
"Wih pagi-pagi udah ghibah aja" Brian merangkul pundak willa ya mereka sudah saling akrab satu sama lain.
"Nggak gibah cuman membicarakan masalah orang terus memberi solusi menurut diri sendiri ya nggak il?" Willa mengangguk sambil tersenyum namun senyum itu luntur saat Brian mengusap kepalanya membuat rambutnya berantakan.
"Main angguk-angguk aja Lo"
"Apaan sih an rambut ku jadi berantakan" willa merapikan kembali rambutnya.
"Lo coba gerai rambut Lo atau kuncir satu agak tinggi coba Wil pasti Abang Arion bakalan termehek-mehek" kali ini yang berulah adalah Tara ratunya dalam berdandan.
"Iya pasti cantik tapi masih cantik Tara ya nggak?" Dave menyaut ya mungkin cari perhatian sama Tara karena nomornya di blok udah satu bulan.
"Nomornya di blok langsung caper ya Dev?" Ejek Shakila dan membuat semuanya tertawa kecuali Tara dan dave.
"Apaan sih nggak lucu." Ujar dave yang sepertinya mengambek.
"Caelah si Bambang malah ngambek! Malu tauk dimana wibawa lo hah" Brian menepuk keras pundak Dave.
"Udah lah males gue"
"Uluh-uluh anak emak bapak lagi ngambek" ejek mika dan membuat semuanya tertawa.
Setelah bergurau mereka mulai mencari nama mereka di kertas yang tertempel di tiap pintu kelas.
__ADS_1
Dan ternyata entah itu sebuah keberuntungan atau di sengaja oleh author mereka semua satu kelas termasuk Arion.
"Wah kita semua satu kelas apa ini sebuah takdir?" Ujar Brian sambil memasuki kelas.
"Sepertinya bukan...ini pasti di setting oleh seseorang" ujar Tara dengan tatapan curiga.
...Author be like: apa lo tatap-tatap curiga gitu?!...
...Tara: ya curiga sama otak Lo lah!...
...Author: tanpa otak gue yang berkerja nggak bakal ada lo! Dasar kang ghosting!...
...Tara: tapi gue cuman tokoh sampingan! Dan biarin gue tukang ghosting maklumin aja kan gue cantik...
...Author bergumam: apa gue matiin aja ni tokoh kang ghosting ini yah? Tabrak lari atau di keroyok mantannya?...
...Author: ck!....
Mari tinggalkan cerita tentang author dan tara mari kita kembali ke cerita.
Karena keadaan kelas masih sepi dan yang udah di kelas baru 2 orang jadi mereka bisa leluasa cari tempat duduk,willa dengan Shakila duduk paling depan dekat jendela dan meja guru, Tara dengan mika tepat di belakang willa dan Shakila, sedangan Brian dan dave mereka duduk di belakang Tara dan mika mereka lebih suka di belakang, katanya duduk di depan dan nilainya pas-pasan itu horor.
Tak berselang lama satu-persatu murit mulai berdatangan dan ternyata Arion dan seorang gadis masuk ke kelas yang sama membuat kumpulan teman willa saling pandang.
__ADS_1
"Gila padahal jelas banget tadi gue pantengin tuh papan nama tapi kok kagak keliatan tuh nama" bisik Brian pada teman-temannya.
"Dia pasti pinter" seru Dave ikut berbisik dan terjadilah bisik membisik.
"Sok tau, di sini nggak bakal ada yang bisa ngalahin willa" ujar mika.
"Liat aja tempat dia duduknya! kalo nggak pinter mana berani duduk paling depan!" Ujar dave sambil melirik Arion di ikuti teman-temannya.
"Ye...emang lo goblok! Beraninya duduk di belakang!" Ujar mika sewot.
"Udahlah yang lebih mengejutkan tuh cewek siapa?" Ujar Shakila menengahi.
Yang lain hanya mengangkat bahu dan menggeleng tanda tidak tau, dengan serempak Brian,Dave, Shakila,Tara,mika,willa menatap gadis itu hingga membuat si gadis merasakan ada sesuatu yang mengintainya dan menatap deretan paling pojok di kelas dan tersenyum saat melihat mereka melihat ke arahnya.
Arion yang tadinya tak ambil pusing dan sibuk menatap meja entah ada apa di sana kini menatap apa yang di tatap teman gadis semejanya itu.
Matanya langsung menatap mata willa, tatapan keduanya saling beradu untuk 5 detik setelah itu Arion memalingkan mukanya dan memilih mengobrol dengan gadis semejanya membuat willa cemburu tapi apa haknya cemburu batinnya dalam hati.
"Cantik ya?" Ujar willa membuat teman-temannya menatapnya horor dan kasihan.
"Tenang il selama janur kuning belum di pasang Arion, Lo masih bisa cabutin satu-satu pohon kelapanya." Ujar Brian bercanda membuat yang lain menatap malas.
"Apasih lo biri-biri diem aja Lo!" Ujar dave sambil menepuk pundak Brian kesal.
__ADS_1
"Tauk si biri-biri! oh ya di cari upin-ipin tuh di kira di makan mail!" Ucapan mika membuat mereka semua tertawa pelan.
Seorang guru dan yang katanya dari OSIS masuk ke kelas mereka membuat suasana hening seketika sang guru meperkenalkan diri pada murit barunya dan si OSIS menjelaskan peraturan sekolah dan kegiatan di sekolah setelah itu si guru dan OSIS pergi di ganti perkenalan guru yang lain dan berlanjut sampai giliran wali kelas mereka.