Glow Up Girl!

Glow Up Girl!
Bagian 10


__ADS_3

Mereka akhinya main hujan-hujanan plus main air hujan yang melanda kota itupun reda namun dua manusia itu tetap setia bermain air namun kegiatan mereka terhenti saat menyadari sebuah susunan warna menghiasi langit siang itu.


Mereka seakan takjub dengan keindahan ciptaan tuhan itu warna warni indah tampak karena air hujan yang bertemu sinar matahari melakukan kerjasama untuk menghias langit biru itu.


"Andaikan aku se cantik dan seindah pelangi." Gumam willa yang mampu di dengar shakila.


"Nggak harus cantik il yang penting kita punya hati yang cantik yang cantik di luar belum tentu cantik di dalam mereka yang tergila-gila atas kecantikan semata-mata hanya untuk pamer keindahan di dunia tapi kalo kita punya hati yang cantik itu bisa buat bekal kita ke surga lebih bagus lagi cantik luar dalam." Ucap shakila sambil memandang pelangi.


"Sha Kamu langsung demam pasti." Willa menatap curiga ke shakila meletakkan tangannya di kening temannya yang sedikit aneh itu.


"Ih il gue lagi buat kata-kata mutiara buat lo memotifasi Lo agar Lo nggak putus asa atas kekurangan lo Lo harunya bersyukur di atas kekuarangan lo ada poin plusnya lo pinter dalam pelbelajaran." Shakila memegang keningnya yang memang agak hangat.


"Kening Lo panas Lo pasti sakit sha ayok masuk." Willa menarik tangan shakila.


"Ini mah emang suhu manusia kek gini tangan lo yang kedinginan." Shakila menurut saat willa menarik tangannya.


"Lah tapi kok Lo bisa ngucapin kata-kata itu sih?" Mereka berjalan menuju rumah shakila sehabis hujan-hujanan di teras.

__ADS_1


"Itu mungkin gue dapet hidayah dari Tuhan setelah melihat ciptaannya." Willa dan shakila terkekeh mendengar celotehan shakila.


Willa dan shakila memutuskan untuk mandi setelah melakukan hujan-hujanan setelahnya kembali ke kamar shakila melakukan kegiatan seperti nonton Drakor main game dan rias-riasan tentu saja shakila yang di ruas karena willa sama sekali tidak menyukai benda-benda rias menemplok di wajahnya.


"il kok Lo nggak suka pakek bedak dan kawan-kawannya?" Tanya shakila di sela-sela willa merias wajahnya.


"Kata nenek buyut kalo pas muda kita jarang atau nggak pernah pakek bedak dan kawan-kawannya suatu saat kita di rias pas jadi pengantin semua orang bakalan pangling(dalam bahasa Jawa artinya seperti tidak mengenali padahal mengenal.)" Willa masih fokus merias muka shakila.


"Oww tapi kan itu menurut orang tua setidaknya kamu coba yang riasan tipis-tipis aja." Shakila menatap manik mata willa yang sedang menatap wajahnya untuk meberikan bulu mata palsu.


"Susah banget masang bulu mata kalo kamu kedip-kedip terus." Keluh willa dua memang pandai merias tapi tidak suka di rias.


Willa dan shakila menghabiskan 1 jam untuk main rias-riasan tanpa terasa kini sudah jam 3 sore willa dan shakila bergegas ke dapur untuk mepersiapkan makan malam adik shakila sedeng menginap di rumah sayabatnya jadi mereka membuat makanan secukupnya saja.


Setelah menyelesaikan ritual mengisi perut sebelum tidur willa dan shakila berberes dapur terlebih dahulu lalu menaiki tangga untuk mengistirahatkan tubuh di atas kasur.


Baru saja mereka memejamkan mata tiba-tiba dering ponsel willa memenuhi seisi ruang itu willa menatap telfonnya nampak nama papanya tertera di layar ponselnya kening willa mengerut lalu bertukar pandang dengan shakila yang melihatnya sambil tiduran.

__ADS_1


📞: Hallo pah? Papa udah pulang?


^^^📞: Hallo dengan keluarga Tuan Richel dan Nyonya Ainum?^^^


📞: Ya ini anak tuan richel dan nyonya ainum dengan siapa saya berbicara?


^^^📞: Kami dari petugas kepolisian mau mengabari keadaan tuan richel dan nyonya ainum yang kecelakaan di tol XXX.^^^


📞: .....


^^^📞: Hallo? Hallo? ^^^


Tubuh willa serasa lemas tak bertenaga shakila yang cukup jelas mendengar telfon itu pun tak kalah terkejut namun dengar sengera shakila meraih hp willa untuk bertanya lebih lanjut.


📞: Maaf pak bisa saya tau di mana kecelakaannya terjadi dan di bawak kemana korbannya pak?


^^^📞: Kecelakaan terjadi di jalan XXX korban di bawa ke Rumah Sakit Medika Pusat.^^^

__ADS_1


📞: Baik pak.


Shakila menutup telfonnya dia menatap willa yang terlihat syok berat meski willa tidak menagis tapi shakila tau betul sahabatnya dia orangnya ceria nangis aja udah bertahun-tahun willa nggak pernah rasain mungkin willa udah lupa cara nangis.


__ADS_2