Glow Up Girl!

Glow Up Girl!
Bagian 12


__ADS_3

"Di mana papanya willa pah?" Arion langsung to the poin karna dia tau ayahnya memangilnya untuk apa.


"Papanya sudah meninggal...dia meninggal di tempat" ucap papa Arion lirih takut willa makin histeris.


Arion makin perihatin pada nasib willa dia menatap willa yang menunduk sambil sesenggukan. Dia takut setelah kejadian ini willa yang ceria akan hilang.


"Separah apa kecelakakannya pah? Sampai seperti ini?" Tanya Arion penasaran.


"Kata polisi mobil yang di tumpangi orang tua temenmu di tabrak oleh truk yang supirnya lagi mabuk" papa Arion menjeda ucapannya inilah yang menyebabkannya melarang Arion belajar menyetir sebelum usianya cukup papa Arion takut Arion yang masih Munda coba-coba hal yang membahayakan.


"Mobil orang tuanya terseret sampai beberapa meter setelah itu truknya oleng menimpa mobil orang tua temenmu." Papa Arion menatap willa yang harus memikul beban berat seperti ini.


Setelah berbicara papa Arion pergi ke arah willa dia harus memberi tau keadaan papanya yang telah tiada agar segera di makamkan.


"Nama kamu willa?" Willa hanya mengangguk.


"Kamu yang tabah ya di usia kamu yang masih muda memang kenyataan ini sulit tapi ini lah hidup kita manusia biasa tidak pernah tau" papa Arion mengusap rambut willa entah mengapa mengelus rambut willa terasa seperti mengelus rambut Arion.

__ADS_1


"Kamu mau liat papamu?" Tanya papa Arion ragu tapi harus bagaimana lagi.


"Papa?...papa saya di mana om?" Tanya willa menyeka air matanya menatap ayah pujaan hatinya.


Arion yang menatap willa yang lansung mendongakkan kepala setelah papanya memberi tau papanya hanya bisa berada sedih dan mengasihani.


"Ayo ikut Om kamu liat dia ya inget kamu harus kuat ini ujian hidup kamu sebelum mendahap hadiah kehidupa." Tak tega rasanya saat papa Arion harus memberi tau willa keadaan papanya yang telah tiada.


Willa mengikuti langkah papanya Arion di belakang willa ada Arion yang menatap punggung willa yang tanpa sadar kalo ia memakai piyama maklum saat willa mendapatkan telfon dia langsung keluar menuju rumah Arion.


"Papa kamu udah tidur dengan tenang nak" papa Arion merasa prihatin lantas memeluk willa perasaan kebapakannya pun keluar.


"Apa? Ng...nggak....ini nggak mungkin..." Willa merancau Saat kepalanya berdenyut ingatanya pun masih sangat selas terakhir kali dia melihat ayahnya.


"Ini takdir kita hanya bisa menerima" Arion ikut menenagkan yang katanya teman itu.


"Ak...aku...mau ketemu papa...." Tangis willa tak berhenti dia berbicara sambil menitihkan air mata tubuhnya pun gemetaran.

__ADS_1


"Baiklah ayo..." Papa Arion membuka pintu jenazah di sana masih ada para perawat yang telah selesai memandikan jenazah.


Willa terdiam dia sama sekali tidak pernah mengira akan bertemu dengan masa sekarang di mana ayah yang menjaganya akan pergi selama-lamanya.


"Pah...." Lirih willa mendekati jenazah papanya yang tertutup kain putih.


"illa...nggak mau papa tinggal...illa masih mau jalan-jalan sama papa mama...illa pingin main kayak Illa kecil sama papa...jadi papa nggak boleh tinggalin illa... katanya papa mau pulang...tapi ini bukan pulang pah ini pergi...papa pergi tinggalin illa...kalo papa pergi siapa yang jagain illa? Nggak ada pah...jadi Illa nggak mau papa pergi..." Ucap willa sambil menagis sesenggukan.


"Papa kamu nggak ninggalin kamu dia tetep di hati kamu." Ucap Arion yang masih setia menemani willa


"Ada aku...aku siap jaga kamu" lirih Arion dia memegang willa mengusap punggung willa agar dia tenang. Willa menagis sesenggukan Dia bahkan tidak bisa melihat wajah ayahnya untuk terakhir kali karena wajah ayahnya sudah hampir tidak berbentuk.


Willa makin merasa tubuhnya lemas tak berselang lama tubuh willa ambruk di pelukan arion. Arion membawa tubuh willa ke ruang rawat agar mendapatkan perawatan.


Beberapa menit kemudian willa mengerjab-ngerjabkan matanya menatap langit-langit yang nampak asing menoleh ke samping menatap tangannya yang terasa aneh ternyata di sana terdapat jarum infus.


Willa kembali mengingat-ingat apa yang terjadi dan pada akhirnya air mata lolos dari pelupuk matanya yang terlihat sebab karena menagis terus.

__ADS_1


__ADS_2