God Of Law And Nothingness.

God Of Law And Nothingness.
41.


__ADS_3

"Sial mereka datang!." Raut wajah yang tadinya menghadapi malaikat kematian dengan datar, sekarang menjadi berubah total.


Reza bukan ketakutan. Melainkan memilih menghindar dari masalah kedepannya bila berhadapan dengan 10 orang eksistensi tak seharusnya di alam kultivator terendah ini.


Dan juga. Setelah mengalahkan Malaikat Kematian yang hendak mencabut nyawanya. Reza benar benar kelelahan mental maupun fisik secara keseluruhannya.


Namun karena mentalnya begitu kuat. Reza bisa bertahan untuk menjaga kesadaran dirinya.


"Pindahkan rumah ke inventory!."


Seketika, rumah aesthetic Reza langsung menghilang berpindah ke inventorynya.


"."


Reza langsung menghilang jutaan mil jauhnya dari lembah sungai surgawi.


Dan tibalah 10 sosok dengan gaya penampilan seorang yang penting. 10 wanita yang mengenakan cadar dan hanya memperlihatkan mata yang begitu indah.


"Dia menghilang begitu cepat. Padahal, kurasakan dia belumlah membuka jalan kultivasinya..." Ujar salah satu dari 10 wanita itu.


"Kurasa, dia pendatang dari alam lain atau dunia lain. Energi aneh yang membuat aray tak jelas ini... Dia benar benar jenius!." Jawab salah satu dari mereka mengomentari pembuatan aray Reza.


Terlihat, 10 wanita ini mengamati sekitar dengan teliti seakan tak akan melewatkan sesuatu walau setitik debu sekalipun.


"Dia berada di Kekaisaran Ling. Kita harus merekutnya agar bisa menjadi orang pilihan yang bisa mengalahkan Kaisar Dosa Zodiak. Bagaimanapun, dia adalah bibit unggul di alam rendah ini."


Kesepuluh wanita itu mengangguk. Seketika mereka menghilang begitu saja meninggalkan lembah 100 sungai surgawi.


---'---


Reza berteleportasi ke hutan.


Bruuk.


Seketika, tubuhnya terjatuh dan langsung pingsan tanpa memperdulikan dirinya berada di mana.


...

__ADS_1


Ketika Reza sadar. Dia merasa sebuah kehangatan dari perapian. Perlahan, Reza membuka matanya.


"Hmm, kau sudah sadar, nak. Minumlah air ini terlebih dahulu." Sebuah suara wanita yang terdengar lembut dan menenangkan.


Reza menatap guci yang di depannya. Namun, perhatiannya bukan melihat guci tersebut. Dengan matanya yang selalu melihat segalanya. Reza mengamati seluruh tubuh dari wanita yang berada di dekatnya ini.


'Aku merasa pernah melihat wajah ini... Ternyata dia, kah.' Reza sadar siapa wanita yang memberinya minuman.


"Terima kasih." Tanpa ragu, Reza menggerakkan tangan kanannya dengan lemas dan sedikit gemetar mengambil guci tersebut dan meminumnya.


"Tubuhmu masihlah lemas, perlahanlah meminumnya. Perkenalkan, namaku Liu Xiemei. Siapa namamu, anak muda?."


Mendapat pertanyaan tentang nama. Reza berpikir, menggunakan nama sebagai Reza pastinya akan terdengar aneh bagi orang orang alam kultivator.


"Qian, hanya Qian tanpa marga." Reza memutuskan, sekarang namanya di alam kultivator adalah Qian.


"Qian, nama yang bagus."


Reza tak membalas. Dia memosisikan tubuhnya yang terlentang menjadi duduk. Qian menatap Liu Xiemei dengan tatapan seakan mengingat sesuatu.


Sosok wanita berambut Hitam panjang dengan wajah yang cantik dan tak secantik Filia. Alis melengkung dengan sempurna dan mata tidak terlalu sipit seperti orang orang cina. dan dua buah melon yang besar dan tertutup rapat tanpa memperlihatkan belahan dadanya dan terlihat.


Liu Xiemei adalah wanita yang menjaga kesuciannya.


Wanita ini juga sosok yang kadang di perhatikan oleh Reza, kenapa?. Dikarenakan, sikapnya yang benar benar penolong mereka yang membutuhkan. Dia adalah wanita impian para lelaki.


Hanya saja, yang menjadi masalah dia sudah berumur lebih dari 500 tahun.


Liu Xiemei menatap Reza dengan pandangan berbeda. Seakan dia melihat sosok Qian adalah punguasa dari para penguasa. Ingin menundukkan kepala, Liu Xiemei, namun tak dia lakukan karena memiliki harga diri sebagai orang yang baru pertama kali di temuinya. Sederhananya, Liu Xiemei menganggap Reza setara.


Tak heran Liu Xiemei menatap Reza seperti itu. benar benar membuat Reza menjadi seorang penguasa sesungguhnya.


"Jadi, dari mana asalmu dan kenapa kau terbengkelai lemas di tengah hutan seperti ini, Nak Qian." Satu hal lagi, Liu Xiemei memanggil Reza dengan sebutan nak karena memeriksa usia tulang Reza. Dan usianya adalah 20 tahun.


"Aku hanya korban dari penculikan para bandit, Nona Liu." Qian Berbohong hanya untuk mengikuti alur dan memanggil Liu Xiemei dengan sopan.


Seharusnya, Qian lebih sepuh dibanding Liu Xiemei karena usia dirinya bahkan sudah ratusan triliun tahun lebih, berkat pelatihannya. Namun, semenjak hukum dan ketiadaan menjadi kekuatan Qian. Hukum waktu untuk penuaan tubuhnya telah menghilang. Menjadikan Qian mahluk tak akan pernah menua ataupun usia tubuh akan bertambah.

__ADS_1


"Yah, wajar kau bisa terculik dan lagi kau tidak memulai sebuah kultivasi. Apa lagi..." Terjeda ucapan Liu Xiemei dengan muka yang semakin merah merona.


Sedari tadi, Liu Xiemei merona menatap Qian karena wajahnya yang tak masuk akal begitu tampan.


"Kau yang memiliki paras begitu tampan seperti itu." Terdengar sedikit malu, Liu Xiemei menlanjutkan kata katanya. Namun, pandangannya masih tak teralihkan dari muka Qian walau ingin mengalihkan pandangannya.


Liu Xiemei merasa, dia yang lebih tua haruslah bersikap sebagai senior di hadapan Qian walau wajah sudah malu malu remaja menemui cinta pertama dalam pandangan pertama.


"Terima kasih pujiannya sekali lagi. Dan juga..., tolong jangan tunjukkan wajah malu malu anda, Nona Liu. Aku sudah memiliki istri." Ujar Qian dengan datar sembari mengamati hutan dengan teliti.


Entah kenapa, sebuah perasaan sakit seketika menyerang hati Liu Xiemei mendapat pernyataan blak blakan dari Qian.


'Bahkan sebelum apa apa aku sudah tertolak, kah.' Menangis tak keluar air mata, Liu Xiemei meratapi ke malangannya.


Tanpa di ketahui Liu Xiemei. Qian menggerakkan tangan kanannya ke belakang dan mengeluarkan cincin penyimpanan yang di belinya sebelum ke alam kultivator dan dimemasangnya di jari kelingkingnya.


Qian tak ingin menimbulkan kecurigaan mengeluarkan sebuah benda dari ruang hampa tanpa cincin penyimpanan dari inventory. Maka dari itu, dengan cincin penyimpanan. Qian bisa menipu orang orang dengan mengeluarkan barang dari inventory dengan dalih mengeluarkannya dari cincin penyimpanan.


"Nona Liu, setelah ini kau akan kemana?. Tak usah di jawab juga tak apa apa." Setelah memasangkan cincin penyimpanan. Qian bersikap normal kembali dan bertanya mengenai tujuan Liu Xiemei.


"Setelah ini aku akan pergi ke kota dekat sini, Kota Terang Bulan. Apa kau mau ikut denganku?." Seakan, Liu Xiemei menangkap arti Bahwa Qian berniat mengikuti dirinya karena membutuhkan perlindungan bila terjadi serangan seperti cerita kebohongan yang Qian ceritakan.


Qian menatap Liu Xiemei yang menatapnya dengan senyuman. Namun, entah kenapa Qian merasa bahwa seperti membutuhkan perlindungan karena cerita bohongnya yang di culik bandit.


'Aku benar benar buruk karena meminta pertolongan wanita.'


Dengan wajah malu malu buatan dan sedikit rona merah di pipi serta mengalihkan pandangan, Qian menjawab. "Hmm. Apa aku boleh mengikutimu?."


Darah mendidih dan mengalir deras di otak Liu Xiemei ketika melihat wajah Qian yang malu malu. Wajahnya merah merona padam hingga setetes darah mengalir di hidungnya.


"H-hmm. Kau boleh mengikutiku. Tenanglah, kau akan ku lindungi." Gelagapan Liu Xiemei mengalihkan pandangan sembari membersihkan darah yang keluar dari hidungnya itu.


'Ahh, masalah baru datang.' Dalam batin, Qian membodohi dirinya sendiri karena menampilkan wajah malu malu tanpa penutup mata yang tak dia kenakan itu.


"Ba-bagaimana kalo kita berangkat?. Tak perlu waktu lama untuk ke kota Terang Bulan. Hanya lima belas menit saja dalam perjalanan untuk samapi kekota itu." Ujar Liu Xiemei dengan gugup dan malu malu.


"Baiklah."

__ADS_1


__ADS_2