Glow Up Girl!

Glow Up Girl!
Bagian 16


__ADS_3

"Sekarang kamu makan ya?" Angel melepaskan pelukannya dari willa.


"Hem.." willa hanya berdahem sambil menyeka air matanya.


Setelah dua sepupu itu makan bereka bergegas menyambut alam mimpi berharap mimpi mereka membawa ketenangan batin.


Dunia mimpi~


"Mama! papa!..." Teriakkan willa menggelegar di Padang rumput yang sangat luas itu.


"illa sayang..." Papa Richel merentangkan tangannya berharap putri keci yang telah tumbuh dewasa mau memeluknya.


Willa berlari sekencang-kencangnya ke arah orang tuanya. Menghambur ke pelukan papanya lalu menghambur ke pelukan mamanya. Tentu saja willa menagis ia sadar ini hanya mimpi bunga tidur.


"Ma..pa..illa mau ikut.." ucap willa sambil sesenggukan.


"Perjalanan kamu di dunia masih panjang sayang..." Mama ainum membelai willa dengan penuh sayang.


"Papa mama akan tunggu willa di surga...jadi illa sayang harus baik-baik ya supaya kita bisa kumpul di surga" papa willa menghapus air mata putrinya.


"Tapi willa nggak punya siapa" willa menatap orang tuanya dengan tatapan sendu.


"Kamu nggak sendiri...kamu masih punya banyak orang yang sayang kamu nak." Ucap mama ainum sambil mengelus pipi putrinya

__ADS_1


"Papa yakin kamu bisa hidup tanpa kami..." Ucap papa Richel sukses buat willa kembali menagis.


"Semua sudah di gariskan tuhan sayang...bila waktunya telah tiba pasti kita kumpul-kumpul lagi..." Papa willa mengecup singkat kening willa.


"Mama papa bahagia kalo kamu bahagia nak" mama ainum juga mencium kening putri kecilnya yang dia selalu anggap kecil meski sudah sebesar gorila.


"papa mama pergi ya nak..." Papa willa melepas pelukan willa namun willa enggan untuk melepaskan papanya.


"Mama papa harap kamu selalu tersenyum illa sayang karena senyuman kamu adalah senyuman kami juga..." Mama Ainum mengelus rambut putrinya untuk terakhir kali.


"Mama! Papa!.." Teriak willa dia berusaha berlari tapi dia terjatuh saat sesuatu sedang mencengkram kakinya.


"Mama! Papa! Jangan tinggalkan illa..." Willa masih terus berteriak dan melepas sebuah akar yang entah dari mana mengikat kakinya.


"Wila.."


"Willa.."


"Willa.."


Terdengar suara pria yang khas di telinganya ya itu Arion suara Arion seakan menggema di telinganya.


"Arion?" Lirih willa dia berputar-putar mencari keberadaan Arion.

__ADS_1


"Arion!.." Teriak willa mencari keberadaan raga Arion pujaan hatinya.


"Willa" Willa berlari mencoba mendengar dan merasakan keberadaan Arion.


"Arion kamu di mana?" Teriak willa dia berjongkok karena kakinya lemas karena sejak tadi berlari.


Willa merasa kalo ada yang menyentuh pundaknya dia berbalik namun pandangannya menjadi buram dia hanya melihat sosok pria di belakangnya dia tidak bisa melihat mukanya.


Willa membuka matanya terasa pelupuk matanya basah karena air mata. Dia menoleh ke kiri kasurnya yang tampak kosong dia bertanya-tanya kemana angel pergi? Dia menatap jam dinding ternyata sudah jam 8 pagi pantas angel sudah bangun.


"Mah..pah..illa akan coba untuk terus bahagia..illa akan coba hidup tanpa kalian" gumam willa sambil mengusap-usap mukanya yang terlihat sembab.


Tok..tok..tok..


Terdengar suara pintu di ketuk willa berjalan menuju pintu membuka pintu kamarnya meski tidak di kunci.


"Ada apa angel? Kamu kan bisa langsung masuk pintunya kan nggak di kunci" willa menatap angel yang berdiri di depan pintunya.


"Nggak sopan tau kalo main nyelonong aja.." angel masuk ke kamar willa dia mencari-cari baju yang muat padanya dia dan orang tuanya memutuskan berpura-pura kalo tidak ada kejadian apa-apa dan akan menghibur willa.


"Biasanya aja nyelonong tumben-tumbennya ketuk pintu dulu." Willa menyusul Angel menatap sepupunya yang mencari-cari baju.


"Kan sekarang kamu udah SMA kalo nanti aku main nyelonong aja entar kamu ngamuk..." Ucap Angel sambil mengambil salah satu baju yang mungkin muat padanya.

__ADS_1


"Emang kenapa kalo aku udah SMA bukankah sama aja?" Tanya willa penasaran


__ADS_2