
Di alam para dewa dewi sejati.
Tempat Dewi Aphrodite berada.
Sosok wanita yang berada di balik tirai bambu mengenduskan hidung.
"Dia sudah semakin dekat. Hanya tinggal menunggu waktu saja untuknya datang ke alam awal mula ini. Higreos!. Jangan bersembunyi terus menerus." Gumam Sang Dewi Aphrodite mengarahkan wajahnya kedepan.
"Aku memang tak bisa mengelak darimu, Aphrodite. Dan juga, jangan mengenduskan hidungmu seakan seperti anjing saja, Aphrodite." Ujar sebuah mahluk humanoid cahaya berwarna transparan berkata pada sosok wanita di balik tirai bambu.
"Sepertinya kau terlaku pede hingga menganggapku bahwa aku mengendus endus dirimu, Higreos. Amit amit, hanya Reza saja yang boleh di sisiku selamanya." Terdengar mengejek, suara Dewi Aphrodite terhadap Dewa Higreos yang berwujud transparan itu.
"Tapi, bukankah Reza dengan diriku satu sama la..."
"Setelah semua sandiwara ini selesai. Jiwa asli milik Reza akan ku kembalikan, Higreos." Menyela, Dewi Aphrodite terhadap ucapan Higreos.
"Haaahh, kuharap kau masih memgang janji kita, Aphrodite. Jalan takdir sudah tak terselamatkan lagi. Hanya Reza saja, yang sanggup mengalahkan mahluk tak jelas entah pria atau wanita itu."
Aphrodite terdiam tak menanghapi apapun setelah mendengar perkataan Higreos.
Semua kehidupan saat ini dalam keadaan bahaya. Semua akan kembali kedalam kehampaan. Semua adalah jalan takdir yang telah di buat oleh sang kuasa.
Biarpun begitu. Para dewa dewi tidaklah bisa bertindak sesuka hati karena. Dari awal mereka adalah anak dari sang kuasa sendiri. Ikatan darah antara anak dan ayah tanpa ibu. Itu bukanlah sesuatu hal yang sepele.
Sang Kuasa akan tau segalanya setiap tindakan yang dilakukan oleh semua mahluk hidup di jagat raya yang dia ciptakan.
Hanya ras para dewa saja yang memiliki kebebasan lebih bebas karena tak terikat oleh sebuah takdir apapun. Namun kembali ke awal.
Dewa dewi adalah anak dari sang kuasa langsung. Dengan memutuskan hubungan darah antara dewa dewi dengan sang kuasa. Maka, dalam sekejap, eksistensi dewa dewi tersebut akan menghilang tanpa menyisakan apapun. Termasuk kehampaan yang menyertai dirinya.
Namun Reza berbeda.
Kehiduapn Reza, itu seperti mengelabuhi sebuah sistem komputer yang mudah di bodohi. Jalan takdir yang mengikat Reza, semua di kelabuhi karena campur tangan oleh tiga dewa.
Lebih tepatnya 2 dewa dan 1 dewi.
Higreos V'Cortex la Valeia, Sang Dewa Hukum dan Ketiadaan.
Gilgamesh, Sang Dewa Seni Bela Diri.
Aphrodite, Sang Dewi Cinta, Keindahan, dan Nafsu.
3 dewa dewi itu melakukan ekspreriment untuk mengelabuhi jalan takdir yang sudah di tentukan dengan Reza yang sebagai perantaranya.
Namun, semua telah di ketahui oleh sang kuasa. Hanya saja, entah kenapa sang kuasa tak menghentikan mereka bertiga untuk mengelabuhi jalan takdir dan mengubahnya.
****
Perlahan, sosok pria berambut perak dengan bibir perak terbangun karena terganggu, oleh sebuah aroma menyengat begitu bau dan pekat.
"Sial!. Tak kusangka, walau memiliki fitur pemurnian tubuh dari System. Tetap saja, kotoran dalam tubuhku benar benar begitu banyak hingga seperti ini." Tersenyum kecut, Reza meratapi kebauan tubuhnya.
"Ganti akun pertama." Reza tak bisa menggunakan tubuh akun kedua, yaitu tubuhnya saat ini untuk membersihkan kotoran yang mengental dan mempadat karena waktu berjalan.
Setelah menggunakan akun pertama. Reza mengucapkan satu skill.
"."
Whusss.
__ADS_1
Seketika, seluruh tubuh Reza bersih mengkilap dengan paras tubuh menjadi terasa begitu bersih dan semakin tamvan.
"Yah, begiti lebih baik. Ganti akun ke dua."
Semua kekuatan yang besar langsung menghilang begitu saja.
Reza berjalan santai keluar goa. Rencananya, dia ingin mengetes kekuatan tubuhnya saat ini. Setelah memakan buah Apel Bintang Malam. Reza memiliki kekuatan 10% dari orang tingkat kultivasi pembentukan tubuh.
Seluruh tubuh spesialnya saat ini masih dalam keadaan tersegel. Maka dari itu, dia tidaklah lebih dari manusia biasa bila menggunakan tubuh akun ke dua.
Satu hal lagi.
Semenjak mememukan jati diri. Reza mendapatkan sebuah skill.
Sesampainya di mulut goa. Reza mengecek status dirinya saat ini.
"Cek Status."
...{Status.}...
...{Nama: Reza.}...
...{Umur: ???.}...
...{Title:...
...-Orang Pilihan Dewi Aphrodite....
...(Kegunaan:...
...-Ketika melakukan hal hal vulgar. Sang wanita akan merasa kecanduan dan akan semakin candu seiring waktu berjalan.)...
...(Kegunaan:...
...-Ketika berhadapan atau bertarung dengan monster. Monster akan merasakan ketakutan dan juga efek penurunan kekuatan 10%. Hanya berlaku untuk monster yang kekuatannya setara atau dibawahnya.)...
...-Psycopath Edan....
...(Kegunaan: Akan memberikan keteroran bagi yang kekuatannya dibawah atau setara dengan tuan. Dan penurunan kekuatan hingga 40%.)...
...-Puncak Rantai Pemangsa....
...(Kegunaan: Sebuah title yang menjadi jati diri Tuan. Memberikan sebuah skill bernama . Menjadikan tuan sebagai seorang pelahap tanpa batas akan rasa puas dan akan terus lapar dan ingin melahap apapun itu.}...
...{Kekuatan:...
...-Jiwa: Lv. 1.009.738.353.679.000....
...-Tubuh: Lv. 189.928.000.366.889....
...-Mana Energy: Lv. 100.000.000.000. (0%).}...
...{Skill: , , , , , , , . keterangan lebih lanjut^^.}...
...{Poin Tukar: 1,768000779e18 poin.}...
...{Inventory: Acient Sky Light Saint, Full Set Assasint Mythic, altar pencipta jenis energi spiritual, pil peningkat kekuatan fisik {1.000×}, pil peningkat kekuatan jiwa {1.000×}, pil peningkat daya ingat {1.000×}, Tongkat Pilar Dunia, Kitab Pengetahuan Kultivator, Kunci Menuju Alam Dewa, Skill Book: , Satu Bangunan Sekte, Skill Book: .}...
Melihat statusnya. Reza cukup terkejut dengan title yang bertambah dan nama skill yang di dapat.
__ADS_1
"Pemangsa, kah. Dan juga, skill ini pasif. Sungguh, ini lebih seperti seorang author dalam sebuah novel. Mereka yang bebas menambahkan kekuatan apapun dalam cerita mereka."
Sekill pemangsa adalah skill yang melahap, memangsa, dan memakannya untuk di cerna sebagai energi pemangsa. Mengenai penjelasan skill, nanti author bakalan sebutin.
Tak ingin terlalu memikirkan. Reza segera mencari... tidak. Tak perlu di cari, dia sudah menemukan Hewan Buas berusia 100 tahun.
Sama seperti sumberdaya. Hewan buas juga akan semakin kuat seiring berjalannya waktu walau tanpa kultivasi.
"Kelinci neraka, kah. Hanya hewan itu saja yang sanggup kukalahkan bila tanpa menggunakan keterampilan seni bela diri."
Dengan ilmu meringankan tubuh. Reza melesat menuju tempat dimana hewan buas kelinci neraka itu. Tak perlu waktu lama, Reza telah sampai dan hanya berjarak 20 meter dari kelinci tersebut.
"Usia kelinci adalah 100 tahun. dan setidaknya, kekuatannya setara dengan kultivator pembentukan tubuh●2 dan tiga. Tanpa menggunakan seni bela diri, sepertinya kesempatan menang hanya 40% kebawah. Hmm, baiklah."
Tanpa ragu, Reza meloncat dengan cepat menuju kelinci tersebut. Dan sebuah serang tusukan dari tangan Reza, seketika mengarah menuju kepala kelinci.
Whuusss.
Dengan mudah dan begitu cepatnya, Kelinci Neraka menghindari serangan Reza.
Tak ingin basa basi banyak bacot. Reza segera mengejar kelinci tersebut dan melakukan bela diri tangan kosong yang normal tanpa menggunakan bela diri dari Kesenian Bela Dori Sesungguhnya.
Terlihat, pertarungan begitu sengit dan intens antara Reza maupun kelinci. Namun, bagi pandangan orang orang, si kelinci terlihat seakan meremehkan Reza.
Merasa terlalu lama bermain. Si kelinci mulai melakukan serangan dari pada bertahan dan menghindar.
Sreet
Whuss.
Dengan mudah pula, Reza menghindar dari serangan kuku jari yang begitu tajam dari Kelinci Neraka.
Terlihat dalam pandangan hewan hewan. Si kelinci neraka mengerutkan kening karena terheran bagaimana Reza bisa menghindari serangan darinya.
Namun, dia tak perduli dan mulai menyerang Reza dengan kekuatan lebih besar dari yang tadi.
Hal menhejutkan terjadi bagi sang kelinci. Reza dengan mudahnya menghindari setiap serangan dari dirinya yang bagi manusia biasa adalah hal mustahil untuk menghindari satu serangan yang dia lancarkan.
Kiaaarrkk.
Teriak marah sang kelinci merasa di permainkan oleh manusia didepannya. Sebuah ledakan energi Qi, seketika meledak dari dalam tubuhnya.
Booom.
Kobaran api bercampur petir mulai muncul dan mengelilingi si kelinci. Gerakan setiap serangan yang dilakukan oleh si kelinci, ribuan kali lebih cepat di banding yang tadi.
"Gerakanmu terlaku mudah untuk di baca. Walau secepat apapun itu." Ujar Reza dengan datar.
Dan tiba tiba, entah mengapa kepala si kelinci terputus begitu saja tanpa sikelinci sadari.
Reza berjalan mendekat menuju si kelinci yang sudah sampai di alam baka.
"Yah, terima kasih telah membiarkan aku mengukur kekuatanku dengan nyawamu. Demi penghormatan, dagingmu akan ku makan dengan lembut dan tenang tanpa terburu buru."
...~<<<♡>>>/~...
...Maaf, seharusnya, aku mau up 3 ch. Tapi, karena ada telpon dan ke blabasan sampai dua jam dan main ke chat room juga ke blabasan....
...Author jadi ngak punya waktu banyak dan stamina yang prima buat bikin novel....
__ADS_1
...Lagian, disini juga ngak ada yang protes....