God Of Law And Nothingness.

God Of Law And Nothingness.
39.


__ADS_3

Alam kultivator dibagi menjadi beberapa bagian. Diantaranya tanah kelahiran Rendah, Menengah, Puncak, Alam Setengan Dewa, dan Alam Dewa. Selanjutnya ngak usah di sebutin biar greget.


Alam Kultivator tempat Reza sekarang adalah Tanah Kelahiran rendah.


Tingkat kultivasi dalam alam kelahiran rendah ini, dibagi menjadi


>Ranah Awal/ Fana. {Alam Kultivator Tanah Kelahiran Rendah.}


-Pembentukan Tubuh: 1-20.


-Pembentukan Qi: 1-20.


-Transformasi Qi: 1-20.


-Manifestasi Qi: 1-20.


-Pembentukan Roh: 1-20.


-Perwujudan Elemen: 1-20.


-Jalan Pengakuan: 1-5.


Pada ranah ini, seorang kultivator tidaklah bisa mengeluarkan jenis elemen mereka ketika masih dibawan tingkat pembentukan roh.


Reza saat ini masih mengamati menggunakan mata melihat segalanya. Dia masih memilih tempat mana yang cocok untuk dirinya tinggali dan berkultivasi.


"Lembah seratus sungai surgawi. Hanya tempat itu yang cocok untuk berkultivasi dan banyak siluman maupun monster."


Reza akhirnya memilih sebuah lembah. Dia melihat, aliran energi alam maupun Qi, disana begitu melimpah. Dan juga, dengan banyaknya siluman maupun monster. Itu adalah tempat berbahaya yang tidak ada orang yang ingin memasuki lembah tersebut.


"." Seketika, Reza menghilang di padang rumput yang luas menuju Lembah seratus sungai surgawi.


Saat ini, tubuh Reza menggunakan akun pertama yang menyimpan kekuatan mana. Jadi, Reza masihlah bisa menggunakan skill dari dunia deteravuyu.


Seharusnya, ini tidak bisa di lakukan karena hukum primordial. Namun, setelah segel Dewa Higreos terlepas. Segala macam hukum sudah tak berlaku bagi Reza.


Reza melihat, seketika banyak siluman maupun monster yang mendekat ke dirinya karena merasakan aura kehadiran miliknya.


Tak ingin terlalu mengurus mahluk ini. Reza mengucapkan satu skill.

__ADS_1


"."


Booom.


Sebuah ledakan aura berwarna ungu, seketika keluar dari dalam tubuh Reza. Tekanan layaknya gunung menimpa para monster maupun siluman, membuat mereka menggerang kesakitan dan ketakutan terhadap Reza.


"PERGI DAN JANGAN GANGGU DIRIKU DI WILAYAH YANG AKU TEMPATI!!!. LEBIH BAIK JUGA, JANGAN BIARKAN ORANG ORANG MENDEKAT KE DAERAH YANG KU TEMPATI!."


Gema dengan menakutkan, suara Reza memeperingati setiap siluman maupun monster ini.


Selama masa pelatihan ataupun mengurung diri. Reza selalu menggunakan waktu luang untuk mengubah aura pembunuhnya menjadi aura penguasa naga. Hal ini membuat kekuatan dari benar benar ketahap yang mengerikan.


Para monster langsung mengangguk angguk layaknya ayam makan. Mereka seakan mengerti bahasa yang Reza ucapkan dan segera pergi dengan langkah kaki yang begitu berat akibat tekanan dari Reza.


Setelah membereskan masalah utama. Reza melihat sekeliling. Berpikir tak akan nyaman bila berlatih di hutan belantara seperti ini. Akhirnya Reza mulai membangun sebuah rumah.


Dengan kepintarannya, mudah bagi Reza untuk membangun rumah ideal dengan struktur pondasi yang kuat.


"Kurasa, ruang bawah tanah bukanlah yang baik. Bagaimnapun, terjadinya reruntuhan bukan sesuatu hal yang aneh."


Awalnya, Reza berpikir untuk membuat sebuah ruang bawah tanah. Namun, setelah di pikir lebih jauh. Masalah runtuhnya bagian atas dari ruang bawah tanah, menjadi sebagai permasalahan yang serius.


Masalahnya adalah, ketika Reza sedang kultivasi dan tak bisa di ganggu. Bagaimana bila tanah diatasnya runtuh?. Itu akan menjadi masalah.


Reza kumpulkan setiap pohon jati tersebut menggunakan elemen ruang. Dan, dengan bantuan mata melihat segalanya dan kepintaran. Reza mulai membuat pohon tersebut menjadi bagian struktur yang diperlukan.


Waktu terus berlalu. Hari mulai menjelang sore. Dan akhirnya, sebuah rumah kayu yang Aesthetic tercipta dengan elegan.


((Gambar rumah, sumber pinterest dan bukan milik author.))



Tak ada rasa lelah ataupun keringat menetes di dahinya. Hal seperti ini, terlalu mudah bagi Reza. Dengan langkah yang seakan habis pulang kerja, Reza masuk kedalam rumah buatannya.


Mendapati interior rumah, semua masihlah kosong tiada apapun. Reza mengayunkan tangannya dan seketika, semua keperluan dalam rumah langsung muncul tertata rapi.


"Yah, tak kusangka. Rina juga membelikan kebutuhan prabotan rumah juga."


Reza mulai melepaskan pakaian harian dari dunia deteravuyunya. Dengan telanjang bulat, santai Reza berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Didalam kamar mandinya juga terdapat sebuah shower dan bak mandi di gunakan untuk berendam.


Menyalakan shower dan membilah seluruh tubuhnya dengan air hangat. Tanpa sadar, Reza mulai memejamkan mata demi menikmati hangatnya air ini.


Kenangan tiap kenangan mulai terputar kembali. Hidup selama milyaran tahun tanpa ada teman selain Rina. Membuat perasaan timbul namun entah apa itu.


'Kenapa aku masih memikirkan hal ini?."


Waktu mandipun selesai. Hanya dengan anduk yang menutupi bagian bawah saja. Reza tiduran di kasur yang begitu empuk dan nyaman.


"Entah kenapa, walau aku tak lelah sama sekali. Semua terasa begitu melelahkan. Ini sangat menyebalkan."


---'---


Pagi hari datang datang membawa sinar mentari dan memasuki celah celah rumah kayu Reza. Reza mulai terbangun dengan seluruh tubuh yang telanjang bulat tanpa sehelai kain pun menutupi bagian tongkat legenda pemuas kaum wanita.


Bergerak berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Akhirnya Reza mandi. Lagian mau ngapain juga?.


Tak perlu waktu lama untuk mandi. Reza keluar dengan tubuh yang terasa begitu segar. Aroma alami dari pepohonan dan berada di lembah. Membuat pikiran Reza menjadi Fress.


Mengecek inventory untuk mengambil pakaian, sebagian besar. Pakaian yang di milikinya adalah pakaian orang cina atau tiongkok kuno.


Alasan kenapa pakaian Reza sebagian besar seperti itu adalah. Mayoritas penduduk alam kultuvator adalah orang semacam orang orang tiongkok kuno yang ada di bumi, tempat planet Reza di lahirkan.


Mengeluarkan pakaian Hanfu yang mudah di gunakan dan mudah untuk melakukan gerakan bebas. Reza segera kenakan hanfu tersebut.


Hanfu putih polos tanpa motif dan terlihat mudah bagi Reza untuk di gunakan melakukan gerakan bebas, Reza terlihat cocok namun tidak serasi.


Cocok, itu memang sangat cocok. Membuat pesona Reza tersendiri ketika memakai hanfu. Namun, tidak serasinya adalah bagian rambut Reza sendiri yang menyebabkan dia tidak serasi menggunakan hanfu.


Orang orang layaknya keturunan cina pada masa zaman dahulu. Rata rata mereka memiliki rambut yang panjang. Maka dari itu, ketidak serasian Reza dalam gaya rambut moderen dengan pakaian kuno. Membuat sebuah pro dan kontrak tersendiri.


Hanya saja, itu tetap saja sangat cocok bagi Reza.


Berjalan santai keluar dari dalam rumah. Reza menatap halaman rumah yang begitu indah walau ada pengganggunya, yaitu bekas pohon yang tertebang. Menjadikan, seakan Reza benar benar bersalah karena penebangan liar.


Tak ingin memikirkan lebih jauh. Reza menggunakan elemen tanah untuk membuat sebuah tempat agar dirinya nyaman dalam kultivasi.


Setelah membuat sebuah tempat meditasi yang nyaman. Pikiran Reza mulai traveling agar bisa membuat sebuah dinding pembatas agar dia tak terganggu dalam proses kultivasi.

__ADS_1


"Dari Kitab Pengetahuan Kultivator. Beberapa ada seperti mantra formasi. Dengan mengkombinasikan mantra formasi dengan mantra aray. Sepertinya itu akan menakjubkan."


Sebuah senyuman tertarik mulai terlukis di wajah Reza. Segera dia duduk di kursi meditasi dan mulai menyimulasikan cara dan penggunakan antara gabungan aray dengan mantra formasi.


__ADS_2