
...Ehhmmm....
...Oke,...
...Kemaren, author dapat peringatan dari beberapa pihak. Dikatakan, jangan memposting sesuatu hal yang berbau vulgar. Terutama, pada bagian plot yang menggambarkan sesuatu hal hal vulgar....
...Author juga berpikir, untuk membuat grup di telegram. Tentu, itu hanya untuk khusus novel ini aja. Link, dibawah ini ya....
...https://t.me/joinchat/SHInBtsYV09mMzg1...
...****...
Tak terasa, waktu berlalu dengan cepat. Sudah seminggu, sejak Reza menyelesaikan malam pertama dengan sang pujangga, Filia Jaene D'arc.
Terjadi beberapa perubahan dalam sikap Filia. Dia semakin ganas dan semakin mesum seiring berjalannya waktu selama seminggu ini.
Dalam sehari, mereka berdua bisa saja berciuman lebih dari 20 kali. Dan tiap malam, Filia terus menerus meminta jatah. Bagi yang ngerti aja, yang ngak ngerti jangan berpikir keras.
Seharusnya, ini terbalik. Dimana, seorang lelaki lah yang biasanya minta jatah malam pada sang istri. Namun, Filia berbeda. Dia begitu ganas bila Reza menolak, tulang tulang bisa patah di tangan Filia.
Efek dari title orang pilihan dewi Aphrodite, benar benar luar biasa. Hormon sek*sua*litas Filia meningkat dengan tajam. Kenafsuan Filia benar benar mengerikan hingga ketingkat yang tidak bisa Reza kontrol.
Masih beruntung, Filia bisa mengontrol nafsunya dalam se*x*s. Dimana, Filia hanya akan mengganas ketika malam saja, dan ketika pagi siang sore. Mungkin hanya sebatas ciuman saja.
Ini menjadi masalah dan juga berkah bagi Reza. Masalahnya, adalah hal ini sangatlah merepotkan dan juga menyusahkan ketika malam hari dia tidaklah bisa tidur dengan nyenyak karena harus ng*e*we dengan Filia terus menerus.
Namun, berkahnya adalah. Semakin lama waktu berlalu, permainan Filia entah tangan, pinggul, dan hal *ehmm ehmm* lainnya. Benar benar membuat Reza merasakan kenikmatan tiada tara.
Filia semakin ahli dalam melakukan *itu* dan terus meningkat dalam melayani dirinya. Tentu, ini menjadi kesenangan tersendiri bagi Reza.
---'---
Pagi hari yang indah, cahaya mentari masuk melalu jendela menerangi dua insan yang telah melakukan pertarungan malam yang panjang.
Terlihat, wajah Filia menampilkan sebuah senyuman puas dengan sedikit mesum. Dan Reza, membuka matanya menatap langit langit kamar dirinya sendiri.
"Huuuhh, entah kenapa. Setiap aku ng*e*we dengan Filia, semua energiku kembali terisi bahkan merasakan sehat bugar. Apa ini juga salah satu kegunaan dari title orang pilihan dewi Aphrodite?." Gumam Reza karena terheran dengan kondisi tubuhnya ini.
[Benar Tuan. Bisa di bilang, melakukan hal vulgar kepada wanita, akan mengembalikan seluruh kondisi kelelahan mental ataupun fisik.]
Mendengar jawaban dari Rina, Reza tersenyum kecut dan merasa aneh pada dirinya sendiri.
Reza memosisikan tubuhnya untuk duduk dan memandangi wajah cantik Filia yang tak mengenakan penutup mata dan juga penutup tubuhnya selain selimut.
__ADS_1
Perlahan, tangan Reza bergerak dan membelai lembut wajah Filia. Dia merasakan, sebuah kehangatan hati ketika memandan wajah cantik Filia ini.
"Terima kasih, Filia. Karna tlah menemaniku hingga saat ini." Ujar Reza dengan tulus dalam hatinya yang bersinar hangat itu.
"Hmm, apapun maumu. Pasti akan kuturuti, Rez."
Filia terbangun ketika mendapat belaian lembut di wajahnya, ketika dia mendengar ungkapan terima kasih dari Reza. Hatinya terasa hangat dan tentram kala menerima ketulusan Reza.
Reza bangun dari kasurnya dengan tubuh telanjang bulat tanpa memakai apapun. Benda bergelantungan dengan gagah itu, membuat bagian bawah Filia terasa basah kembali.
Dan secara mengejutkan, Filia menarik tangan Reza dengan paksa dan menindihnya diatas tubuh Reza dengan sebuah senyuman mesum tingkat tinggi.
"Kalo gitu, gimana kalau kita olahraga pagi seronde dulu, Reza."
Reza tersenyum kecut mendapat perlakuan seperti ini dari Filia. Dia tak menyangka, dalam waktu satu minggu saja. Filia yang baik hati dan tulus, akan berubah menjadi wanita penuh nafsu.
"Terserah kau saja lah."
Akhirnya, pagi hari yang indah dengan mentari yang menyejukkan. Terdengar suara desahan penuh kenikmatan dan kesenangan dari sosok wanita.
---'---
Setelah bermain yang katanya Filia satu ronde, ternyata menjadi 10 ronde. Membuat, Reza pusing sendiri harus bagaimana mengurus wanita nafsuan seperti ini.
Reza maupun Filia segera mandi dan makan secepatnya karena waktu sudah tidak banyak lagi.
Keduanya memang tidak saling salah menyalahkan. Karena, memang keduanya juga menikmati setiap pertempuran ranjang mereka.
Selesainya makan. Filia berdiri dari kursi makannya dan memegang pundak Reza. Seketika, mereka berdua berpindah tempat dari mansion Filia dan Qin Shui menuju tempat aula dimana ujian kedua akan di berlangsungkan.
Filia menatap Reza dan berkata. "Rez, akan kuberitahu mengenai ujian kedua di universitas. Tentang ujian kedua, yaitu kau harus mengalahkan seniormu atau murid dari universitas ini.
Tergantung pilihan murid yang ingin kau lawan. Namun, saranku. Kau tantang saja murid spesial. Murid spesial adalah murid yang diatas murid inti di universitas ini. Kekuatan mereka rata rata adalah Platinum hingga Crown.
Murid spesial juga bisa mengambil misi dan terbebas dari universitas. Jadi, kau tidaklah terikat dengan peraturan universitas. Namun, ada peraturan tetap yang harus kau ikuti, nanti akan ku beritahu kepadamu.
Kalo begitu, aku akan menontonmu diatas ruang itu."
Pada kalimat terkahir Filia, dia menunjuk pada sebuah ruang khusus dan megah.
Kemudian, tiba tiba Filia menghilang begitu saja meninggalkan Reza yang merasa seperti kekasih yang di tinggal oleh pacarnya sendiri.
"Yah, tak apa lah. Lagian, dia tidak akan pergi meninggalkan aku begitu saja setelah apa yang kita lalui."
__ADS_1
Reza berjalan menuju tempat para calon murid berkumpul. Tentu, seketika, semua perhatian mata tertuju padanya sedari tadi dimana. Semenjak Reza tiba di aula ujian kedua ini.
Terutama banyak wanita yang menatap Reza dengan mata berbinar penuh keminatan. Mereka mimisan karena tak kuat menahan halu mereka pada wajah super tampan dan ketampanan banget itu.
Namun, tidak ada yang berani mendekati Reza karena mengetahui identitasnya sebagai murid dari wakil rektor atau pemimpin tertinggi di universitas ini.
Mereka sadar, bukanlah selevel bagi mereka karena status Reza lebih tinggi di banding dengan siapapun.
"Baiklah, semua calon siswa telah hadir. Saya jordan, tetua ke... saya lupa. Tanpa basa basi lagi, saya akan jelaskan mengenai ujian ke dua ini.
Di ujian kedua, kalian akan menantang senior kalin. Bagi yang murid pilihan tetua, kalian akan menantang senior murid pilihan tetua. Dan juga unuk pendatangpun sama.
Cara menantangnya. Nanti, di token akan ada pemberitahuan mengenai siapa yang akan kalian tantang. Dari murid buangan, hingga murid kepala sekolah.
Ohh, saya lupa bahwa belum saya jelaskan megenai secara lengkapnya jenis jenis murid di Universitas ini. Murid dibagi dalam murid buangan, luar, dalam, Elite, inti, spesial, Epic, Ace, Dan murid kepala sekolah.
Baik, silahkan kalian cek token kalian. Nanti, akan ada jenis murid dan kalian pilih murid mana yang ingin di tantang. Dan untuk orang yang ingin kalian tantang.
Itu bisa secara acak ataupun memilih sendiri. Kalian bebas memilihnya. Baiklah, sekarang kalian cek dan langsung pilih saja yang ingin kalian tantang murid mana.
Bagi calon murid yang kalah, mereka akan menjadi murid buangan. Nasib kalian yang menjadi murid buangan tidaklah akan sedemikian indah tiap waktunya. Kalian hanya akan menjadi budak seseorang yang kuat bila menjadi murid buangan."
Sebagian besar, murid menjadi lesu dan seakan putus asa. Tak heran mereka menampilkan wajah sepeti itu.
Bagaimanapun, bila gagal dan menjadi murid buangan, maka sama halnya sebagai seorang budak.
Rata rata, murid disini adalah seorang bangsawan atau pedagang kaya yang memiliki seni bela diri dan kekuatan. Ada pula yang menjadi penyihir atau ahli nujum dukun hingga bertahan di lost world.
Sangat langka mereka mereka yang hanya rakyat biasa dan mendapat rekomendasi dari pihak universitas unuk mendaftar.
Segera, calon murid ini mengeluarkan token universitas dan memeriksa pemberitahuan yang ada.
Reza juga sama, dia mengeluarkan tokennya dan mengeklik bagian tengah. Muncul layar hologram dan ia memencet tombol pemberitahuan.
Terdapat beberapa jenis murid yang ingin di pilih.
Reza beepikir, kekuatannya saat ini adalah mythic dan tentu, tidak banyak yang memiliki kekuatan setingkat dengan dirinya.
"Kurasa, murid Epic bukan masalah..." sebuah senyuman menantang terlukis di wajah Reza.
Tanpa ragu, dia memencek murid Epic dan terlihat, daftar ratusan murid. Reza memilih, dari 289 murid Epic. Ia memilih bagian murid diantara urutan 200-250.
Secara asal memilih, Reza memencet murid urutan 235.
__ADS_1
"Kuharap, lawanku bisa mengimbangi kekuatanku."