GAERAH CINTA

GAERAH CINTA
22. Sudah Berani


__ADS_3

*_^ Happy Reading ^_*


_______________________


Satu bulan setelah keluar dari rumah sakit , dan semenjak malam pertama bagi mereka, selama itu pula dua orang ini semakin dekat dalam hubungan sebagai suami istri.


Komunikasi antara sepasang insan ini jauh lebih banyak terjadi. Dan entah sudah berapa banyak mereka melakukan hubungan intim, saling melepaskan hasrat dan gaerah mereka.


"Aya hei , kamu serius sekali sampai tak lihat aku datang" Aya yang sedang asik berada di dapur nya mengalihkan pandangannya, tersenyum manis


"aah maaf, sudah rapi rupanya suamiku, sini biar aku pakaikan dasimu." meraih dasi dari tangan Vier dan memakaikan dasi itu pada Vier


"sudah ..... sekarang ayo makan, ini sarapanmu, enjoy" kata Aya penuh semangat


Sembari mengunyah Vier menatap aya seperti ada yang ingin dia sampaikan dan menunggu moment yang tepat untuknya.


Aya yang menyadari ditatap suaminya intens ayapun salah tingkah juga sekalipun sudah cukup lama hidup dengan Vier.


"Ada yang ingin kau katakan, jangan menatap ku seperti itu, bikin aku takut." protes Aya

__ADS_1


"Aku ada proyek baru sedang ku kerjakan dan itu diluar kota ,sepertinya aku harus menginap beberapa hari di sana." tanpa menjelaskan keseluruhannya yang membuat Vier galau sebenarnya.


Dalam proyek barunya ini ternyata melibatkan lana. Hati Vier kembali diuji dengan ada nya proyek baru nya tersebut.


Untuk saat ini Vier belum ingin menceritakan hal ini pada Aya, tak ingin menyakiti aya. lebih lagi dia yang sudah mengambil keperawanan istrinya. Tidak salah karna hak Vier sebagai suami tatapi itu jika hati Vier hanya untuk satu aya, sedangkan ini.,! lagi-lagi hati Vier, entah apa yang dia rasakan. satu sisi hatinya sakit mengingat peristiwa satu bulan yang lalu, satu sisi masih ada rasa rindu dia pada Lana.


Ada rasa bersalah juga terhadap Aya, tak ingin dianggap seorang yang egois , lelaki brengsek yang mempermainkan wanitanya, bukan tepatnya adalah istrinya.


"Berapa lama memang kamu pergi?" tanya aya


"Satu Minggu kalo bisa cepat diselesaikan, karna ini proyek baru, banyak yang harus aku kerjakan disana." jawab Vier


"emm" Vier menjawab sambil mengangkat bahunya, tanpa berani menatap Aya.


"Berangkat kapan ER, aku akan siapkan keperluan mu selama disana."


"Kau tidak akan nakal kan disana" entah keberanian dari mana akhirnya Aya mengutarakan isi hatinya. Vier mengangkat alis matanya menatap Aya.


"Apalagi kamu menginap di hotel, pasti banyak yang menggoda mu disana. Belum lagi rekan bisnismu pasti ada wanita cantik nya kan." cletuk Aya

__ADS_1


deg


deg


'Apa Aya tau tentang proyeknya, tapi tidak mungkin dari mana dia tau, kenapa dia bilang rekan bisnis...ah sudah lah paling juga kebetulan saja. Dan apa ini maksdnya , apa dia mulai posesif atau hanya cemburu pada ku. apa sudah begitu banyak aku memberikan kebaikan hatiku pada nya sampai Aya berani seperti itu padaku' pergulatan terjadi dalam batin vier


"Hahahahaha.wah wah wah sudah berani kamu berkata begitu padaku. sudah jadi nyonya Vier Sekarang." bercanda ala Vier yang selalu bikin sakit hati ,telinga Aya sebenarnya.


"ck. udah dari berapa bulan pastinya aku jadi nyonya vier....puas" kesal Aya meninggal Vier di meja makan


.


.


.


.


Trimakasih sudah membaca novel ku. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya dengan like juga komen. terlebih memberi vote...aww aku suka. cu *_^

__ADS_1


__ADS_2