Glow Up Girl!

Glow Up Girl!
Bagian 18


__ADS_3

"Panas banget.." keluh Angel sambil menatap sekeliling.


"Kalo gitu mending kita di rumah aja." Tawar willa dia tau kota willa dan angel berbeda kondisi alamnya.


Kalo rumah willa berada di kota padat penduduk dengan rumah-rumah gaya minimalais dan pepohonan yang sengaja di tanam untuk menjaga keseimbangan alam.


Tapi kalo tempat angel tinggal keadaannya masih alami rumahnya pun bergaya kelasik dan alam yang bersatu padu di kota atau lebih tepatnya desa itu.


"Ih willa sepupumu ini jarang main ke kotamu jadi pingin jalan-jalan kamu nggak mau kasih tau tempat-tempat sepesial di kotamu?" Angel memanyunkan bibirnya.


"Katanya panas?" Willa menyerengit heran dengan tingkah sepupunya.


"Kamu punya sepeda?"


"Nggak. adanya motor punya papa.." jawab willa angak lirih.


"Kalo gitu kita naik itu aja.." angel menggenggam tangan willa menariknya ke bagasi.


"Emang kamu bisa naik motor?" Tanya willa heran dia selama ini tidak pernah melihat angel mengendarai motor.


"Enggak." Jawab willa enteng.


"Terus katanya mau naik motor"


"Naik motor itu kayak naik sepeda yang penting keseimbangan" angel menaiki motor metik almarhum omnya.

__ADS_1


"Nggak ah entar jatuh.." willa hendak keluar garasi namun tanganya di tarik angel agar tidak pergi.


"Enggak loh..cepet naik." Willa akhirnya menurut.


"il ini nggak ada giginya?" Angel jelas hanya menggoda willa.


"Mana aku tau kan bibirnya aja aku nggak tau." Willa berbicara sambil manyun dia tau berbicara dengan angel malah menguras energi saja.


"Ayok kita jalan..nati pulang kita bawa memar.." angel tertawa terbahak membayangkan tubuhnya penuh memar akibat jatuh.


Angel sebenarnya di desanya sudah naik motor ya cuman naik motornya aja nggak lebih dia sering main sama teman-temannya karena banyak yang bawa motor jadi dia tidak asing dengan otomotif motor.


15 menit roda motor angel dan willa melaju di aspal dan beruntungnya angel belum menjatuhkan willa dari motor hanya ada pemandangan rumah-rumah minimalis di seluruh tepi jalan.


Sampai di menit berikutnya willa telah melintasi rumah shakila sekaligus rumah pujaan hatinya dan seberuntung itulah willa dia tak sengaja melihat Arion membuka pintu rumahnya hendak pergi.


"akhh..apa yang aku fikirkan?" batin willa dalam hati.


"il pemandanganya indah banget." Ucap Angel memecah keheningan.


"Emang indah banget tumpukan beton-beton." Ucap willa yang merasa heran atas ucapan sepupunya jelas-jelas sepanjang jalan hanya ada rumah mana ada yang indah.


"Ih memang indah tumpukan beton tapi nggak seindah tampang lelaki yang buka pintu tadi.." ucapan angel keluar begitu saja.


Deg..

__ADS_1


Willa merasa jantungnya berdetak lebih keras dia akan malu kalo angel tau yang tadi itu Arion habis dia di ejek angel tapi dia lebih takut kalo angel jatuh cinta pada pandangan pertama pada Arion.


"Udah ah kita lebih baik pulang sebelum kamu jatuhin aku." Ucap willa yang di sebut tawa angel.


Akhirnya willa dan angel memutuskan untuk kembali pulang saat memasuki rumah mata mereka langsung di suguhkan kue lapis yang menggoda lambung alhasil mereka langsung menerkam sang kue lapis yang malang.


5 hari kemudian...


Hari ini angel dan orang tuanya akan pulang mereka sudah berulang kali membujuk willa agar mau ikut mereka pulang namun willa enggan meninggalkan rumah yang penuh kenangan indah bersama orang tuanya.


Dia memutuskan akan bersekolah SMA di sini sampai dia telah siap untuk pergi meninggalkan tempat yang dia sebut rumah itu.


Uang peninggalan orang tuanya juga masih cukup sampai dia lulus kuliah maklum orang tua willa saat masih hidup gila kerja dan sering menabung untuk masa depan.


Pagi itu jam 7 angel telah berpamitan pada willa bersama papa dan mamanya tidak ada barang yang harus di kepak karena saat mereka pergi mereka langsung panik dan pergi tanpa membawa pakaian.


"Willa sayang ikut Tante sama om aja ya.." Tante willa kembali membujuknya.


"Willa masih mau tinggal di sini tan Willa pasti ke rumah Tante kalo libur." Ucap willa sambil bersalaman kepada tantenya.


"Kalo kamu butuh apa-apa bilang om dan Tante aja ya." Willa Hanya mengangguk dan bersalaman dengan omnya.


"Kalo mau curhat telfon aku ya.." kini angel memeluk sepupu kesayangannya.


"Hemm" willa hanya berdahem.

__ADS_1


Sebuah mobil meninggalkan rumah willa keluara angel telah pulang ke kediamannya tersisa willa seorang diri di rumah itu dia masuk melihat sekeliling tampak sepi.


__ADS_2