God Of Law And Nothingness.

God Of Law And Nothingness.
16.


__ADS_3

''Hmmm, hatimu sama dengan sosok wanita bernama Filia itu, bocah. Apa kau ada hubungannya dengan dia?.''


Si naga merah terlihat seakan mengetahui hati Reza yang seperti boneka itu. Sedikit terkejut, Reza dengan si naga merah ini.


''Aku pacarnya...'' Tentu, Reza tak berani mengakui pacarnya Filia bila dihadapannya. Setidaknya, sombong sedikit juga ngak papakan.


''Hahahahaha, kau bocah menarik juga, ya nak. Satunya pembunuh gila satunya psikopat gila. Hahahahaha.'' Tawa keras ejek sang naga terhadap Reza.


Reza tak menjawab apa apa. Dia hanya memikirkan bagaimana cara keluar dari ruang dimensi yang terpisah ini dari si Naga Merah.


''Kadal!...''


Seketika, suasana hening. Tak ada tawa lagi dari naga merah ketika Reza memanggilnya kadal.


''Apa kau menghinaku?!.'' Sebuah tekanan dan aura pembunuh pekat langsung merembes keluar dari Naga Merah.


''Kau dari tadi menghinaku!. Apa salahnya aku menghinamu dasar kadal bodoh!.'' Ujar Reza dengan senyum sinis.


''Hmm, kau benar benar menarik anak muda. Selain kau adalah suami dewi Aphrodite, mungkin keberanianmu yang dari hati kosong layaknya boneka. Membuatmu sadar, bahwa kau adalah seorang dewa...''


Terdengar seperti bergumam, naga merah memuji Reza. Namun, bagaimanapun, gumaman itu selayaknya memakai toa bagi Reza.


''Apa makaudmu aku adalah dewa?!.'' Tentu, Reza terheran dengan apa yang naga merah ini sebutkan.


''Kau masihlah belum bisa mengetahui, nak. 50 juta tahun lagi bagimu agar bisa mebgetahui rahasia dari dalam dirimu itu.''


Memang, ini mengherankan. Namun, Reza tak lagi bertanya. Dia lebih memilih bettanya hal lain.


''Bisakah kau mengeluarkan aku dari sini?. Saat ini, aku sedang melakukan ujian.'' Reza melihat, sekeliling hanya berisi padang rumput yang luas sekali lebih luas seakan memang tiada batasnya.


''Baiklah, sebulan lagi. Aku akan memanggilmu, ada yang ingin kuberikan kepadamu.''


Bergerak, naga merah itu mendekati Reza. Ketika jarak mulut dengan Reza hanya 10 meter. Bau tak sedap benar benar tercium oleh Reza.


''Mulutmu bau sekali, anj*ing!.''


Booom.


Seketika, sebuah ledakan napas api yang dimiliki oleh para naga tersembur dengan kuat membakar Reza.


''Apa kau menghinaku?.''


---'---


Reza langsung sadar setelah menerima breathing fire Dragon. Dia mengamati, dirinya berada di sebuah goa tempat yang awalnya ingin dia kunjungi.


''Ternyata, hanya jiwaku yang berpindah tempat dan tidak dengan tubuhku.'' Gumam Reza dengan memperhatikan sekitar dengan presepsi Spiritual.


''Namun, sepertinya ada orang yang tinggal disini selama aku tak sadar.''


Reza melihat, terdapat perapian kecil bekas memanggang makanan di sebelahnya.


Tap tap tap.


Langkah kaki feminim terdengar. Reza tanpa mengalihkan wajahnya, pun. Sudah tau dari presepsi spiritualnya bahwa yang mendekatinya adalah wanita.

__ADS_1


''Hmm~, kau sudah sadar, ya.'' Ujar dengan suara merdu, sosok wanita berambut biru pendek di ikat ekor kuda. Tubuhnya seumuran dengan Reza dan kecantikannya, cantik namun tak secantik Filia.


Karena Filia adalah yang nomer satu. Tidak ada yang menggantikannya.


''Jadi, ku ucapkan terima kasih karena menemaniku. Kalo begitu, aku pamit terlebih dahulu.'' Reza segera berdiri dan melakukan perenggangan tubuh setelah itu, dia berjalan keluar dari goa.


Namun, belum selangkah. Dia dihalangi terlebih dahulu oleh wanita itu.


''Hei~, tampan. Tidurlah denganku malam ini~. Monster akan lebih agresif bila malam, termasuk kamu~.'' Belai tangai mulai meraba dada Reza si wanita ini menggoda Reza dengan kancing baju yang entah bagaimana sudah terbuka terlebih dahulu.


Wajah Reza mendatar. Dengan sigap, Reza mencengkram wajah wanita ini dengan kuat namun tak berniat meremukkannya.


Hanya saja, dengan mudah tangan Reza yang hendak mencengkram wanita itu, dia hindari terlebih dahulu dengan lembut dan santai. Bahkan terlihat seakan hanya nyamuk baginya.


''Mungkin, bila kau tadi menerima tawaranku. Maka akan kubunuh seketika itu juga dirimu. Kau menarik, juga ya. Tidurlah dengan ku dengan malam ini...'' bergerak, wanita ini mengarah ke telinga Reza.


''Kupastikan hangat terasa dan nikmat bagimu dan aku.''


Tiba tiba, tubuh Reza merinding begetar hebat dan segera lari mundur sekencangnya mencoba menjauh dari wanita ini.


'Aura pembunuh yang benar benar pekat dan tajam. Benar benar terasa seakan ingin mengoyak tubuhku.' Batin keras,Reza menatap penuh permusuhan dari wanita ini yang menampilkan senyuman ribuan makna.


''Siapa kau sebenarnya?!. Apa tujuanmu mendekatiku?!.'' Tanya Reza dengan sengit dan waspada terhadap wanita ini dan lingkungan penuh menggunakan presepsi spiritual.


''Tadinya, aku hanya ingin membunuhmu dan mendapatkan poin tukar. Kau menarik juga, ya nak. Bisa lolos dari ketajaman pedang aura pembunuh yang aku ciptakan.'' Secara perlahan.


Tiba tiba, tubuh wanita ini membesar dan menjadi tubuh wanita dewasa umur 28 tahun dengan pakaian yang menjadi ketat model orang masokis.


Terdiam Reza dengan pemandangan didepannya ini. Dia terheran dengan kelakuan tak senonoh dari wanita ini. Tanpa sadar, hidungnya mimisan.


Segera, Reza tersadar akan perbuatannya. Dia langsung serius menatap dan waspada sekali lagi karena goyah akibat sesuatu yang wow gitu lo.


''Kutanya sekali lagi, apa tujuanmu mendekatiku?!.'' Walau Reza bersikap serius seperti ini, didalam hatinya benar benar berkecampuk bisikan setan dan malaikat.


Telinga kiri berkata: "Lakukan Reza!. Tidurlah dengannya, nanti kau akan mendapatkan kenikmatan lebih dalam dan serasa di surga."


Telinga kanan berkata: "Jangan Reza! Ingat FIlia, yang sedang menunggumu!. Jangan buang kesucianmu demi kepuasanmu sendri!."


Terbingung Reza dengan pilihan setan dan malaikat di kiri kanan telinganya ini. Keduanya sama sama penting.


Memang, dilihat dari spek kecantikan, FIlia lebih lebih ribuan kali lipat lebih cantik dibanding dengan wanita didepannya ini.


Namun, bila di lihat dari spek propesional tubuh, wanita ini ribuan kali lipat lebih montok dan menggoda dibandingkan dengan FIlia.


Perpaduan pakaiaan masokis dengan senyuman menggoda disertai dengan rona merah samar, benar benar membuat gairah lelaki mana bisa menahnnya.


''Fuc*Sensor* me!'' Jerit lemas Reza muak dengan semuanya, entah memilih kesucian atau kepuasan.


Si wanita itu, terheran dengan sikap Reza. Merasa, dirinya terlalu lama, dia berjalan mendekat dengan langkah gemoy.


Reza menghela napas. Dia terlalu banyak berpikir, membuat tidak bisa memikirkan dengan jelas cara membereskan semuanya dalam sekejap.


''.''


Seketika, Reza menghilang dari tempatnya berada meninggalkan si wanita itu yang menatap kosong karena tak menyangka bahwa Reza memiliki skill teleportasi.

__ADS_1


''Yah, mau kemanapun dia lari. Pasti sudah jelas dia akan masuk kedalam Universitas. Walau tingkatnya masih bronze, bakatnya benar benar bakat dewa. Dia benar benar menarik.''


****


Setelah Reza menghilang dari Goa, tanpa memikirkan arah teleportasinya kemana.


Dan, ini memang bukan keberuntungan Reza. Dimana, dia berteleportasi ke sebuah lautan penuh dengan wanita duyung.


''Ah sial!. .'' Namun, siapa sangka. dirinya yang sudah memasuki ruang lingkup kawasan para duyung. Dirinya tidak bisa lagi menggunakan teleportasi seperti dia masuk kedalam ruang lingkup para duyung ini.


''Hanya bisa bertarung kah.''


Segera, Reza mempersiapkan sebuah pukulan terkondensasi {mana} dan spiritual di tangan kanannya. Satu duyung mendekat, dengan sigap.


Reza menghantamkan kekepala duyung itu dan seketika gelombang ombak kuat tercipta bersamaan dengan hancur lebur si duyung itu.


Ini cukup menyulitkan, dimana dia harus berenang sembari bertarung.


Ribuan duyung langsung mendekat dengan amarah.


Reza mengeluarkan aura pembunuhnya yang pekat demi menakuti para duyung ini. Dan terbukti, ini cukup berhasil. Hanya beberapa duyung saja yang mamapu mendekat kearahnya.


''3 duyung tingkat silver. ini bukan tandinganku. .''


Menggunakan pengendalian air, Reza mengendalikan tubuhnya melesat di permukaan air menjauh dari para duyung yang mengejarnya.


Namun, apa daya. Dia berada di habitat para duyung. Dalam sekejap, 3 duyung itu sudah berada di belakang Reza.


''Sial!.''


crsst.


Punggung Raza tercakar oleh tangan salah satu duyung. Memanfaatkan si duyug yang lengah, Reza memukul kepala duyung dengan bantuan elemn api.


Hanya sebelah mata saja yang terluka. Dua duyung lainnya mulai mengepung dari dua sisi Reza.


Demi menghindar, Reza menyelam dan melesat menjauh dengan bantuan pengendalian air.


Namun, seperti awal. Dia langsung terkejar dengan cepat oleh tiga duyung itu.


''Hanya satu yang bisa kulakukan. Bila ada duyung lainya lagi, tamat riwayatku.''


Reza menghadap ke arah duyung yang hendak menerjangnya.


''.''


Ting!.


Suara lonceng terdengar. Bersamaan dengan itu dalam jarak 500meter didepan Reza, semua objek menghilang berbentuk lingkaran.


Lautan menjadi kosong dalam jangkauan limaratus meter dengan kedalaman 500 kaki. Namun, akibat terjadinya kekosongan mendadak. Air laut langsung dengan deras dan tekanan yang kuat.


Mulai mengisi kekosongan itu.


Reza terombang ambing tak karuan. Tubuhnya serasa benar benar akan hancur lebur di bawah tekanan ombak yang kuat ini.

__ADS_1


'Kuserahkan setelahnya kepada keberuntungan.'


__ADS_2