan yang sudah disiapkan ditangannya itu.


Tidak lupa Aya tetap menampakkan senyuman kecilnya yang tak tau apa artinya. Hanya Aya seorang yang memahami semua nya itu.


.


.


.


.


Aya mengucapkan terima kasih buat dukungan like nya dari para Reader. dan itu sungguh menguatkannya ^_°

__ADS_1


__ADS_2