God Of Law And Nothingness.

God Of Law And Nothingness.
10. Arc Keluar Dari Kegelapan telah selesai.


__ADS_3

Whuuuuuuuuusssssssssss.


Letupan cahaya mulai menyelimuti seluruh pandangan Reza.


Semua kembali putih dan dirinya mengembalikan kesadaran ke tubuh.


Apa terjadi saat ini sangatlah mencengangkan.


Mata Reza yang biasanya kosong tanpa kehidupan dan hanya berlagak seperti manusia biasa. Sekarang, terlihat dia seakan mengharapkan sesuatu.


''Hangat... Aku ingin kehangatan itu lagi...'' Lemas ucap Reza sembari mengangkat tangannya keatas seakan ingin menggapai sesuatu.


''Nak, apa kau tak apa apa?.'' Terdengar, suara si guru yang menyuruh Qin Shui untuk mengurung dirinya.


Reza menoleh, dia melihat sosok wanita berambut putih pendek dengan mata biru safir menatapnya dengan wajah cantiknya minta ampun namun sedih.


''Hei!. Bisakah kau keluarkan aku dari sini?. Aku ingin merasakan kehangatan itu.'' Tanya Reza dengan nada berharap dan ini adalah tulus dari hati Reza sendiri.


Reaksi si guru terkejut terharu. Dia seakan melihat sebuah keajaiban yang surga berikan.


Dengan cepat, dia berlari menuju Reza dan memeluknya dengan penuh kasih sayang. Dia bersyukur karena melihat Reza seakan mengharapkan sesuatu secara tulus. Namun, dia tetaplah tak tau, apa maksud dari kehangatan yang Reza bicarakan itu.


Reza yang di peluk oleh si guru ini, dia merasakan sesuatu yang sama dengan sosok cahaya yang menyentuhnya di kala di alam bawah sadarnya. Tanpa sadar, Reza melingkarkan tangannya kepinggang si guru ini dan memeluknya dengan erat.


''Hangat... Apa ini rasanya dipedulikan dengan rasa kasih sayang?.'' Reza tersenyum senang, manis dan lembut. Dia ingin selamanya merasakan kehangatan ini dan tak pernah melepaskannya.


Sang guru terkejut ketika mendengar gumaman Reza. Ia semakin erat memeluk Reza dengan penuh kasih sayang dan bersyukur karena apa yang diharapkannya, ternyata hampir terkabulkan.


Ketika si guru hendak melepaskan pelukannya. Secara tiba tiba, Reza mengeratkan lebih erat.


''Bisakah aku seperti ini sebentar?. Ini sangat nyaman dan aku tak ingin melepaskannya.'' Benar benar begitu berharap dan meminta, ucapan Reza kepada Si guru.


Si guru hanya tersenyum. ''Kau bisa merasakan kehangatan seperti ini terus menerus, Rez. Jadi lepaskan dulu. Namaku Filia Jaene D'arc.'' Ujar si guru bernama Filia sembari menyebutkan namanya.


''Hmn.'' Reza mengangguk dan melepaskannya dengan pelan dan rasa enggan. Kemudian menunduk lagi dan berkata.


''Bisakah kau pergi tinggalkan aku dulu?...'' Tanya Reza dengan nada datar seakan dia kembali lagi menjadi boneka.


Filia sedikit takut dan cemas terhadap Reza yang tiba tiba kembali mendatar seperti ini. Namun, dengan keterpaksaan. Ia meninggalkan ruang penjara tempat Reza berada.


''Bila kau ada butuh sesuatu, maka berteriaklah. Aku akan datang.'' Ucap Filia dengan tatapan khawatir pergi meninggalkan Reza.


''Hmn.'' Reza mengangguk tanpa menatap wajah Filia.


Setelah merasa Filia pergi jauh darinya. Tiba tiba, muka Reza yang menunduk. Merona merah.


''Entah kenapa... Rasanya... MALU SEKALI LAH!!!.'' Teriak kesal malu, Reza menutupi wajahnya yang benar benar merona malu terlihat imut.


''Bila ada lubang... aku benar benar ingin masuk, yakin.'' Sambung kembali dengan menghadap tembok meringkuk di pojokan ruangan.

__ADS_1


Reza menghela napas panjang. Ia berdiri dan menatap tajam pada tembok didepannya ini.


''Aku harus kabur dari universitas ini bila ingin merasakan kehangatan dari cahaya itu. Alam Surga?, Richael apa kau tau apa maksud Alam Surga?.'' Reza benar benar seakan berubah menjadi manusia normal, dirinya ingin sekali merasakan suara, dan hangatnya hati di kala dia berada di alam bawah sadarnya.


[Alam surga adalah tempat terrendah dari alam tempat tinggal para dewa dewi. Bisa dibilang, adalah alam setelah kematian bagi mereka yang memiliki kebaikan hingga syarat tertentu dan akan tinggal disana.]


''Apa ada caranya untuk masuk kedalam Alam Surga?.'' Reza benar benar berharap agar bisa memasuki alam surga itu dan bertemu dengan sosok cahaya yang memberinya kehangatan.


[Terdapat dua cara. Capailah 3 kekuatan (jiwa, tubuh, mana) hingga Level 1desiliun dengan cara yang benar. Yang kedua, anda harus melakukan kebaikan dengan tulus selama minimal 100 tahun dan mati.]


Terbingung Reza dengan dua cara ini. ''Bagaiamanapun, keduanya tak cocok denganku...'' Memang dua cara itu tidaklah cocok untuk Reza.


Dia bukanlah orang yang baik, bisa dibilang dirinya adalah orang kejam tak segan segan membunuh mereka yang tak bersalah selama demi mencapai tujuannya.


[Ada sebuah cara tuan. Dimana, tuan harus menjadi seorang dewa. Tentu ini bukanlah perkara mudah dan nantinya akan menjadi rumit. Dimana, ketika anda menjadi dewa, Sang Penjaga Roda Takdir akan selalu mengawasi anda bahkan bisa membunuh anda bila merubah jalan takdir.


Seorang dewa memanglah bisa sesuka mereka sendiri. Namun, bila takdir berubah. Maka sang penjaga roda takdir akan datang dan membunuh tanpa sisa hingga jiwa dewa tersebut dan mengembalikan jalan takdir seperti semulanya.]


Tersenyum senang Reza karena ada sebuah cara. ''Lalu, seperti apa caranya?.''


[Capailah hingga level 500noniliun atau 0,5desiliun dan belajar cara menyatu dengan hukum. Belajar cara menyatu dengan hukum, nanti beli saja kitab tentang pengetahuan tersebut di fitur shop system.]


Reza mengangguk angguk mengerti. Kemudian, dia menatap rantai yang mengikat leher, kedua kaki dan tangannya.


''Sebelum menjalankan rencana, sepertinya aku harus melepaskan rantai sialan ini...''


''Richa, apa kau kenapa aku tak bisa menyalurkan {mana} ke vena elemen ku?.'' Reza terheran kenapa dan bagaimana bisa dirinya tidak bisa menyalurkan {mana} ke vena elemennya.


Hanya beberapa tempat tertentu yang bisa menggunakan energi. Maka dari itu, murid murid di Universitas ini jarang sekali berbuat kerusuhan menggunakan energi {mana} mereka selain di arena pertarungan, salah satu tempat yang bisa menggunakan energi {mana}.]


''Begitukah. Kurasa, hanya bisa mengandalkan kekuatan fisik dan seni pernapasan saja yang bisa kulakukan saat ini.''


Reza sejak tinggal didunia ini. Bukan hanya belajar formasi sihir dan bertarung saja. Seni pernpasan juga dia pelajari. Seni ini adalah seni yang membawa energi alam untuk dikendalikan oleh tubuh melalui pernapasan.


Biasanya, energi alam hanya bisa di kendalikan oleh beberapa ras saja. Seperti elf, dryad, dan naga bumi.


Reza mulai menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Ia memejamkan mata demi konsentrasi lebih jauh dan agar bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.


''


Bemmm.


Ledakan terredam terdengar dari dalam tubuh Reza bersamaan seluruh otot dan tubuh Reza seakan sedikit membengkak.


Dengan sekuat tenaga, Reza menarik tangannya berusaha memutuskan rantai yang mengikatnya.


Boooom.


Grrrrrr.

__ADS_1


Rantai tak terputus dan hanya sebatas retak, namun guncangan kuat terasa di sekitar mansion milik Filia dan Qin Shui ini.


''SEKALI LAGI!...''


Booom.


Akhirnya, rantai yang mengikat tangan kanannya terputus membuat guncangan kuat kembali terasa seakan tanah mau runtuh.


Reza kembali melakukan hal tadi pada rantai yang tersisa. Kali ini menjadi lebih mudah akibat tangan kanannya telah lepas terlebih dahulu.


Namun, guncangan tanah terasa benar benar kuat hingga seluruh pulau merasakan getaran kecil.


Akhirnya, hanya tersisa rantai yang mengikat leher saja dan Reza mulai tak kuat menahan napasnya kembali agar mempertahankan teknik pernapasannya.


'Tubuhku belumlah kuat untuk menggunakan seni pernapasan yang kuciptakan sendiri, ini terlalu menyedihkan.' Batin Reza dengan tersenyum kecut karena dia yang menciptakan tekniknya sendiri, haruslah tidak bisa menggunakan karena tubuhnya tak kuat menahan beban dari teknik.


Seteleh semenit kemudian, Reza kembali menggunakan teknik pernapasannya.


Otot dan dagingnya mulai sedikit membengkak. Sekuat tenaga, Reza menggenggam rantai yang mengikat lehernya.


Booom.


Sekali tarikan. Tanah diatas Reza langsung runtuh dan secepatnya Reza menyingkir dengan napas terengah engah.


''Untung, ngak kena runtuhannya...'' gumam Reza dengan senyuman lemas.


Dengan langkah tertatih tatih, Reza berjalan keluar dari ruang penjara. Kepala pusing membuat pandanganya sedikit buram. Ini cukup kesulitan bagi Reza untuk mempertahankan kesadarannya.


Dengan memaksakan diri. Akhirnya, ia sampai pada luar dari benteng penjara. Terlihat, padang rumput hijau dengan berbagai orang orang terheran heran karena guncangan kuat yang diciptakan oleh Reza.


''Aku harus cepat kabur dari sini.''


Reza langsung mengendap endap mencari tempat sepi dan mencoba agar orang orang tak melihat dirinya.


Merasa tidak ada yang melihatnya, Reza segera keluar dari tempat sembunyi dan mulai berlari dengan langkah tersebdat sendat seakan ingin jatuh kapan saja.


''Kau mau kemana, bocah kurang ajar!.''


...----------------...


Fitur sistem.


Map


Inventory


Status


Pemurnian tubuh

__ADS_1


Ruang imajinasi


__ADS_2