
Secara tiba tiba, seluruh tubuh calon murid yang telah memilih lawannya, seketika bercahaya dan mereka menghilang dari aula.
Reza hanya biasa biasa saja karena tau, bahwa dia akan di teleportasikan ke sebuah arena yang cukup untuk dirinya bertarung dengan orang yang ditantangnya.
Sebuah ruang kekosongan dengan aksen cahaya biru Reza berada. Berbentuk persegi dengan panjang sisi 100 meter.
Terlihat, didepannya ada sosok wanita berambut mereh muda dengan wajahnya yang cantik namun tak secantik Qin Shui dan tak selevel dengan Filia.
"Jadi, kau kah yang bernama Reza. Perkenalkan namaku Riana."
Suara merdu dan menawan, sosok wanita itu memperkenalkan dirinya.
Reza cukup tak menyangka, bahwa lawannya adalah seorang wanita. Dengan mata jiwa yang selalu aktif, Reza melihat kekuatan Riana berada di tingkat yang mengejutkannya.
"Tak kusangka, kau berada di tingkat Elit Ace. Apa kau tipe orang yang menyembunyikan kekuatan?."
Riana terkejut ketika mendengar Reza yang mengetahui kekuatannya. Dia tidak menyangka seseorang yang lebih lemah dibanding dirinya bisa mengungkapkan kekuatan sejatinya.
"Kau orang yang menarik juga, junior-Reza. Padahal, aku sudah menyembunyikan dengan baik tingkat kekuatanku. Hanya beberapa orang yang bisa mengetahui tingkat asli dari kekuatanku."
Riana maju mendekati Reza hingga hanya berjarak 10 meter saja. Kemudian, dia menatap sedikit sinis kepada Reza.
"Jadi..., Apa akan kau lakukan setelah mengetahui kekuatan asliku?." Sedikit terdengar mengejek, Riana memprovokasi Reza.
Raut wajah Reza biasa biasa saja tak terpengaruh oleh provokasi Riana ini. Malah, dia lebih di untungkan karena merasa seperti di remehkan.
Dalam batin Reza. 'Keluarkan Acient Sky Light Saint.'
Seketika, muncul sebuah pedang ungu berukiran wanita malaikat telanjang di tangan kanan Reza.
Riana tetap tak berubah wajahnya yang masih sedikit meremehkan Reza.
Reza melakukan kuda kuda berpedang tanpa celah dan berkonsentrasi ke titik tertingginya. Ledakan aura petarung segera merembes keluar dari dalam tubuh Reza.
"Mungkin, aku akan melanggar prinsip dasar dari seni beladiri berpedang. Namun, untuk mengalahkanmu. Hanya ini yang bisa ku lakukan."
Reza sadar diri. Dia tidaklah bisa mengalahlan Riana dengan kekuatannya yang mythic. Walau dengan kekuatan penuh dalam seni berpedang dan kekuatan penuh tubuhnya. Dia tidaklah bisa mengalahkan.
Namun, lain halnya bila menggabungnya skill dan juga elementalnya. Kemungkinan masih bisa menang akan semakin besar.
Memang ini akan melanggar prinsip seni bela diri. Dimana, ada kekuatan lain selain seni berpedang dan fisik.
Riana masihlah tetap tidak merubah wajah sedikit meremehkan itu. Dia hanya mengayunkan tangannya, dan keluar sebuah cambuk rantai dengan gerigi gerigi yang nampak tajam.
Reza sedikit goyah dalam keteguhan hatinya ketika melihat senjata yang di gunakan oleh Riana. Bagaimanapun, cambuk adalah lawan yang berat bagi dirinya yang pengguna pedang.
"Karena kau menggunakan cambuk, maka aku akan menggunakan dua senjata."
Di tangan kanan Reza, mulai muncul es yang terus menerus membentuk sebuah tombak. Suhu dingin seketika terasa di sekitar Reza.
__ADS_1
Riana mengerutkan kening ketika melihat gaya bertarung aneh dari Reza.
"Apa kau yakin ingin bertarung dengan dua senjata yang menyusahkanmu?." Riana bertanya karena dari manapun, tombak dan pedang bukanlah sesuatu hal yang bisa di gunakan dalam bersamaan.
"Yakinlah, bila kau masih meremehkanku. Maka, jangan menangis bila nanti kalah." Ujar Reza dengan senyuman sinis.
Urat kekesalan mulai muncul di kening Riana. Tanpa basa basi, dia melompat dan dalam sekejap muncul di depan Reza.
"Jangan sok sombong dihadapanku, Reza!."
Boom.
Satu serangan cambuk seketika melayang menuju kepala Reza.
Sedikit terlambat Reza menghindari cambukan Riana. Namun, dalam kesempatan yang tipis itu. Reza menghindarinya sembari menebaskan pedangnya ke arah leher Riana.
Swuussh.
Dengan mudah Riana menghindari tebasan Reza.
Dari tangan kiri Riana, muncul serbukan bunga dan dia lemparkan menuju muka Reza.
Mendapat serangan mendadak menuju mukanya. Reza menggunakan elemen angin di mulutnya dan dia tiup serbukan bunga itu.
Whuss.
Sejenak, keduanya berhenri melancarkan serangan.
Nafsu membunuh yang besar seketika keluar dari tubuh Riana.
"Ku bunuh dirimu!."
Boom boom boom.
Rentetan cambuk menggila seketika membuat Reza kewalahan menghindari setiap cambukan Riana.
"Sial!." Umpat Reza dan dia segera memainkan tombak dan pedangnya.
Permainan tombak dan pedangnya sedikit kaku karena sulit untuk memperagakan teknik pedang dan tombak bersamaan. Namun, perlahan.
Gerakan pedang dan tombak Reza menjadi selaras dan semakin lembut setiap ayunannya.
Riana yang mukanya menjadi jelek itu, sedikit terpukau dengan gerakan pedang dan tombak Reza. Namun, serangan cambuknya tidaklah berhenti malah semakin menggila dan brutal.
Dengan bantuan tombak dan juga pedangnya, Reza sedikit mengimbangi permainan cambuk Riana. Namun, perlahan, Reza semakin lama semakin mengimbangi dan juga mulai mengalahkan setiap serangan cambuk dari Riana.
"Hmm, ternyata kau memang benar benar bisa menyaingiku. Baiklah, aku tak akan menahan lagi kekuatanku."
Booom.
__ADS_1
Ledakan aura tingkat Elite Ace, seketika menekan Reza hingga menjadikan permainan pedang dan tombaknya menjadi kaku dan tak teratur lagi.
"."
Secara tiba tiba, dari tubuh Riana keluar bunga sakura yang jumlahnya tak terhitung. Kelopak kelopak sakura itu, seketika berhembus menuju Reza.
Dalam sekejap, banyak sayatan dalam ketika kelopak sakura tersebut mengenai tubuh Reza.
'.' Dalam hati Reza mengucapkan skill.
Semua kelopak yang mengenai Reza. Seketika musnah begitu saja tanpa tau apa penyebabnya.
Riana terkejut dengan bunga sakuranya yang lenyap begitu saja. Dia tak terima, bahwa tekniknya akan lenyap tanpa tau apa alasannya.
"Kubunuh kau!."
Riana maju menyerang menggunakan cambuknya. Namun, ketika cambuk itu hanya berjarak semeter dari Reza. Seketika cambuk itu menghilang dan terputus begiu saja.
Seakan, dia lenyap bersama dengan kehampaan.
Mata Riana melotot tak percaya, dia tak percaya dengan apapun itu. Entah kelopak sakura, maupun senjata cambuk kesayangannya yang menghilang begitu saja.
"Ini tak mungkin!. Ini tak mungkin!. Ini tak mungkin!. Ini tak mungkin!. INI TAK MUNGKIN!."
Ledakan aura penuh kemarahan dan kebencian seketika menekan hingga membuat Reza berlutut. Riana benar benar marah dan benci terhadap Reza hingga, kemarahan tersebut mengambil alih tubuhnya.
"AKAN KU BUNUH KAU!."
"!."
Seketika, bunga yang jumlahnya tak terhitung dan masih menyerang Reza. Berubah menjadi merah darah dan beberapa kelopak bunga dapat menembus penghalang kehampaan yang di ciptakan oleh Reza.
Reza kewalahan. Beberapa bagian tubuh mulai tidak bisa di gunakan.
"Karna tak di sebutkan tidak boleh membunuh dalam ujian kali ini. Maka, aku tak akan segan segan membunuh!. PRAJURITKU, KELUARLAH!."
Dalam sekjap. Ruang dimensi yang menjadi arena di penuhi oleh malaikat malaikat menawan. Malaikat berjumlah puluhan juta itu, mengarahkan tangannya kedepan dan mengucapkan sebuah skill secara bersamaan.
"""""!."""""
Muncul sebuah formasi sihir diatas Riana maupun Reza. Formasi sihir yang besarnya 50 meter itu, seketika bercahaya emas dan menembakkan sebuah cahaya emas penuh kesucian kepada Riana.
Boooooooooooooooooommmmmmmm.
Riana lenyap begitu saja di bawah kekuatan yang begitu besar dari 50juta pasukan Reza. Sebaliknya, Reza malahan kondisinya menjadi semakin baik di bawah cahaya emas yang menembak itu.
Reza menatap para prajurit malaikatnya yang masih terbang dengan indah dan menatap dirinya dengan hormat dan sedikit membungkuk.
"Sungguh, pertarungan yang melelahkan."
__ADS_1