
Tak perlu waktu lama. Mantra formasi dunia deteravuyu dan aray formasi dari alam kultivator telah terkombinasi. Ini memang menakjubkan.
Walau dari perkiraan Reza menganalisa tentang tingkat gabungan Mantra Formasi dengan Aray Formasi adalah tingkat rendah menurut Kitab Pengetahuan Kultivator. Namun, kekuatan serta pertahanan dari kedua formasi tersebut, benar benar menakjubkan.
Setidaknya, itu bisa menahan serangan dari Kelahiran Prajurit Qi. Yang mana adalah tingkat kultivasi selanjutnya dari jalan pengakuan.
"Yah, dengan formasi ini, seharusnya bisa menahan serangan orang orang di tanah kelahiran rendah ini. Kecuali 10 orang itu yang datang menyerang formasi."
Dengan mata yang melihat segala hal. Reza menemukan terdapat 10 orang yang menjadi eksistensi besar di tanah kelahiran rendah ini.
Tingkatkan mereka benar benar terlalu tinggi untuk di alam rendah ini. Hanya sekali jentikan jari mereka, mungkin 1 sampai 2 benua alam rendah akan hancur lebur.
Oh, author lupa belum menjelaskan. Dikatakan alam kultivator bukan dunia, itu dikarenakan konsep alam kultivator bukanlah sebuah planet berbentuk bulat.
Melainkan konsep planet datar. Tanah kelahiran rendah saja, luasnya setidaknya bila di ukur dalam skala jagat raya, bila jagat raya 100 poin. Maka alam kultivator rendah ini adalah 78 poin dari jagat raya.
Maka dari itu, alam terluas adalah alam kultivator. Namun, bila menghitung dari skala jagat raya untuk menempati alam kultivator rendah ini. Maka alam kultivator adalah alam terkecil. Dikarenakan, alam ini menggunakan sistem dimensi terpisah.
Sama seperti alam semesat semesta lainnya. Alam kultivator juga memisahkan alam mereka dengan alam lain. Hanya saja, bila di pandang dari jagat raya. Maka alam kultivator adalah alam terkecil. Namun, bila melihatnya dari dalam. Maka alam kultivator adalah alam yang lebih besar dan luas dibanding dengan jagat raya itu sendiri.
Tak ingin memikirkan lebih jauh. Reza segera memulai kultivasinya sesuai dengan Kitab Pengetahuan Kultivator.
"Langkah awal yang ada di Kitab Pengetahuan Kultivator adalah menemukan jati diri dari diri kita yang lain. Bila di kenal dalam dunia perkultivatoran, adalah iblis hati."
Dalam posisi duduk meditasi. Reza mulai memejamkan mata dan masuk kedalam kesadaran batinnya.
Merasa sudah memasuki kesadaran batin. Reza melihat sekeliling yang hanya berisi oleh sebuah aura pembunuh yang begitu kental, pekat, dan melimpah. Di tambah, sebuah aura penguasa naga bewarna ungu indah namun menakutkan disaat bersamaan.
"Dalam waktu dekat, mungkin aku akan berfokus untuk menghilangkan aura pembunuh ini menjadi aura penguasa naga."
Kembali tak ingin memikirkan lebih jauh (hanya sementara). Reza mulai memosisikan dirinya untuk duduk meditasi kembali dalam kesadaran batinnya.
Untuk menemui jati diri, seseorang haruslah memasuki kondisi dalam kesadaran batin dan menghilangkan semua yang ada di dalam kesadaran batin.
Dan ketika kesadaran batin menjadi kosong. Di saat itulah, sosok diri kita akan muncul yang akan menentukan jati diri kita bagaimana.
Itu menurut Kitab Pengetahuan Kultivator.
Setelah mengosongkan semua hal yang ada di kesadaran batinnya. Reza mulai membuka mata. Hal mengejutkan, dia lihat.
Ini seperti... tidak!. Mungkin ini memang {Yin Yang}, sebuah warna hitam putih dan berlawanan.
Dalam pandangan Reza. Mata bagian kanan adalah warna putih. Sedangkan bagian kiri adalah hitam.
Tubuhnya juga benar benar berbeda. Bagian kanan, terlihat begitu suci, menghangatkan, dan menyamankan. Dan sebuah sayap malaikat di punggung kanannya.
Sedangkan bagian kiri tubuh. Itu benar benar buruk. Terasa benar benar haus akan darah, pembunuhan, kekejaman. Reza merasakan sensasi tubuhnya benar benar mengerikan dan mencekam bagi siapapun yang melihat dirinya.
Namun, Reza tak peduli dengan hal itu. Hanya satu yang menjadi perhatian Reza teralihkan semuanya.
Sebuah 2 pasang mata menatapnya dengan tajam. Dua pasang mata yang memancarkan aura yang saling bertolak belakang. 2 pasang mata, yang terasa begitu memberikan sebuah keberkahan pada kanan Reza. Dan sebuah keputusasaan yang begitu mendalam pada bagian kiri Reza.
Dua pasang mata tersebut, setidaknya memiliki lebar jutaan kilo meter besarnya.
""Selamat datang di sisi kami, Diriku!."" Terdengar, sebuah suara yang tak jelas entah lelaki atau perempuan dari dua mata itu.
Terasa benar benar bertolak belakang suara tersebut yang mengeluarkan perasaan tersendiri seperti jenis mereka.
""Jadi, apa yang kau ingin lakukan disini, Wahai Diriku?."" Serentak kembali ucap dua pasang mata itu.
__ADS_1
Reza tak merasa takut, dia merasa seperti berbicara dengan dirinya sendiri. "Aku hanya ingin menemukan sebuah jati diriku, Wahai Diriku?." Reza mencoba meniru pembicaraan dua pasang mata itu. Walau itu terdengar begitu aneh.
"Hmm, bergabunglah dengan ku, Wahai Diriku!. Kau haruslah ingat, Filia pernah mengatakan untuk menjadikan kita sebagai orang yang baik. Semua tindakan akan terbalaskan sesuai dengan perbuatan kita. Dengan bergabung denganku, maka kau akan memperoleh sebuah hasil yang di inginkan oleh Filia."
Ujar si pasang mata bagian kanan yang memberikan sebuah perasaan nyaman, tentram, dan hangat.
"Jangan dengarkan dia!, Wahai Diriku!. Kau memiliki kekuatan hukum dan ketiadaan. Hancurkanlah semua yang menghalangimu dan gunakan mereka untuk membantumu menjadi kuat!. Lepaskan semua yang mengendalikanmu!, siapapun itu. System, sang kuasa, higreos, gilgamesh. Kau adalah orang tanpa takdir yang jelas!. Tiada yang bisa menghalangimu. Dengan bergabung dengan ku, alan kujamin satu hal kepadamu!. Kau akan selalu ku lindungi dan tak akan ada yang bisa mengikat takdirmu, Wahai Diriku!."
Sekarang, terdengar dari ucapan pasang mata bagian kiri yang penuh dengan dominasi akan sebuah perasaan negatif.
Pasang mata positif menatap pasang mata negatif dengan tatapan tak suka. "Wahai Diriku, jangan kau membimbing Diriku kedalam jalan yang salah!. Filia sudah mengajar..."
"Wahai Diriku!. Seharusnya kau tau kalo kita satu sama lain!. Kita taklah terima bila harus di perlakukan seperti ini. Filia menunggu kita dengan menderita!. Apa hatimu hanya demi orang lain sedangkan Filia masihlah menderita menunggu kita?!!."
Dua pasang mata yang saling bertolak belakang ini, saling cek cok menentukan jati diri Reza atau diri mereka sendiri.
Sedangkan Reza asli... bukan. Lebih tepatnya Reza netral yang ingin memihak kesiapa. Dia hanya berekspresi bodoh mendengar cek cok dari dirinya sendiri ini.
'Entah kenapa aku seperti melihat anak kecil bertengkar saja. Ini seperti di kartun kartun anak anak yang mendapat bimbingan dari setan dan malaikat di kiri kanan pundaknya. Yang mana, aku harus memilih jalan antara kebaikan dengan kejahatan.' Batin Reza dengan wajah datar.
Reza merubah datarnya wajah menjadi serius menatap pada kedua pandangan yang berbeda. Hitam dan putih. Kebaikan dan kejahatan. Kepedulian dan pemberi keputusasaan.
Semua itu haruslah berimbang tiada berat sebelah dalam sebuah keseimbangan duniawi.
Namun, Reza tak perduli dengan semua itu.
Dia adalah Reza.
Sosok ketidak pedulian terhadap apapun.
Sosok yang akan memangsa siapapun yang menjadi masalah kepada dirinya.
Sosok, yang akan memangsa setiap orang yang mengganggu orang tersayangnya!.
Dua pasang mata, kemudian berhenti cek cok dan menatap Reza netral dengan tatapan berbeda. Mereka terbingung, Reza netral yang mengeluarkan aura begitu berbeda dengan mereka berdua.
""Apa yang kau lakukan, Wahai Diriku?."" Ujar bersamaan, dua pasang mata tersebut.
"Wahai diriku. Aku telah menemukan jati diriku sendiri. Tak akan memihak siapapun. Dan akan memangsa setiap orang yang mengahalangiku."
Jleeeeb.
Hal mengejutkan terjadi. Reza netral tiba tiba menusuk jantungnya dengan tangan kanan tanpa ragu.
Kedua pasang mata seketika terkejut. Namun, beberapa saat kemudian. Suara tawa keras seketika terdengar.
Hahahahahahahahahaha.
""BAGUS WAHAI DIRIKU!. BENAR!. KAU ADALAH KETIDAK PEDULIAN!. KITA BERTIGA ADALAH SOSOK BERBEDA. TIADA SATUPUN DIANTARA KITA YANG COCOK. MAKA PILIHANMU ADALAH BENAR!.""
""MANGSALAH!, LAHAPLAH!, SEMUA!. SEMUA YANG MENGGANGGUMU DAN MENGHALANGIMU!. BANTU MEREKA YANG MEMBUTUHKAN, NAMUN LUPAKAN MEREKA YANG MENYUSAHKAN. DAN MANGSALAH MEREKA YANG MENGHALANGI!.""
""DAN JADILAH!... SOSOK YANG MENJADI PUNCAK RANTAI DARI SELURUH PEMANGSA YANG ADA DI JAGAT RAYA!.""
Setiap perkataan dari dua pasang mata itu. Reza melakukan hal yang begitu menjijikkan dan menyeramkan. Setiap bagian tubuh dia makan. Setiap organ dalam dia makan. Kaki, kemal*uannya sendiri, dan lain lain.
Bahkan, sampai tulang tengkorak dan seluruh tulang yang ada hingga di makan. Namun, hanya tiga bagian tubuh saja yang masih tersisa.
Dua tangan dan sebuah mulut.
__ADS_1
Hanya tersisa tiga bagian tubuh itu saja, dari kesadaran batin Reza Netral atau Reza asli.
Mulut yang seakan benar benar gabungan dijahit dari dua mahluk paling bertolak belakang. Bagian kiri yang memiliki warna bibir hitam dengan sebuah taring yang agak panjang dengan lidah maupun giginya juga berwarna hitam.
Sedangkan bagian kanan hanya biasa saja namun terasa mengeluarkan aura suci dan berbanding terbalik dengan bagian kiri yang mengeluarkan aura keputusasaan.
Tanpa di sadari Reza. Seluruh langit dari tanah kelahiran rendah alam kultivator mengalami ke anehan.
Sebuah prajurit cahaya yang begitu besar melayang menuju tempat lembah dimana Reza berada.
Mereka mengarahkan senjata mereka menuju lembah tempat Reza berada. Entah pedang, tombak, panah, gada, dan lain lain.
Satu serangan bersama, semua prajurit itu lepaskan menuju lembah seratus sungai surgawi. Namun, semua itu sia sia dan menghilang begitu saja ketika dua pasang mata muncul memancarkan dua aura keputus asaan dan sebuah keberkahan.
"JANGAN GANGGU DIRIKU!."
BOOOOOM.
Semua prajurit cahaya yang datang dari langit seketika meledak menggetarkan alam kultivator rendah ini.
Semua orang ketakutan, tiada yang berani keluar rumah. Mereka berlindung dengan apa yang bisa di gunakan untuk berlindung.
Langit kembali mengalami kejadian yang begitu aneh. Menghilangnya prajurit cahaya yang sebesar gunung everest. Berganti menjadi sebuah bayangan malaikat kematian yang membawa sebuah sabit.
Bayangan malaikat kematian tersebut begitu besar. Setengah alam kultivator tertutupi oleh tubuh bayangan malaikat kematian tersebut.
Dua pasang mata yang begitu besar namun seperti kucing di hadapan malaikat kematian. Terlihat gerak gerik mata mereka ingin melakukan sesuatu.
Namun, tiba tiba mereka menatap seakan seperti terkejut. Kemudian, mereka menghilang begitu saja.
Dan sekarang, Reza lah yang mengalami ke anehan. Rambutnya hitam pendek. Berubah menjadi menjuntai panjang begitu lembut dan lemas dengan warna rambut berwarna perak. Bibirnya juga berganti warna yang tadinya merah menggoda. Sekarang berganti menjadi perak yang penuh dominasi dan begitu lebih menggoda. Termasuk bulu mata dan alisnya yang menjadi warna perak.
Reza bergerak menurunkan penutup matanya yang di kenakannya itu. Ketika kelopak mata terbuka, sebuah keindahan begitu menawan seketika terlihat.
Gambar sebuah jagat raya yang berputar putar sesuai dengan rotasi mereka didalam Kornea atau iris mata. Dan sebuah samar, bintik bintik cahaya perak berada di pinggir kornea atau iris mata Reza.
Wajahnya yang tadinya begitu tampan dan menawan walaupun mata tertutupi oleh penutup mata. Sekarang, semuanya menjadi semakin menjadi jadi bahkan ketampanan Reza setara dengan para dewa.
Reza mendongakkan kepalanya menatap ke atas. Satu kata dengan nada datar seketika terucap.
"LAHAP LAH!."
Sleep.
Seketika, malaikat kematian yang berniat mengayunkan sabitnya ke Reza, menghilang begitu saja. Bersamaan dengan itu, langit alam kultivator seketika menghilang dan pemandangan luar angkasa begitu terlihat dengan jelas.
Sudah tiada cahaya matahari ataupun bulan dari dua sisi siang dan malam alam kultivator.
Dan secara begitu perlahan. Atmosfer atau bagian langit alam kultivator kembali pulih dengan perlahan setelah menghilangnya langit alam ini begitu saja.
...~<<●>>~...
...Maaf Athor karena belakangan ngak Update. Bagaimanapun, author hanya penulis abal abal. Ngak nentu apa ini seperti novel karya author yang author buat dan ngak selesaikan. (Tamat)....
...tapi tenang. selama pendapatan nadi novel ini dalam sebulan bisa nyampek 2 ribu lebih. maka author bakalan kerja keras....
^^^NAMUN, INGAT!!!. AUTHOR JUGA PEMBACA, SEPERTI KALIAN KALIAN. AUTHOR JUGA BUTUH HIBURAN SEPERTI BACA NOVEL ATAU MENIKMATI WAKTU.^^^
^^^author bukan full time witers. selama mood, author bakalan bikin.^^^
__ADS_1