
Sejak awal penciptaan jagat raya. Terdapat, tiga penguasa berupa naga.
Ouroboros, Sang Ketiadaan Tanpa Batas.
Bahamut, Sang Kekacauan Tanpa Batas.
Ophis, Sang Kehancuran Tanpa Batas.
Mereka dikenal dengan nama, Berian untuk Ouroboros, Zeldegade untuk Bahamut, Liu Wei untuk Ophis.
Dari ketiga penguasa naga ini mereka memiliki kekuatan yang menyamai seorang dewa. Sekali kentut pun, bahkan 1 sampai 10 alam semesta bisa mengalami kiamat karena tekanan dari kentut mereka.
Namun, dari tiga penguasa naga. Hanya Ophis lah yang paling misterius. Dimana, dia itu tak jelas apa laki laki atau perempuan.
Memang, Reza mendengarnya sebagai laki laki. Namun, bila Liu Wei berhadapan dengan orang lain. Maka dia mengubah suaranya menjadi seorang wanita yang lemah lembut.
Tentu, itu akan berlaku untuk orang lain dan orang lainnya lagi.
Hanya 2 penguasa lainnya yang mengetahui kebenarannya tentang jenis kelamin Liu Wei, Ophis Sang Kehancuran Tanpa Batas.
****
"Akan ku jelaskan nak. Mengenai tiga skill yang kau dapatkan." Ujar Liu Wei ketika melihat Reza yang terheran dengan skill yang didapatnya itu.
"Skill pertama, atau . Skill ini sederhana, dimana aura pembunuh yang kau dapatkan dari membunuh mahluk hidup. Maka akan di kali lipatkan sebanyak 100juta kali aura pembunuh yang kau dapatkan. Aura pembunuhnya juga akan sangat mudah di kendalikan, dan kau bisa sesuka hati mengendalikannya.
Skill kedua, atau . Aura ini adalah menekanmu ketika sebelum kita melakukan pertarungan. Namun, aura yang ku keluarkan sebelum memulai pertarungan kita. Itu hanyalah sebesar kumannya kuman dalam kekuatan ku. Untuk memiliki , kau harus mengubah aura pembunuhmu menjadi aura penguasa naga. Caranya, akan kukirimkan melalui ingatan kita nanti.
Skill ketiga, atau . Skill ini mirip dengan skill penciptaan. Dimana, dalam sebuah domain, kau bisa menciptakan apapun yang kau inginkan dengan energi spiritualmu. Saat ini, luas ruang domainmu dalam skill ini hanyalah 267 meter. Semakin tinggi kekuatan jiwamu, maka semakin luas pula ruang domainmu.
Ahhh, waktuku susah tidak banyak lagi. Sudah sebulan kita bertarung. Mungkin, lost world hanya 25 hari berlalu. Kalo begitu sampai jumpa, nak."
Secara tiba tiba, Reza seketika sadar dan jiwanya kembali tubuhnya dalam sekejap. Dia menatap rumit pada depannya.
"Sungguh, entah kenapa begitu rumit sekali hidup ku ini, huuuh." Menghela napas lemas, Reza meratapi hidupnya yang begitu rumit.
Reza berdiri dan melakukan perenggangan tubuh karena tak digerakkan selama hampir sebulan ini. Suara tulang berbunyi juga terdengar berkali kali setiap Reza melakukan perenggangan.
"Ahhh, nyamannya..." Gumam merasakan nyaman pada tubuhnya.
****
Lima hari berlalu dengan cepat. Reza gunakan hanya untuk bermalas malasaan menikmati hidup. Tak ada yang berarti dalam lima hari itu.
Hingga, seluruh tubuh Reza terselimuti oleh cahaya dan dirinya diteleportasikan secara paksa.
Sebuah pemandangan, dimana dirinya ketika berada sebelum berangkat menuju lost world, tempat awal mula dirinya berada.
"Dari 100ribu calon murid, yang hanya bertahan hingga sekarang adalah belasan ribu murid saja."
__ADS_1
Sebuah suara yang tak asing terdengar menggema di ruang pendaftaran para calon murid.
Terlihat, calon murid ini memiliki ekspresi yang sudah mengalami pengalaman yang berat. Hanya beberapa ratus murid saja, yang terlihat biasa biasa saja tanpa kesusahan.
"Dari hasil pengamatan Universitas Aqulina. Semua calon murid yang ada di sini telah lulus seleksi ujian pertama. Pihak universitas akan memberikan kalian waktu istirahat selama satu minggu.
Dan bagi kalian yang menjadi murid pilihan tetua. Silahkan segera mendatangi setiap tetua yang memilih kalian."
Tetua Jordan yang menjadi juru bicara, membuat semua calon murid ini segera berjalan menuju tempat yang telah di instruksikan oleh beberapa tetua.
Reza segera menyebarkan presepsi spiritualnya dan menemukan sosok Filia sedang menunggunya di pojok ruang bagian selatan.
Tanpa basa basi, segera Reza berjalan menuju Filia berada.
Terlihat, sosok wanita berpakaian hitam dengan sebuah penutup mata dan memiliki rambut putih. Dia tersenyum ketika melihat Reza mendatanginya.
"Selamat datang kembali, Rez." Ujar Filia menyapa Reza dengan senyuman lembut dan tulus.
Reza tersenyum manis. Dia sudah menunggu waktu yang lama selama dua bulan untuk merasakan kehangatan dari senyuman tulus Filia.
"Ya, aku kembali, Filia."
Tanpa disadari Reza. Sebenarnya, sedari tadi semua perhatian menuju dirinya. Terutama para perempuan.
Mereka mimisan ketika melihat senyuman begitu manis dan hangat dari wajah yang ketampanannya tak wajar itu. Hingga akhirnya, semua tetua mulai mengkondisikan keributan yang di sebabkan para wanita ini.
Degupan jantung Filia seketika semakin cepat ketika melihat senyuman manis Reza yang begitu menawan. Tanpa disadari olehnya sendiri. Hidungnya mulai mengalir darah setetes karena pikiannya berfantasy terhadap wajah Reza.
"Fi-Filia, lebih baik kita segera kembali ke mansion." Tanpa basa basi menunggu persetujuan Filia, Reza menarik tangan Filia dan pergi menjauh dari perhatian orang orang terheran dengan hubungan Reza dengan Filia.
Dalam perjalanan menuju mansion. Semua perhatian langsung tertuju kepada Reza yang sedang menarik Filia.
Mereka tertegung dengan paras dan juga pesona Reza yang tak masuk akal itu. Beberapa pria yang otaknya sudah melenceng jauh, mereka deg degan ketika melihat wajah tampan Reza.
Reza tak mempedulikan semua itu. Walau dia cukup peduli dengan para pria yang otaknya pada mlenceng karena menyukai sesama jenis. Namun, dalam pikirannya.
Lebih baik dirinya segera pergi dari kerumunan dari pada mengundang banyak perhatian.
Tak terasa, Reza maupun Filia telah sampai pada halaman mansion. Tiba tiba, suasana menjadi canggung dan tidak ada pembicaraan sama sekali.
"Ka-kalo begitu. Bagaimana kalo kita makan dulu, aku saat ini lapar sekali." Uajr Reza yang canggung mencoba memulai pembicaraan terlebih dahulu, walau itu hanya sebuah alasan agar bisa memulai pembicaraan mereka.
"H-hmm." Anggukan kepala namun terdengar canggung, Filia menyetujui saran Reza.
Keduanya berjalan tak menyadari bahwa tangan mereka masih menggenggam satu sama lain tanpa terlepas.
Hingga sampai pada ruang makan. Filia mulai buka suara.
"Ba-baiklah, kalo begitu aku yang masak." Filia tergugup dan ingin segera pergi namun, tiba tiba langkah kakinya tersendat dan melihat. Bahwa tangannya masih menggenggam tangan Reza.
__ADS_1
Secara bersamaan, keduanya saling melepaskan genggaman mereka dan saling mengalihkan pandangannya.
"Ba-baiklah, kalo begitu aku akan memasak dahulu." Filia segera memecahkan keheningan tersebut dan pergi berlari menuju dapur dengan degupan jantung yang begitu cepat.
Reza menghela napas. "Kenapa aku bisa menjadi secanggung dan se gugup seperti ini?." Tersenyum lemas, Reza memikirkan beberapa waktu yang lalu dengan bodoh.
Reza segera duduk di kursi dan menunggu makanan buatan Filia. Tak perlu berselang lama, sebuah aroma lezat dan mengharumkan memenuhi ruang makan tempat Reza berada.
Filia masuk kedalam ruang makan dan membawa nampan berisi makanan kelas atas penuh dengan aroma lezat dan nikmat.
"Ternyata, kau pintar masak juga, Filia." Reza lebih memilih untuk kembali normal saja dan tidak canggung kembali karena menurutnya tak baik bila terus menerus canggung mulu.
"Makasih atas pujiannya, Rez." Filia juga sama dengan Reza. Dia yang lebih tua dan juga lebih dewasa, tentu memikirkan apa yang menurutnya menjadi pilihan terbaik dalam setiap kondisi.
Tak perlu waktu yang lama. Lima nampan besar berisi makanan lezat, habis di lahap oleh Reza. Dan Filia hanya kebagian sepiring nasi dan daging saja.
"Reza, apa masih kurang?. Apa perlu ku buatkan lagi?." Tanya Filia dengan sebuh senyuman kecut melihat nampan bersih tanpa sisa.
Reza bersandar di kursi dan tersenyum puas.
"Ngak usah, segini sudah cukup." Sebenarnya, Reza masihlah lapar. Namun, dirinya tak ingin merepotkan Filia untuk memasakkannya lagi.
Filia tersenyum. Dia tau Reza berbohong dan hanya ingin agar tak merepotkan dirinya. Namun, Filia tak memikirkan lebih lanjut dan hanya makan makanan yang ada di depannya itu.
"Filia, sebenarnya. Kau siapa?. Kenapa seolah kau bisa mengetahui segala sesuatu?."
Mendapat pertanyaan mendadak seperti itu dari Reza. Filia menghentikan tangannya yang ingin memakan nasi dan daging di sendoknya. Kemudian, dia kembali melanjutkan makannya.
"Mungkin kau tau apa itu dunia kultivator. Dan aku berasal dari dunia kultivator itu. Dalam dunia kultivator, terdapat tingkatan kultivasi sama seperti di dunia deteravuyu ini.
Dan ada yang di sebut sebagai sebuah ranah dewa. Dan aku memiliki kekuatan puncak dari ranah dewa itu. Namun, dikarnakan aku berada di dunia ini.
Hukum dao atau sebuah pembatas, membuatku mengalami penurunan kekuatan hingga tingkat Conqueror bila disetarakan di dunia ini.
Dan bila seorang mencapai tingkat ranah dewa, maka dia akan belajar sebuah hukum. Aku mempelajari hukum maha tau, jadi tak heran aku bisa mengetahui dengan mudah tentang masa lalumu ataupun apapun itu."
Mendengar penjelasan Filia, Reza mengerti. Namun, satu hal yang menarik perhatiannya.
"Dunia kultivator?. Apa disana menarik?."
...^^^...{》》》<♤>《《《}...^^^...
...Ada beberapa perubahan dalam update. ...
...Author ngak lagi sesuai jadwal dalam update ch. Jadi, setelah selesai bikin. Author akan langsung up gitu ya....
...Jangan malas buat like atau komen kek lah. ...
...Paling ngak, pencet tombol favorit gitu....
__ADS_1
...Atau bagi bagi duit, la boleh juga.😏😏...