
Di aula penonton.
Pertandingan calon murid memang tidak di pertontonkan, terkcuali. Mereka yang menantang murid di atas murid inti.
Hanya beberapa orang saja yang menantang di atas murid inti. Termasuk Reza.
Terlihat, di aula penonton. Sebuah layar menampilkan pertarungan antara Reza dengan Riana.
Mereka semua terkagum entah untuk Reza maupun Riana. Apa yang di kagumkan dari Reza, adalah kemampuan bela diri yang aneh serta kekuatannya yang besar.
Dan untuk kekaguman Riana, ternyata mereka tidaklah tau mengenai kekuatan asli milik Riana. Mereka menganggap, Riana hanyalah murid normal kelas murid Epic.
Namun, tak di sangkanya. Ternyata tingkat kekuatan Riana berada di tingkat Elite Ace. Sebuah tingkat yang hanya berjumlah ratusan ribu saja di dunia Deteravuyu ini.
Hal mencengangkan terjadi, dimana terdapat pasukan malaikat berjumlah puluhan juta melakukan skill yang sama bersamaan.
""""The Judgement."""""" Serentak, semua malaikat tersebut mengucapkan sebuah skill dan seketika.
Sebuah cahaya dengan lebar 50 meter tertembak begitu saja menghanguskan dan melenyapkan tanpa sisa tubuh Riana.
"Gila, orang ini... terlalu luar biasa!."
"Dia... bukan sosok yang mudah kita singgung."
"Orang ini, dia terlalu..."
Berbagai macam komentar terlontar dari mulut murid murid Aqulina. Mereka kagum seta takut hingga tubuh merinding ketika melihat serangan luar biasa dari gabungan prajurit milik Reza.
Akhirnya, sebuah nama samaran terucap menjadi gosip hangat bagi murid murid universitas aqulina menyebut Reza.
Malaikat Kematian.
****
Reza seketika tubuhnya bercahaya. Dia akhirnya di teleportasikan menuju aula tempat dimana dirinya sebelum melakukan pertarungan.
Berbagai macam tatapan mulai terarah ke Reza dengan pandangan tersendiri. Ada yang terkagum, ada yang takut, dan ada yang memiliki niat terselubung.
Namun, Reza tak peduli semua tanggapan orang orang ini. Baginya, saat ini yang terpenting adalah menstabilkan kondisinya yang berkecampuk tak jelas.
Berdiri dengan susah payah, Reza berjalan tertatih tatih menuju pinggir aula untuk istirahat sejenak.
Brukk
Seketika, Reza merobohkan tubuhnya bersandar di dinding dengan ekspresi kelelahan.
"Ini hari paling melelahkan bagiku..." Gumam Reza tersenyum kecut meratapi dirinya sendiri.
Reza menatap kedepan yang mana, banyak murid yang menatap dirinya. Reza merasa, ini sangat merepotkan menjadi terkenal seperti ini.
Rencana awal, dia inginnya tidak menarik perhatian ataupun menjadi bahan gosip para murid ini. Namun, apa daya.
Semua ini kembali ke dirinya sendiri yang menantang murid tingkat epic.
Secara tiba tiba, muncul Filia didepan Reza. Dia menatap Reza dengan senyuman tulus dan juga hangat terasa dari wajahnya itu.
__ADS_1
"Bagaimana kalo kita pulang?." Ujar Filia dengan memberikan uluran tangan.
Reza tersenyum, dia menerima uluran tangan Filia dan segera. Mereka berdua menghilang begitu saja tanpa jejak sama sekali di aula itu.
---'---
Sesampainya di mansion Filia. Reza seketika lemas dan tak kuat untuk berjalan. Beruntung, ada Filia yang merangkul membantunya berjalan.
"Setelah ini, istirahatlah hingga kau mendapat kondisi yang prima. Akan ku jaga kok." Filia mengantar Reza menuju kamarnya dengan lembut.
Sekali lagi, Reza tersenyum hangat dan hanya menuruti perkataan Reza.
Tanpa sadar, Reza terlelap sebelum sampai kamarnya.
Filia melihat Reza sudah terlelap terlebih dahulu. Hanya tersenyum dan berkata.
"Dari manapun, kau tetap masih anak kecil, Rez..."
****
Sudah 3 hari Reza terlelap di kasurnya. Menunjukkan, bahwa Reza benar benar kelelahan mental maupun fisik secara keseluruhan.
Perlahan, reza membuka matanya mengamati sekitar.
[Ding!. Anda naik level: 20.000 level.]
[Ding!. Anda mendapatkan: 1.768.000.678.000 poin tukar.]
"Rina, cek status."
{Nama: Reza.}
{Umur:18 tahun}
{Title:
-Orang Pilihan Dewi Aphrodite.
(Kegunaan:
-Ketika melakukan hal hal vulgar. Sang wanita akan merasa kecanduan dan akan semakin candu seiring waktu berjalan.)
-Monster Hunter.
(Kegunaan:
-Ketika berhadapan atau bertarung dengan monster. Monster akan merasakan ketakutan dan juga efek penurunan kekuatan 10%. Hanya berlaku untuk monster yang kekuatannya setara atau dibawahnya.)
-Psycopath Edan.
(Kegunaan: Akan memberikan keteroran bagi yang kekuatannya dibawah atau setara dengan tuan. Dan penurunan kekuatan hingga 40%.)}
{Kekuatan:
-Jiwa: Lv. 267.
__ADS_1
-Tubuh: Lv. 45.
-Mana Energy: Lv. 88.097. (0%).}
{Skill: , , , , , , . keterangan lebih lanjut^^.}
{Poin Tukar: 1.768.000.678.000 poin.}
{Inventory: Acient Sky Light Saint, Full Set Assasint Mythic.}
Melihat statusnya, Reza biasa biasa saja karena cukup, untuk terkejutnya. Tiada hal spesial didalam statusnya saat ini.
Ketika Reza melihat jumlah total poin tukar, dia teringat akan sesuatu.
"Rina, berapa harga altar pembuatan jenis energi spiritual?."
Reza hampir lupa mengenai hal ini. Dia tidaklah merasa terbiasa ketika meningkatkan kekuatan jiwa haruslah merasakan kesakitan yang amat mendalam itu.
[Harganya 11kuintiliun. Masih di butuhkan 10 kuintiliun lagi untuk mendapatkan altar pembuat energi spiritual.]
"Begitu kah. Kurasa masih lama. Namun, sebelum itu, aku ingin mengecek kesadaran batin terlebih dahulu."
Kesadaran batin adalah, sebuah cerminan diri secara sederhananya. Kesadaran batin, juga memberitahukan seberapa besar kekuatan setiap kekuatan pemilik kesadaran batin tersebut.
Dan tentu, tujuan Reza mengecek kesadaran batinnya karena ingin mengetahui seberapa besar aura pembunuh yang di milikinya setelah membunuh Riana.
Walau, secara harfiahnya yang membunuh adalah pasukan malaikatnya. Namun, pasukan malaikat milik Reza sebenarnya tercipta dari energi mana milik Reza. Dengan kata lain, pasukan malaikat Reza adalah satu tubuh dan jiwa dengan dirinya.
Reza memosisikan dirinya untuk duduk meditasi. Kemudian, dia mengkosongkan segala macam pemikiran dan hanya bertujuan untuk memasuki kesadaran batinnya.
Ketika Reza membuka matanya, seketika dia terperangah ketika melihat sebuah kabut merah darah gelap yang begitu kental memenuhi permukaan kesadaran batinnya.
"Ternyata Liu Wei memang tidak omomg kosong. Hanya satu orang yang kubunuh, entah kenapa aku merasa telah membunuh seratus juta orang dalam sekejap." Tersenyum kecut, Reza melihat sekelilingnya dengan ketidak percayaan.
Pemandangan sekitar benar benar mengerikan. Tiada kata indah, menawan ataupun menenangkan. Hanya kata mengerikan dan mencekam yang menggambarkan situasi kesadaran batin Reza.
"Aku harus mengubahnya menjadi ."
Reza berpikir, tak baik baginya untuk mempelihara aura pembunuh sepekat dan sekental ini. Semakin banyak aura pembunuh yang ada didalam kesadaran batin seseorang. Maka, dia akan terlalu mudah memiliki nafsu membunuh yang besar dalam waktu dekat.
Reza duduk meditasi dan mulai mengolah aura pembunuhnya menjadi .
Satu hal yang rasakan dan dia perkirakan ketika memiliki . Dia sadar, ketika berhadapan sebelum bertarung dengan Liu Wei Sang Naga Merah. Reza merasa tertekan oleh sebuah aura seorang penguasa.
Namun, bukan hanya sekedar menekan dirinya seakan tertekan oleh sebuah planet. Melainkan, dia merasa tubuhnya siap menerima setiap perintah dari Liu Wei.
Bahkan, bisa saja tubuhnya meledak ketika menerima tekanan lebih besar lagi dari Liu Wei. Dan hal paling mengejutkan dirinya.
Tekanan yang di berikan oleh Liu Wei hanyalah sebesar Kumannya kuman. Bisa di pastikan dari kata kata tak jelas tersebut namun memiliki arti, kekuatan dari tekanan yang di berikan Liu Wei. Hanyalah lebih kecil dari kuman.
Perlahan, aura pembunuh yang pekat dan kental. Berkurang berganti dengan sebuah aura berwarna ungu penuh dengan dominasi seorang penguasa.
Reza perlahan membuka matanya dan menatap rumit pada aura penguasa miliknya.
"Entah kenapa, belakangan ini aku memiliki barang yang berwarna ungu?. Padahal ungu warna janda lo?. Pedangku juga warna ungu, set assasintku juga ungu, sekarang. Aura penguasaku juga ungu?. Sebenarnya kenapa?."
__ADS_1