Glow Up Girl!

Glow Up Girl!
Bagian 3


__ADS_3

"Ah? Oh iya iya tidak apa." Willa Hanya bisa menunduk menahan gejolak di dadanya 3 tahun dia mengagumi Arion namun yang dia bisa hanya memandang dari jarak yang cukup jauh.


"Maaf aku benar-benar minta maaf" ucap Arion sambil memegang tangan Willa. willa yang terkejut langsung menepis tangan Arion dan berlari pergi.


"astaga jantungku benar benar tidak bisa di kondisikan." umpat Willa dalam hati sambil berlari pergi menjauh dari Arion yang tengah menatapnya sambil tersenyum samar.


"Di mana aku?" Gumam Willa yang sejatinya anak rumahan yang jarang main ke luar rumah.


"Telfon? Ya aku harus telfon mama" Willa memajukan tasnya menaruh tasnya ke depan dan mumbuka tas itu lalu mengambil benda pipih itu.


Willa pun mulai menelfon...


📞: Mah mamah di mana?


^^^📞: Mama masih di kantor mama lupa jemput kamu sebentar ya mama berangkat sekarang.^^^


📞: Ihh mamah masak anak sendiri sampe lupa di urusin


^^^📞: Maaf sayang kerjaan mamah akir-akir ini banyak dan numpuk.^^^


📞: Ya udah illa tunggu di jalan yang ada pohon belimbingnya ya.


^^^📞: Sejak kapan sekolah kamu nanem belimbing?^^^


📞: Ih mamah masak iya belimbing di tanem di sekolahan.


^^^📞: Ya udah lalu kamu di mana ni?^^^

__ADS_1


📞: Nggak tau mah kan mamah tau illa anak broken home


^^^📞: Makanya main jangan di rumah aja.^^^


📞: Ihh mamah ini juga salah mamah... Kalo illa main mama marah alasanya illa kelamaan main nah sekarang illa di rumah terus mamah tetep marah?


^^^📞: Kok kamu jadi marahin mamah sih? Sekarang kamu di mana hati-hati loh di sekitar sekolah kamu banyak jambret.^^^


📞: Mamah ni apaan sih malah nakut-nakutin illa.


^^^📞: Mama cuma nasehatin kamu illa sayang.^^^


Setelah menyebutkan lingungan seperti apa dia berdiri sekarang maanya memutuskan pamgila agar segera menjemput putrinya.


Saat Willa akan memasukkan ponselnya ke tas tiba-tiba tasnya di tarik sampai dia terseret lalu terhuyung ke depan dan terjatuh kakinya menghantam aspal cukup keras dan telapak tanganya lecer dan memar.


Meski dia memakai rok panjang namun roknya memiliki bahan yang tipis sehingga mudah robek.


Willa mendongak ketika seorang menanyakan keadaannya dia melihat sosok pria tadi namun dia tidak yakin karena matanya telah tertutup air mata.


Tarnyata benar yang berdiri di depanya adalah Arion dia berjongkok di depan Willa menatap tangan Willa yang mengeluarkan darah dan membiru.


"Apa kamu bisa berdiri?" Tanya Arion lembut pada Willa namun wila hanya menggidikkan kepalanya menandakan dia tidak bisa berdiri.


"Coba luruskan kakimu." Pinta lembut Arion pada willa tentu saja Willa hanya bisa menurut sambil menahan tangisnya.


"Pelan-pelan saja." Ucap Arion masih dengan suara lembut

__ADS_1


"Maaf" Arion langsung mengagkat tubuh Willa membopong tubuh itu ke sebuah kursi yang biasanya di gunakan untuk menunggu bus.


"Bisakah kamu mengakat rokmu setinggi lutut?" Arion berusaha bertanya sesopan mungkin.


Willa masih syok dua enggan membuka mulutnya dia mengaguk bertanda menyetujui saran Arion.


Dia mengakat roknya setinggi lutut dia hanya bisa kaget saat mendapat i kakinya membiru.


"Maaf aku benar-benar minta maaf" sejak tadi Arion hanya mengucapkan maaf kepada willa. Willa pun menjadi heran sendiri bukankah yang menjambretnya bukan Arion kenapa dia yang minta maaf.


"Aku akan membeli alat-alat untuk mengobatimu."


Arion berdiri hendak ke toko yang letaknya agak jauh namun langkanya terhenti saat tangannya ya di tarik Willa dia hanya menatap Willa yang hampir menagis.


"Aku takut." Willa mengelarkan sebuah kalimat dengan lirih.


Arion pun kembali duduk dia menatap mata Willa yang berair dan berganti menatap tangan Willa yang lecet dan berdarah tak luka melihat lutut Willa yang membiru dan nampak mulai membengkak.


"Tapi kamu harus segera di obati nanti kalo infeksi gimana?" Arion kembali berdiri namun kini dia kembali duduk saat mendengar Willa yang memcoba menahan tangisnya yang terlanjur kelar.


"Jangan takut mereka pasti nggak akan kembali lagi." Arion mencoba menenagkan Willa.


Subuah mobil menuju ke arah Willa Dan Arion Mobil itu di kendarai oleh ibu willa mama Ainum dia terlihat terkejut saat mendapati anaknya menagis dengan luka memar dan goresan di lutut dan tanganya.


"illa kamu kenapa nak?" Mama Ainum berlari mendekati putrinya yang menehan tangis dari tadi.


"Mamah..." Willa menghambur ke pelukkan ibunya.

__ADS_1


__ADS_2