Gairah Cinta Duda Tampan

Gairah Cinta Duda Tampan
Mencari Dea lewat Sosmed


__ADS_3

Dea akhirnya makan bekal itu di mobil Panca yang terbuka, sedang Abraham berjongkok menunggu kekasih tercintanya. Setelah selesai makan Dea kembali ke pinggir pantai, Riri dan Abraham mengekori dari belakang.


    Dea mundur dan membuat langkahnya sejajar dengan Abraham, tangan mungilnya memeluk lengan kekar milik kekasihnya itu. Abraham mengelus kepala Dea dengan perasaan cinta.


    "Ri, maaf tadi ngrepoti," Dea berkata dengan perasaan tidak enak, Riri hanya tersenyum dan, "ga papa, santai aja. Kami sengaja nyiapin itu buat temen-temen juga," Riri mencoba tersenyum walau sedikit perih mengingat permintaan Panca sang kekasih.


    Flashback aktif.


    Setelah Panca menerima telepon dari Abraham kekasih Dea, yang berencana mengajak mereka ke pantai untuk menyenangkan hati wanita itu, dia menghampiri Riri yang sedang bersantai dan bermain ponsel.


    "Ri, kita besok kita liburan yuk, tadi si bule ngajain. Kamu sekalian bisa masak yang banyak ga? Biasanya Dea itu mudah laper," kata Panca kemarin. Seperti tidak merasa melihat pemandangan wanita lain, pikir Riri.


  Namun Riri menepis firasat yang buruk tentang Dea, meski baru mengenal wanita itu, Riri yakin Dea adalah baik. Mungkin kesalahan terburuknya adalah berselingkuh, dan mungkin itu bisa membalas sakit hati yang suami Dea berikan.


      "Bisa," jawab Riri yang membuat senyum di bibir Panca terlihat.


      "Mau di masakin apa? Kamu juga mau di masakin apa?" tanya Riri, Panca segera berjongkok dan memeluk Riri kekasihnya.


      "Terima kasih, aku janji tidak akan selingkuh dari kamu. Kamu terlalu sempurna untukku, aku hanya mencintai Dea sebagai sahabat," Panca mengecup kening Riri agak lama.


    "Dan dia butuh refresing untuk menghilangkan penatnya, tahu sendiri'kan beberapa bulan ini dia menghadapi masalah dengan suami dan juga istri kedua Rama?" Riri hanya mengangguk dan mempercayai Panca yang berusaha menyembunyikan rasa lain pada Dea.

__ADS_1


    "Lagian mana mau'kan Dea mau punya suami bodoh dan aneh kaya aku," ucap Panca sambil tertawa dan menghantukkan kepalanya di paha Riri


  "Hanya kamu yang bisa ngadepi sikap anehku, makasih sayang. Pegang kata-kataku, aku hanya bersahabat dengan Dea," Riri hanya mengangguk dan berusaha berharap dalam hati, 'semoga hanya aku' gumam Riri dalam hati.


    Flashback off.


    "Habis ini mau kemana?" Abra bertanya dan Dea tampak berfikir, saat ini mereka duduk di bibir pantai, "semakin siang semakin rame ya?" Dea kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Abraham, matanya terpejam menikmati angin pantai yang semilir.


    "I love you, De," Abraham berbisik dan mengecup pucuk kepala Dea, "Love you too, Abra," bisik Dea juga, kemudian mereka tertawa.


  Setelah puas berjalan jalan ke berbagai pantai di Jogja, kini Dea dan grombolan istirahat di sebuah hotel di kota itu. Mereka berencana akan ke Solo besok siang hari, tapi setelah membeli cinderamata dan oleh-oleh dari kota tersebut tentunya.


      Laras dan Alex satu kamar karena mereka suami istri, dan kamar mereka bersisihan dengan kamar Dea, mereka takut jika sewaktu Lea bangun dan menangis mencari Laras, sang mama dan dengan begitu mereka mudah mengantar anak itu ke ibunya.


      Abraham mengungkapkan wajah Dea yang sedang memeluk tubuh mungil Lea, mengecup pipi gembul itu.


    "Apa kau tidak bosan mencium Lea terus?" pertanyaan yang terdengar ada nada cemburu, Dea mengulas senyum pada Abraham lalu berkata, "seandainya aku punya anak apa akan selucu dan seimut dia?" lagi Dea mengecup pipi gembul Lea, membuat anak itu mengeliat karena terganggu.


    "Mungkin lebih lucu dari Lea," jawab Abraham masih menatap Dea, "apalagi anak itu perpaduan antara kita," sambung Abraham sambil menaik turunkan alisnya membuat Dea mencebikkan bibir tipisnya, jika tidak ada Lea pasti Abraham akan tertawa terbahak tingkah melihat dan wajah menggemaskan dari wanita yang dicintainya.


    "Bagaimana aku bisa punya anak, mungkin saja aku mandul. Buktinya selama dua tahun menikah dengan mas Rama, aku tidak juga hamil, hingga akhirnya dia menikah lagi," suara Dea terdengar sendu, Abraham berdiri kemudian berjalan kearah Dea dan duduk di belakang Dea, mengusap pelan kepala wanita yang dia cinta.

__ADS_1


      "Mungkin Tuhan ingin aku yang menjadi ayah dari anak-anakmu," Abraham mencoba menghibur kekasihnya, diberinya kecupan bertubi-tubi kepala wanita kesayangannya,   "Jangan menangis, menganggu Lea, nanti dia bangun," Abraham ikut merebahkan tubuhnya di belakang Dea dan memeluk wanita itu dari belakang, membenamkan wajahnya pada ceruk leher dan menghargai wanita tercintanya.


****


    Di saat Dea dan Abraham beserta teman-temannya liburan, rumah kediaman tuan Roy, papa dari Rama memanas. Mama Abhel sering menangis karena tidur sang suami, tuan Roy memilih tidur di kamar sebelah, bersama istri keduanya.


    Pagi tadi mama Abhel mencoba melayani sang suami, tuan Roy, namun dengan lembut tuan Roy menolak dan berkata "biar istri saya yang lain yang melayaniku, kamu istirahat saja," geram rasanya di lakukan seperti itu.


    Sepulang dari kantor pun yang pertama kali dia cinta adalah istri keduanya, padahal dia yang menyambut. Hanya menangis, menangis dan lakukan meratapi kehidupan barunya yang saat ini mama Abhel.


    Sedang di kamar tamu tempat Rama dan Raya istri keduanya sama saja, Rama yang cuek dan Raya yang sering mencari perhatian. Seakan-akan tidak ada keharmonisan lagi di rumah ini.


      Walau Rama dan Raya tidur sekamar dan satu ranjang, Rama tidak akan menyentuh Raya jika dia benar-benar menginginkan, itu yang dia rasakan setelah Dea mengetahui pernikahan keduanya.


    Perasaan pada Dea, wanita yang dia cinta masih mendominasi. Rama sering mengecek akun media sosial Dea, berharap istri pertama kali memposting sesuatu sehingga dia tahu keberadaan dan keadaan wanita itu baik-baik saja.


      Namun harapan tinggal harapan, Dea tidak memposting apapun, nama ponselnya pun tidak aktif. Saat Rama membuka media sosial milik Laras, sahabat Dea, di sana tertulis keterangan "LIBURAN YEEAAYYY" yang terdapat foto Laras serta anak dan Alex sang suami, kemudian beralih ke media sosial Panca, di sana juga mengunggah foto pria itu dengan kekasihnya bercaption "HANYA KAMU " dan akun bernama Riri Safitri. Rama mencebik membaca teks sahabat Dea itu, Rama tahu sebenarnya Panca juga menaruh hati pada istrinya.


      Beralih ke akun Sila, kembaran Panca. Dia memposting gambar dirinya dan kekasihnya yang cemberut dengan teks "BERLIBUR MENGHIBUR YANG BUTUH HIBURAN, SEMANGAT SAYANGKU," tanpa meng-tak akun siapa-siapa.


   

__ADS_1


__ADS_2