God Of Law And Nothingness.

God Of Law And Nothingness.
14


__ADS_3

Seminggu telah berlalu dengan cepat. Entah hubungan Reza dengan Filia ataupun Qin Shui. Mereka bertiga sudah dekat, namun tak sedekat Reza dengan Filia.


Qin Shui terlihat memang sudah ada yang menemani hatinya itu. Maka dari itu, dia tidak mencintai Reza dan hanya menganggapnya sebagai adik.


Reza tak masalah. Hanya seorang Filia saja, dirinya sudah sangat senang dan bahagia karena ada sosok yang mencintai dirinya dengan tulus bukan paksaan.


Hanya saja, semua itu tidaklah berjalan begitu saja. Semua itu butuh proses.


Saat ini. Terlihat di meja makan, ada Reza, Filia, dan Qin Shui. Tak seperti biasanya, Qin Shui memakai pakaian full zirah seakan ingin bersiap siap berangkat entah kemana.


''Shui, sebenrnya. Kau ingin kemana?.'' Reza tak lagi memanggil Qin Shui dengan marganya, dirinya merasa lebih nyaman memanggil nama singkat dari Qin Shui.


''Tugasku sudah banyak tertunda karena mengurusi dirimu. Sebagai seorang putri dan tetua di universitas ini. Banyak tugasku dan tidaklah bisa berleha leha saja di universitas.''


Dengan cepat penuh makanan, mulut Qin Shui menjawab pertanyaan Reza.


Reza terheran dengan sikap Qin Shui. ''Bila seorang putri, setidaknya jaga sikapmu ketika makan.'' Tersenyum lemas Reza menanggapi sikap tak sopan dari Qin Shui ini.


Setelah sarapan Qin Shui habis. Dia segera meminum air dalam sekali teguan dan pergi melesat keluar dari Mansion begitu saja.


Entah Reza atau Filia, mereka berdua terkagum dengan kecekatan Qin Shui dalam berangkat menjalankan misi. Namun, setelahnya suasana hening karena canggung.


Suara dentingan alat makan dengan piring benar benar bergema di ruang makan, hingga Reza memecah suasana hening itu.


''Lalu, setelah ini kita ngapain?.'' Reza masihlah begitu canggung dengan Filia bila tidak di temani oleh Qin Shui. Karena, dengan beraninya ia menyatakan perasaan cinta terhadap Filia.


''Setelah ini kita akan melakukan tes untukmu masuk kedalam universitas ini. Penjelasannya, nanti akan kujelaskan.''


Filia sebagai sosok yang lebih dewasa dan tentunya tua. Dia tidaklah secanggung Reza yang dalam masa merunjuk dewasa itu. Bagaimanapun, hidup lama tentunya membuat mentalnya sudah memikirkan apa yang lebih baik untuk di pikirkan terlebih dahulu.


Sesi makan tak terasa telah habis. Reza segera kembali kekamar dan mengganti pakaiannya dengan pakaian sedikit santai dari yang di berikan Filia. Dia juga menggunakan pelindung lengan dan siku untuk jaga jaga, didalam pelindung lengan terdapat hiden blade untuk kondisi serius.


''Itu saja yang ingin kau bawa?.'' Itu yang dikatakan Filia ketika Reza sampai didepan mansion dengan nada heran.


''Apa perlu kugunakan semua perlengkapan sempurna tingkat Elite?.'' Reza sadar, didunia ini barang tingkat elite cukuplah langka dan jarang ada orang yang memakainya. Maka dari itu, dia tak akan menggunakan perlengkapan penuh agar tak menarik perhatian.


"Yah, kuharap kau bisa bertahan dengan baik nanti." Ujar Filia dengan sebuah senyuman penuh makna.


Keduanya mulai berjalan sesuai dengan arah yang di tuju oleh Filia. Tak ada pembicaraan sama sekali antara keduanya karena bingung dan agak canggung.


''Filia, sebenarnya kenapa kau memakai penutup mata seperti itu?.'' Sebagai lelaki, Reza haruslah memulai pembicaraan. Walau sekali kulit mereka berdua tersentuh, seketika gugup rasanya.


''Yah, sebenarnya ini hanya hayalanku saja. Aku merasa, menatap dunia yang sudah pernah ku terorkan. Adalah tidak kelayakan bagiku untuk menatapnya. Rasanya hanya akan mengotori bila aku menatap dunia dan isinya.'' Nada sendu seakan mengingat hal terburuk, Filia menjawab Reza.


''Filia...'' Pelan Reza memanggil nama Filia.


Reza tau seperti apa masalalu Filia karena dia telah diceritakan oleh orangnya langsung. Bagaimanapun, dia masihlah 18 tahun, cari cinta adalah keperluan bagi Reza saat ini. Apa lagi, setelah merasakan kehangatan hati dari Filia.


Reza akan semakin mengejar cinta Filia dan menggenggamnya agar tak lepas.

__ADS_1


''Mungkin, hanya kau Rez. Yang kedua kalinya menemani aku sebagai sosok berharga setelah sosok wanita yang menjadi penanggung jawabku dahulu. Qin Shui berbeda, walau kita terlihat dekat. Namun, aku tak menganggapnya spesial dan istimewa di hatiku.


Hubungan ku dengan Qin Shui hanyalah sebatas guru dan murid, teman satu atap, dan curhatan saja. Namun, kau berbeda...''


Filia mengalihkan wajahnya mengarah ke Reza dengan sebuah senyuman manis dan lembut.


Reza terpesona, dia malu dan mengalihkan wajahnya berusaha lari dari kenyataan akan kindahan senyuman manis Filia.


Mengejutkannya, Filia dengan paksa mengembalikan pandangan wajahnya kearah dirinya dan cemberut.


''Kalo ngajak bicara itu, ya. Tatap mukanya, Rez!.'' Cemeberut memang, namun tersirat rasa senang dan ejek terhadap Reza.


''Haaahhh, kenapa aku sampai kepincut dengan nenek tua ini?...''


Boooomm.


Seketika, Reza nyungsep masuk kedalam tembok karena pukulan cinta dari Filia yang terlihat sekarang benar benar kesal dan marah serta cemberut karena di kata in nenek tua.


''Hummp!. Dasar anak tak tau diri!.'' Keluh kesal Filia sambil berjalan meninggalkan Reza.


''A a, Filia, maafkan aku...''


----'----


Sesampainya Reza dan Filia di ruang ujian murid. Reza di tinggal Filia tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.


Ia hanya menghela napas. ''Udah nenek tua masih ngambekan kaya anak sma aja.'' Gumam pelan dan sekecil mungkin, Reza mencibir Filia yang sikapnya ngambekan seperti itu.


'Sial, dimanapun aku berada pastinya selalu ketahuan.' Segera, Reza masuk kedalam ruang ujian murid dengan membuka pintu yang ada di depannya.


Sebuah tekanan kuat terasa oleh Reza. Wajah Reza mulai serius terhadap situasi yang dirasanya saat ini.


'Selama ini, aku hanya selalu merasakan dan bertarung dengan monster tingkat bronze maupun iron. Sekalipun tak pernah aku melawan mereka yang memiliki tingkat silver karena aku sadar, ketika di hutan kematian aku sadar satu hal.


Semakin kamu kuat, maka lawan yang mencarimu akan semakin kuat. Main aman dan rendah diri di hutan kematian adalah hal tepat.


Namun, ketika berada di ruangan ini. Entah kenapa rasanya kembali ke hutan kematian dan menantang mereka yang kuat.'


Beruntung Reza memiliki kekuatan jiwa, bila tidak sama sekali. Mungkin dia akan pingsan seketika itu juga ketika memasuki ruang ujian ini.


''Ding, halo halo, sepertinya micnya berfungsi. Baiklah, perkenalkan aku adalah tetua ke 1.378, Jordan Grabile. Tanpa basa basi lagi, mari kita mulai ujiannya karena waktu pendatangan murid yang ingin mengikuti ujian sudah habis...''


Cklek Cklek Cklek Cklek Cklek .


Terdengar sebuah suara seperti pintu terkunci terdengar beruntun setelah semua calon murid diam mendengarkan perkataan tetua tersebut.


''Karena banyak dari kalian yang tidak tau seperti apa sistem murid di Universitas Aqulina ini. Maka akan saya jelaskan.


Murid dibagi dalam murid buangan, luar, dalam, Elite, inti, dan masih ada lagi namun tak perlu dijelaskan. Dan jenis murid ada dua, yaitu murid pilihan tetua dan murid pendatang baru.

__ADS_1


Dari 100%, hanya ada sekitar 20% disini yang menjadi murid pilihan tetua. Tingkatan murid pilihan tetua, ini sedikit spesial atau istimewa. Dimana bila si murid pilihan tetua berada di murid dalam, dan akan dibandingkan dengan murid pendatang baru di murid dalam.


Status dan kedudukan keduanya berbeda jauh. Bagi murid pendatang baru di tingkatan murid yang sama. Itu sama saja dengan tingkatan murid pilihan tetua lebih tinggi atau setara dengan tingkatan murid diatas tingkatan murid pendatang baru itu.


Ada beberapa hal yang diterapkan dan paling utama dalam peraturan Universitas Aqulina. Di harapkan, kalian mengingat baik baik peraturan yang akan ku beritahukan ini.




Di Universitas ini, di perbolehkan segala macam tindakan diskriminasi seperti penindasan, mencaci maki, dan untuk kekerasan. Dalam hal kekerasan tidaklah boleh terlalu berlebihan.




Segala macam pelecehan seperti pelecehan seksual dan tubuh. DILARANG KERAS!!. Diskriminasi memang di perbolehkan. Namun, pelecehan akan selalu Universitas pantau bila kalian melecehkan seseorang. INGAT ITU!!.




Merebut segala macam sumberdaya milik orang lain, Dilarang keras!!!. Diskriminasi memang diperbolehkan. Namun, tindakan merampas, mencuri, dan hal lain yang berkaitan dengan mengambil sumberdaya orang lain. Pihak Universitas tidak akan melepaskan satu orang pun walau orang itu hanya mengambil satu keping tembaga saja. Kecuali ada sebuah perjanjian antara kedua belah pihak dan ada pihak ketiga yang menemani, seperti tetua.




Jangan pernah menghambat pelatihan seseorang entah itu untuk meningkatkan kekuatan ataupun hal lain, apa lagi menghancurkan sirkuit energi dalam tubuh seseorang. Pihak Universitas akan selalu mengahargai segala macam bakat. Entah itu bakat sampah ataupun bakat yang bagus. Bila kualifikasi mereka lulus dan di terima oleh Universitas, maka kami akan selalu melindunginya dan memperkembangkan menjadi lebih baik.




Bagi kalian yang selalu berlindung di bawah otoritas status dan kedudukan diluar universitas, seperti anak kaisar, raja, atau apapun itu. Dalam Universitas, itu semua tak berlaku. Selama kalian kuat, maka kalian bisa berlaku selayaknya raja dihadapan mereka yang lemah.




MEMBUNUH DILARANG!!!. Selama tidak ada perjanjian antara kedua belah pihak dan ada pihak ketiga atau para tetua yang mendampingi, maka pembunuhan apapun akan dilarang..




Kurasa sampai disini dulu saja. Waktu adalah uang, terlalu membuang buang waktu sama saja dengan membuang uang. Apakah ada yang ingin di tanyakan. Bila dalam 10 detik tidak ada yang menanyakan. Maka aku anggap tidak ada pertanyaan.''


Reza yang sedari tadi mendengarkan tetua itu. Dia tersenyum penuh makna.

__ADS_1


'Menggunakan cara kekerasan agar murid murid yang tertindas bisa membangkitkan bakat asli mereka, ya. Universitas ini cerdik, mereka menghalalkan segala macam cara agar bakat sejati bisa terlahir. Kurasa, hidup di akademi ini akan menarik nantinya.'


Reza sedikit tertarik dengan jalan hidupnya kali ini di universitas ini. Walau hanya sedikit, setidaknya itu akan mengganti kebosanannya yang hanya bisa mencari kehangatan hati dan memikirkan sosok cahaya yang memberikan kehangatan tak tertahankan akan ketagihannya.


__ADS_2