God Of Law And Nothingness.

God Of Law And Nothingness.
32.


__ADS_3

Langit dunia Deteravuyu seketika merah darah gelap. Tiada yang tau apa penyebab langit menjadi seperti ini.


Semua orang seketika takut karena merasa dunia akan kiamat begitu saja ketika lagit seakan marah.


Setiap orang yang berkekuatan tinggi, mereka siaga demi mempertahankan deteravuyu bila terjadi sebuah bencana. Hati mereka benar benar merasakan sebuah ketakutan mendalam ketika melihat langit menjadi seperti ini.


"HAHAHAHAHAHA!."


Tawa mengerikan terdengar di seluruh dunia deteravuyu.


"AKU... AKU AKHIRNYA MENEMUKAN!. AKU AKHIRNYA MENEMUKAN WANITA SEMPURNA YANG AKAN MENJADI ISTRIKU!. HAHAHAHAHAHA"


****


Reza seketika mengedarkan presepsi spiritualnya untuk mencari Filia. Dia tak peduli dengan langit yang menjadi merah darah ini dan sebuah suara tawa mengerikan itu.


Dalam presepsi spiritualnya, dia melihat. Filia di halaman mansion dalam keadaan terpingsan dan tubuhnya melayang hingga dia menghilang begitu saja.


"FILIAAAAAA!!!!!!!." Jerit Reza dengan sendu penuh kemarahan terhadap sosok yang mengambil istrinya itu.


Pandangan mata Reza menjadi kosong. Tubuhnya bergetar karena marah. Nafsu membunuh yang begitu besar seketika merembes keluar dari tubuh Reza.


Langit merah darah gelap, seketika menghilang begitu saja ketika Filia menghilang. Namun, seluruh pulau Aqulina tempat universitas Aqulina berada. Mengalami hal yang begitu mengerikan.


Itu dikarnakan nafsu membunuh Reza yang begitu hebat dan besar hingga menyelimuti seluruh pulau Aqulina ini.


Sebuah suara menggema, kembali terdengar di seluruh dunia deteravuyu. Namun, kali ini suaranya berbeda dengan awal dimana langit yang menjadi merah darah gelap.


"AKAN KUBUNUH DIA YANG MEREBUT ISTRIKU!."


Itu adalah suara Reza yang penuh dengan kemarahan dan kebencian.


Perlahan, Reza mulai menenangkan dirinya. Dia sadar, waktu terus berlalu dan bila hanya di isi dengan sebuah kemarahan dan kebencian saja, maka itu hanya sia sia.


[Ding!. Segel dewa Higreos terlepas. Semua hak kendali hukum dan ketiadaan telah sepenuhnya di pegang oleh tuan.]


Dalam sekejap. Seluruh jagat raya berhenti waktunya. Semua tidak berjalan apapun itu. Dan tidak ada yang bisa bergerak dengan bebas. Bahkan, alam dewa sekalipun, waktu telah berhenti berjalan.


Hingga, ketika Reza menutup matanya. Waktu kembali berjalan dengan semestinya.


Seluruh dunia deteravuyu merasakan ngeri beberapa waktu yang lalu. Mereka tak sadar saja, bila waktu telah berhenti berjalan.


Ketika Reza membuka matanya. Terlihat, bagian kornea dan pupilnya tidak ada. Melainkan, hanya terlihat seolah bagian iris dan pupil matanya adalah sebuah jagat raya.


Terlihat begitu indah dan menawan mata Reza.


"Filia, bertahanlah. Aku akan datang menjemput mu." Ujar Reza dengan tekad yang kuat.

__ADS_1


Wajahnya tidak ada lagi emosi saat ini. Dia begitu datar dan tak berperasaan lagi. Baginya, Filia adalah orang yang lebih berharga dari pada jagat raya ini.


Dalam pandangan Reza. Semua yang ada didalam jagat raya ini, dia telah melihatnya. Setiap pergerakan apapun dia mengetahuinya. Apapun itu, tidak lepas dari pandangan dirinya.


"Alam kultivator, hanya itu yang bisa membawaku menaikkan kekuatan dengan cepat."


Reza melihat dengan matanya, dia melihat setiap pergerakan orang orang di alam kultivator. Dia melihat, orang orang tersebut menaikkan kekuatan dengan mudah hingga ke tahap dimana, dapat menghancurkan jagat raya.


Kemudian, Reza melihat pada halaman mansion. Dia melihat, sebuah kain hitam yang biasanya di gunakan Filia untuk menutup matanya itu.


Mata Reza mulai berair. Dia tiba tiba saja, menghilang dari kamarnya menuju halaman mansion tempat Filia yang menghilang.


Reza ambil kain hitam itu dan dia mulai melipatnya kemudian, Reza pakai untuk menjadi penutup matanya.


"Rina, masukkan aku ke fitur ruang pelatihan."


Whuusss.


Reza seketika menghilang dari dunia deteravuyu menuju sebuah ruang pelatihan system.


Di ruang pelatihan. Terdapat berbagai macam alat pelatihan. Entah itu gym, arena bertarung, tempat berbagai macam senjata, dan lain lain yang bermanfaat.


"Rina, atur waktu ruang pelatihan dengan dunia luar. Perbandingannya. 100juta tahun di sini, sama dengan satu detik di dunia luar."


[Baik tuan.]


"Oh ya, berikan aku misi umum yang wajib seperti yang tadi kulakukan. Jadwalkan sampai enam jam, bukan tiga jam lagi. Untuk saat ini hingga 500juta tahun. Aku akan melatih fisikku terlebih dahulu."


[Ding misi telah terpicu.]


<>


Misi: Lakukan


>Push Up {1000×}<


>Sit Up {1000×}<


>Squat Jump {1000×}<


>lari 2000 kilometer.<


Dengan beban berat dua kali lipat dari yang bisa seluruh tubuh tuan angkat.


Hadiah:


>150.000 Poin Tukar<

__ADS_1


>15 Pil Peningkat Kekuatan Fisik<


>15 Pil Peningkat Kekuatan Jiwa<


>10 Pil Peningkat Daya Ingat<


Batas Waktu: 3 jam.


Bonus Misi: Setiap 100 kali dalam push up, sit up, squat jump. Maka akan dipulihkan kelelahan mental dan fisik tuan. Dan untuk lari, setiap 50 km akan di pulihkan kelelahan mental maupun fisik tuan


Hukuman Gagal Menjalankan Misi:


>Waktu akan terus berlalu. Filia akan terus menderita bila waktu terus berlalu.<


Reza sedikit terbingung ketika melihat waktu dalam misi masih 3 jam. Namun, ketika melihat hukuman gagal, tekadnya semakin kuat. Dia sudah tak peduli lagi dengan waktu atau apapun itu, lebih baik memikirkan meningkatkan kekuatannya saat ini.


Seketika, tubuh Reza menjadi begitu berat. Reza tak peduli dan hanya melakukan push up dengan cepat dan sambil memikirkan bagaimana keadaan Filia saat ini.


"Bertahanlah Filia. Bertahanlah..."


*****


Reza sebenarnya sudah mencari Filia menggunakan kemampuan matanya yang bisa melihat segala macam hal dalam jagat raya ini secara bersamaan.


Namun, dia tidaklah bisa mengetahui dimana Filia berada. Dan hanya satu hal yang tidak terhubung dengan jagat raya ini, yaitu Alam Dewa.


Di Alam Dewa.


Sebuah tempat yang tidak pernah di jamah oleh para dewa dewi dan hanya satu orang saja yang berada di tempat itu.


Terlihat, sebuah istana megah namun mengerikan. Didalamnya, tepatnya di ruang singgasana. Terdapat sosok Filia dan seorang pria sepuh yang duduk di kursi singgasana.


"Maafkan aku, Filia. Aku harus melakukan ini agar suamimu itu bisa berkembang dengan pesat." Ujar pria sepuh itu dengan nada sendu.


Filia masih menatap benci kepada pira sepuh itu. Dia marah karena harus di pisahkan oleh Reza.


"Ayah, seharusnya. Kau tidak melakukan ini!." Ujar dengan marah, Filia memanggil pria sepuh itu dengan sebutan ayah.


"Haaahhh, kembalilah kekamarmu. Dan tontonlah perjuangan Reza demi dirimu itu." Ayah Filia mengehla napas lemas penuh dengan penyesalan dan menyuruh Filia pergi kekamarnya.


Filai marah. Dia menghentakkan kakinya dan


Booom.


Seketika, ruang singgasana berantakan dengan menghilangnya Filia dari ruang singgasana.


"Haaaahhh. Higreos, Gilgamesh, aku sudah melakukan yang sebisaku. Aku tak ingin melihat putriku menderita lagi. Maaflan aku, kawan." Ayah Filia memjamkan mata sembari menghirup udara dengan lemas dan merasa menyesal.

__ADS_1


__ADS_2