Glow Up Girl!

Glow Up Girl!
Bagian 13


__ADS_3

Willa POV


*hari ini takku sangka ataupun duga pria yang paling aku kagumi banggakan pria yang selalu menggendongku di bahu kokohnya saat aku kecil pria yang mengajariku hal-hal di dunia ini pria yang akan berdiri kokoh di depan bila ada yang membuatku sedih...


Dia akan pergi untuk selamanya...


bahkan masih aku ingat senyum dan candanya yang masih belum 24 jam terlewat...


Papa kenapa kamu pergi? Apakah papa sudah tidak sayang aku lagi? Siapa yang akan berdiri melindungiku nanti? Bisakah aku berjalan di dunia ini tanpa kehadiranmu?...


Meski ribuan pria mendatangi ku tetap tidak akan ada satupun yang akan bisa menggantikan dirimu tempatmu pengorbananmu kerja kerasmu kasih sayangmu...


Jiga bisa ku gadaikan sisa hidupku aku hanya ingin hidup bersama papa mama yang senantiasa sayang tanpa pamrih pada diriku melindungiku tanpa meperdulikan diri sendiri memberi pengorbanan tanpa meminta balasan....


Keluarga kecil yang hangat? tempat tujuan berpulang? Tempat berlindung dari kekejaman dunia? Akankah aku dapat merasakan itu semua saat keluarga kecilku telah kehilangan pilarnya...


Dia pergi meniggalkan kenangan yang akan aku ingat seumur hidupku kamu papa yang hebat untukku*...


Author POV


Willa menutup matanya untuk berusaha menenangkan diri sendiri lagi pula dia masih punya mamanya.

__ADS_1


Arion menatap willa meski willa tidak tau kalo Arion dari tadi masih setia menunggu willa membuka matanya.


"Wil..." Panggil Arion lembut dia tau betul yang dirasakan temanya itu.


Willa menoleh dia mendapat keberadaan Arion duduk di sampingnya sebisa mungkin willa tersenyum pada pria pujaan hatinya.


"Nggak usah senyum kalo emang nggak bisa... senyum mu yang seperti itu malah membuatku enggan menatapmu." Arion memalingkan mukanya.


"Ma..maaf" ucap willa lemah.


"Hemm...kamu istirahat aja dulu" ucap Arion lembut dia tidak berani mengusap memeluk atau pun yang lain pada willa.


"Mama?... bagaimana keadaan mamaku?" Tanya willa Dengan mata berkaca-kaca dia kembali mengingat papanya.


Seakan mulut willa kaku untuk di gerakkan dia hanya diam sedangkan air matanya telah mengaliri pipinya yang mulus.


Dia kembali di hantui rasa takut kehilangan orang yang dia cinta dia takut mamanya ikut pergi.


"Ar boleh aku liat mama?" Tanya willa berusaha menahan sesak di dadanya.


"Boleh asalkan kamu nggak boleh pingasan kayak tadi" willa hanya mengangguk

__ADS_1


Arion membatu willa turun dari kasur rawatnya membatu willa berjalan dan memegangi infus willa Mera menelusuri lorong rumah sakit di sepanjang perjalanan willa tak henti-hentinya meneteskan air mata.


Ruang rawat mamanya dari tadi di tunggu papanya Arion tak lupa papanya Arion mengabari keluarga mereka papa Arion sedikit terkejut saat tau orang tua Arion hanya memiliki 1 sanak saudara yaitu tantenya willa.


"Pa willa pingin liat mamanya." Ucap Arion minta izin papanya.


"Hem boleh asalkan willa nggak boleh nagis entar mamamu ikut sedih." Papa Arion mengelusi rambut gadis malang itu.


"Pak boleh ikut kami sebentar?" Tanya perawat pada papanya Arion.


"Baik sus ar papa minta kamu temenin willa ketemu mamanya papa harus urus beberapa urusan." Papa Arion beranjak pergi meninggalkan Arion dan willa.


Willa melangkahkan kaki menuju arah mamanya willa menutup mulutnya yang terperangah menatap tubuh mungil mamanya banyak sekali alat batu kehidupan.


Arion meremas pundak willa memberi willa semangat willa langsung menatap manik mata Arion ia bisa melihat di dalam mata Arion seperti bicara kamu bisa kamu kuat


Willa memejamkan matanya menarik nafas dalam dan menghembuskan pelan dia mengumpulkan semua keteguhan yang tersisa di dalam diri untuk menghadapi mamanya yang terbaring lemah di kasur rumah sakit.


"Mah..." Lirih willa Arion hanya menatap ibu dan anak yang sedang bicara tapi dengan kesadaran yang tidak pada tempatnya.


"illa sayang mama...mama pasti sayang kan sama illa...jadi illa mohon bangun ya mah...illa nggak sanggup kalo harus hidup sendiri..." Suara willa tercekat rasanya sakit dadanya yang harus mengatakan kata-kata yang tidak pernah dia fikir untuk di ucapkan sekarang.

__ADS_1


"illa janji bakal nurut...illa janji bakal buat mama bangga...illa janji nggak bakal buat mama marah ataupun jengkel sama illa...Salman mama bangun ya... illa nggak kuat kalo liat mama kayak gini..." Tubuh willa gemetaran Arion yang sejak tadi memegang tubuh willa pun menjadi khawatir bila willa kembali jatuh pingsa.


__ADS_2