
Saat orang tuanya masih hidup dan di tinggal kerja ia di rumah sediri memang sudah biasa baginya tapi ini rasanya berbeda bila dulu dia tau orang tuanya akan pulang berbeda dengan sekarang orang tuanya tidak akan pernah kembali ke rumah sederhana itu.
Willa memutuskan kembali ke kamar tapi dia mendengar pintu rumahnya di ketuk dia berfikir mungkin angel atau orang tuanya meninggalkan barangnya dia bergegas membuka pintu dan..
"Hai.." sapa dia pada willa.
"Arion?" Willa tak percaya Arion ke rumahnya.
"Mamaku membuat banyak sekali sub daging dia menyuruhku memberimu.." ucap Arion memandang willa.
Dia tak bisa menatap hal lain dia tertegun melihat penampilan willa dia memakai baju lengan pendek sepanjang dengkul berwarna biru tua rambutnya di kucir dua ini semua ulah angel yang merengek ingin mendandani willa meski hanya bisa menguncinya saja.
"Oh makasih..kamu mau mampir?" Jiwa Arion seperi tidak pada tempatnya karena terbuai keimutan willa.
"Arion?" Panggil willa yang sedari tadi tak mendapatkan jawaban dari lelaki itu.
"Ah..iya..iya.." Arion hanya neng iyakan tanpa tau tadi willa berucap apa.
"Oh kalo gitu kamu masuk." Willa mempersilahkan Arion masuk.
"jantung oh jantung jangan terlalu keras berdetak..." batin willa dalam hati dia sangat gugup berada di rumah bersama Arion saja.
"Eh?..." Arion makin bingung dengan apa yang dia setujui.
"Katanya kamu mau mampir?" Willa seakan tau maksud tatapan bingung Arion.
__ADS_1
"hal apa yang membuat seorang Arion nggak fokus?" batin willa.
"Oh bailah" Arion pun masuk ke dalam rumah willa.
dia duduk di ruang tamu sedangkan willa dia sibuk mengganti tempat sup milik arion lalu mencucinya sebelum mengembalikannya.
"apa yang harus aku lakukan?" tanya willa pada dirinya sediri dalam hati.
"Apakah kamu sudah makan?" Ujar Willa hanya basa basi tentunya.
"Belum." Jawab singkat Arion dia memang habis pergi dengan temanya tapi sesampainya di rumah dia di suruh ibunya pergi mengantar sup.
"Kalo begitu makanlah" willa tampak kembali ke dapur untuk menyiapkan makan untuk Arion
"Oh baiklah" willa hanya bisa mengucapkan itu.
tidak mungkin baginya bila meminta Arion tetap tinggal di rumahnya dengan alasan dia ingin memandangi wajah tampan sang pujaan hati.
"Kalo gitu aku pamit pulang..." Arion bangkit dari duduknya dia kini berjalan ke pintu keluar tentu saja willa mengantarnya sampai depan pintu.
"Jangan terus terlarut dengan keadaan Wil ini hanya cobaan pasti di masa depan kebahagiaan mentimun" Arion melempar senyum pada willa. willa yang jarang sekali melihat Arion tersenyum hanya bisa membatin dalam hati.
"ma pah di surga sana doa'kan illa berjodoh dengan dia yah?" batin Illa meminta doa restu mama papanya.
"Iya makasih atas supornya" willa tersenyum lembut.
__ADS_1
"Aku pamit pulang jaga diri kamu baik-baik dan aku tunggu saat sekolah di mulai" willa hanya mengangguk Arion pun beranjak pergi.
****
3 Minggu telah berlalu dan willa telah menyelesaikan urusan pendaftaran SMAnya.
Wila mendaftar sekolah yang sama dengan Shakila,Mika,Tara,Brian,dave Tak lupa Arion ya meski masih banyak murit lain tapi willa tidak terlalu akrab.
Dan hari ini adalah hari Senin hari pertama willa masuk SMA dia berangkat sekolah bersama mika karena ibu dan ayahnya meninggal tidak ada yang mengantarkan dia dengan senang hati mika menawarkan tumpangan untuk willa dia bilang kalo naik motor sediri ke sekolah rasanya malu.
Sedangkan Shakila dia pasti berangkat bersama adiknya dia selalu berangkat sekolah dengan adiknya, kalo Tara dia pasti berangkt sekolah dengan membonceng cowok, sedangkan Brian dan dave mereka akan datang ke sekolah pas mepet bell sekolah berbunyi ya sudah terbiasa dengan tingkah mereka.
"il gimana perasaan lo bisa sekolah bareng pria pujaan Lo lagi?" Tanya mika sambil mengendarai motor metiknya.
"B aja lagipula dia mana mungkin mau kenal akrab ma aku, kita nggak akrab sejak dulu cuman gue yang terlalu berharap." Ujar willa sambil menata rambutnya yang di kucur rendah yang tersibak ke mukanya.
"Lagian sih Lo cuman mau berharap nggak mau berjuang ya gitu deh jadinya, harusnya Lo tu juga harus berusaha dong buat dia lirik-lirik Lo gue yakin kalo Lo bisa buat dia terpesona dia bakal ngejar-ngejar lo" saat ini mika dan willa sudah berada di parkiran sekolah.
"Nggak semudah balikin tangan ka, rasanya tuh kayak masak nasi goreng tapi cabenya kurang" mika dan willa masih menunggu yang lain karena tadi udah janjian.
"Ya udah tambahin cabe bubuk aja,intinya Lo jampi-jampi atau guna-guna deh" mika terkekek melihat muka merenggut willa.
"Aku nggak punya dukun langganan yang bisa kasih diskon!" Mika makin terkekeh.
"Lo pikir dukun di jual di mall?!" Tak berselang lama yang lain pun tiba dan ternyata Brian dan deve berangkat lebih pagi.
__ADS_1