Gairah Cinta Duda Tampan

Gairah Cinta Duda Tampan
Akhirnya Aku Menemukanmu!


__ADS_3

"Sayang aku merindukan mu, pulang'lah," lirih Rama yang menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, sampai saat ini Rama masih bingung kemana dan dari mana Dea, istri pertamanya bisa kabur? Melalui pintu mana?


***


    Waktu berlalu begitu cepat, hari ini hari Sabtu. Rama tidak pergi ke kantor, dia memilih bersantai di rumah, sedang Raya memilih pergi bersama teman-temannya. Saat ini Rama dan Raya masih menginap di rumah sang mama.


    Sebenarnya Raya sudah merajuk dan membujuk Rama agar mereka kembali kerumah mereka saja, namun Rama menolak dengan alasan tante Vani seakan semakin merajalela jika mereka meninggalkan rumah ini.


    Rama juga ingin menjaga sang mama selama sang adik belum pulang dari belajarnya di kota Jogja. Walau tidak ada pertengkaran atau adu mulut namun perbuatan dan tingkahnya selalu membuat mama Abhel naik darah.


    Hari ini tante Vani sudah meminta izin Tuan Roy untuk mengundang teman-temannya kerumah, biasa arisan ibu-ibu. Mama Abhel yang mengetahui sangat geram, dia merasa ini rumahnya dia tidak suka wanita itu berbuat sesukanya.


      Ting, ponsel Rama berbunyi, segera Rama mengambil dan membuka pesan itu siapa tahu penting.


    (Kak Rama, kak Dea lagi liburan di Jogja ya? Kok ngga mampir kekost Rani?) pesan dari Rani adik kandung Rama.


      Rama mengernyit, (Dea di Jogja? Kapan? Sama siapa saja?) ketik balasan dari Rama, masih centang abu-abu, Rama berdiri dan mondar mandir gelisah.


  (Kemarin udah dua atau tiga harian, Rani lupa kak) masih ada tulisan mengetik.


    (Banyak, sama teman-teman kak Dea yang sering main sama kak Dea itu lho) balasan dari Rani, Rama mengetuk-ngetukkan jari telunjuk di keningnya.


      Rama segera mengambil laptop dan membukanya tanpa membalas pesan dari sang adik, tangannya lincah menari mencari akun sang istri, senyumnya mengembang kala mendapati istrinya mengupload gambar dirinya sedang di bawah air pancur dengan caption, "AIRNYA DINGIN KAYA HUBUNGAN KITA".

__ADS_1


    Di sana wanita-nya nampak murung, ada beberapa foto yang dia unggah salah satunya sedang bergandengan dengan Dendi, sahabat Dea yang dia masih beristri. Rama menendang dan memukul udara, tidak terima istrinya di sentuh pria lain.


      Nama Laras meng-tak akun Dea dengan gambar, Dea sedang mengendong dan mencium gemas pipi gadis kecil dengan caption " BAHAGIA SELALU TANTE, WE LOVE YOU" di sertai emot love tiga berjajar.


      "Huh, ternyata kamu selama ini liburan bersama mereka," Rama terkekeh, jemarinya mengusap foto Dea yang sedang mencium anak Laras, lagi Rama berselanjar di media sosial sang istri mencari informasi keberadaannya sekarang namun tidak ada pembaharuan.


    Rama beralih ke akun Laras, baru saja ada pembaruan status, ada foto Dea, Laras dan anaknya, foto si kembar berbeda kelamin dengan pasangan masing-masing, Alex suami Laras dan Dendi di belakang Dea di sebuah pantai Bali.


      "Aku menemukanmu, Sayang," desis Rama menyeringai, diraihnya ponsel miliknya yang tadi dia letakkan di meja, menghubungi seseorang.


    "Pesankan aku tiket ke Bali, SEKARANG!" perintah Rama pada asisten pribadinya, lalu sambungan itu di putus Rama seketika.


Setelah menelpon asisten pribadinya, Rama bersiap-siap, pria itu mandi lagi dan mengenakan kemeja berwarna biru muda di padukan celana jeans, kemeja warna itu adalah warna kesukaan istri tercintanya. Bibirnya sedari tadi melengkung sempurna, sesekali bibirnya yang tebal menggumamkan nama istri pertamanya, Dea, Dea dan hanya Dea.


    Ponsel Rama berbunyi, menandakan ada panggilan. Rama segera melangkah menuju meja tempat dia meletakkan ponselnya tadi.


    "Kerja bagus," ujarnya memuji sang asisten, "terima kasih, Bos. Ada yang bisa saya bantu lagi?" tanyanya kemudian, Rama nampak diam memikirkan sesuatu.


      "Suruh seseorang menjemput saya, satu lagi, ikut sertakan beberapa anak buahmu bersamaku," perintah Rama tegas, "siap, Bos. Laksanakan," panggilan pun terputus.


      "Lho, Mas. Mau kemana?" Raya yang baru pulang dan mendapati sang suami sudah rapi bukan'kah dia mengatakan hari ini dia libur, begitu pikir Raya.


    "Mas ada keperluan sebentar," sahutnya cepat, tangannya memakai jam tangan mahal miliknya, lalu menyemprotkan parfum ke pakaian yang dia pakai.

__ADS_1


      "Mas pergi dulu," pamit Rama setelah tangan kirinya menyambar ponsel dan dompet miliknya, Raya mendesah kecewa.


    "Mau kemana sih, Mas?" Raya ternyata mengikuti Rama sampai keluar kamar, sekilas Rama memandang sekitar berharap bertemu sang mama.


    "Mas!" Raya berteriak karena Rama tidak juga memberinya jawaban. Rama memutar tubuh menatap Raya lalu berkata, "sudah mas bilang'kan, mas ada perlu," kata Rama dengan sedikit ketus.


    "Bilang ke mama, aku malam ini tidak pulang," Rama melangkah meninggalkan Raya dan menuju keluar, saat hendak membuka pintu dia ingat hari ini ada acara di rumah namun itu bukan acara mama kandungnya. Rama, dilema. Jika dia pergi, dia takut sang papa akan semena-mena, jika dia tidak pergi nanti istri tercintanya akan kabur jauh lagi, Rama menggeleng keras.


    "Titip mama, temani dia kemana pun mama pergi," pesan Rama, akhirnya dia memutuskan mengejar sang istri dan akan membawanya pulang.


    "Mas Rama mau kemana sih, bikin penasaran?" gerutu Raya penasaran, dirinya lupa hanya Dea yang bisa membuat semangat suaminya begitu membara, kakinya melangkah menaiki anak tangga menuju kamar sang mertua, kepala refleks menoleh saat mendengar suara berisik dari lantai bawah. Bibirnya mencebik dan bola matanya dia putar karena jengah, ternya istri kedua papa mertuanya datang bersama teman-temannya.


      "Ma," Raya memanggil sambil mengetuk pintu mama mertuanya, "Ma," panggil Raya lagi, karena tidak ada sahutan akhirnya dia melangkah turun, meninggalkan kamar sang mertua dia tidak berinisiatif masuk dan memeriksa keadaan ibu mertua yang sangat perduli padanya.


    Saat mencapai tangga dia sempat memandang kamar milik Rama, ingin sekali dia masuk dan tahu apa isi kamar tersebut. Raya bimbang, di sini dia ingin tinggal bersama Rama, suaminya.


  Tapi saat ini suaminya sedang pergi dan tidak pulang, ingin sekali dia pulang kerumah orang tuanya. Bosan di sini tanpa Rama, apalagi ada istri kedua papa mertuanya, semakin membuat Raya kesal.


    Jika dia pulang pasti Rama akan marah, karena dia tadi sudah berpesan untuk menjaga mama mertuanya, "aaarrgghh," teriak Raya frustasi.


    Di lantai bawah sudah ramai, akhirnya Raya turun dan memilih masuk kekamarnya dan menunggu teman-teman tante 'Pengacau' itu pergi.


***

__ADS_1


    Tampak seorang wanita berlari-larian dengan anak kecil, sesekali tawanya membuat orang lupa kalau dia sedang dalam masalah.


    "Lea tunggu tante, Sayang!" Dea berhenti sejenak dan mengambil nafas, entah kenapa akhir-akhir ini tubuhnya sering cepat lelah.


__ADS_2