God Of Law And Nothingness.

God Of Law And Nothingness.
47.


__ADS_3

Sudah seminggu semenjak kejadian perang besar yang paling menganehkan. Sekarang, perang aliran putih dan hitam... bahkan dikatakan perseteruan antara dua aliran tersebut.


Sudah mulai menghilang.


Ya, itu hanya dikarnakan suara dan aura seorang penguasa dan puluhan juta malaikat.


Semua orang mulai membahas mengenai kejadian perang besar seminggu yang lalu. Topik hangat memang tak terrelakan sebagai topik paling utama dalam tahun ini.


Namun, ketika satu orang didalam restoran mengatakan satu topik yang hampir terlupakan. Semua orang mulai hening di restoran tersebut.


"Hei kawan, apa kau ingin masuk ke dalam Akademi Bintang Jatuh?." Semua orang yang ada didalam restoran, seketika hening dan seakan teringat dengan sebuah kabar.


"Ahh!. Bukankah... Penerimaan murid hanya tersisa dua minggu lagi?." Seketika, satu orang berteriak dan membangunkan semua orang yang masih terbengong.


Seketika juga, kabar tersebut mulai menyebar ke seluruh kota didaerah restoran.


Perang besar yang menjadi topik, harus ada sebuah saingan yaitu penerimaan murid akademi paling terkenal dan kualitas serta kuantitas para muridnya adalah yang teratas diantara teratas.


Akademi Bintang Jatuh.


****


Seminggu yang lalu.


Reza selalu berpindah pindah dengan cepat. Bahkan, setiap jamnya dia selalu berpindah. Satu alasan yang membuatnya harus begini.


Sepuluh eksistensi itu.


Bukannya takut atau tak mau melawan. Reza hanya tak ingin terkekang. Walau dia akan diberikan sebuah kebebasan dalam bergerak. Namun, dia tak ingin terikat oleh sebuah kontrak seperti dijadikan pion untuk mengalahkan kaisar dosa zodiak.


Satu hal lagi.


Bukan hanya 10 eksistensi itu saja yang membuat dirinya repot. Banyak eksistensi tak seharusnya berkeliaran di alam rendah atau tanah kelahiran yang lebih tinggi. dan mereka mereka, memiliki tugas yang sama.


Merekrut bakat sempurna untuk di jadikan pion pertarung.


Yah, bukan bakat sempurna juga. Melainkan, yang sanggup melawan kaisar dosa zodiak.


Saat ini, Reza berada di kekiasaran nusantara, benua bumi.


Yah, alam kultivator adalah alam beragam. Didalamnya, terdapat berbagai macam tempat yang beragam dan kaya akan keindahan. Semua adat, keindahan alam, dan kebudayaan. Masing masing itu semua berasal dari berbagai macam belahan alam.

__ADS_1


Termasuk Kekaisaran Nusantara.


Dahulu, ada satu sosok bernama Insinyur Nakarno. Dikatakan, kata insinyur adalah sebuah jabatan. Dan Nakarno, adalah namanya.


Ir. Nakarno. Itulah sebutan singkat dan akrabnya.


Ir. Nakarno membangun semua dan awal mula Kekaisaran Nusantara tercipta. Dari tulisan Sanskerta, peraturan perundang undangan, dan berbagai macam hal hal tentang kekaisaran.


Ir. Nakarno bukan hanya hebat dalam hal politik. Dalam kultivasi, dia adalah yang terbaik diantaran terbaik di kekaisaran nusantara dan sekitarnya.


Kata legenda. Kultivasi Ir. Nakarno adalah mencapai ranah dewa. Tentu, ada yang percaya dan ada yang tidak.


Kenapa Reza memilih menuju kekaisaran ini. Alasan sederhana. Semua itu, dikarnakan dia cukup rindu dengan kampung halamannya, Bumi, dan negara Indonesia.


Bagaimanapun, nama Kekaisarannya adalah Nusantara. Dan itu melekat kepada kebudayaan akan Negara tercinta dia, Indonesia.


Sesampainya Reza di Kekaisaran Nusantara. Reza melihat sesuatu yang begitu asri.


Candi candi berjejeran dan didalamnya terdapat orang orang kultivator yang sedang dalam kultivasi.


Orang orang cantik manis dan ada yang ganteng dan... ahh pokoknya gitu lah, author aja susah nyebutnya.


Mereka hanya menggunakan pakaian adat mereka. dan lelaki, rata rata pada telanjang dada menunjukkan kotak kotak sempurna.


"Tuan, apa anda dari benua lain?. Sepertinya, saya belum pernah melihat anda di sini?." Tiba tiba, muncul orang lelaki dengan topeng moyet.


Reza tak kaget, karena dia tau orang ini akan datang menemui dirinya.


'Sepertinya, seminggu di sini tidak masalah.' Batin Reza dengan senyuman manis.


Semua wanita yang masih diam di tempat karena kedatangan Reza. Seketika merona tersipu terhadap sebuah senyuman manis dari wajah tampan Reza yang mengenakan penutup mata.


"Enjeh mas. Kawulo tembe mawon teng mriki, lan nyuwun ngapuntenne. Kawulo nyuwun dia atur aken angge saget mlebet ingdalem kerajaan ini.((Arti yang ngak ngerti: "Iya Mas. Saya baru saja ke tempat ini. Dan minta maaf. Saya minta untuk di aturkan agar bisa masuk kedalam kerajaan ini."))."


Semua orang seketika terkejut dengan apa yang Reza ucapkan dalam bahasa mereka. Terdengar medhok dan nyaring untuk didengar seakan memang orang bagian dari kerajaan mereka.


Sempat, beberapa orang curiga dengan Reza. Penampilan serba perak dan hanya pakaian yang begitu aneh dan tak pernah di lihat oleh mereka. Membuat orang orang menjadi terbingung, bagaimana bisa Reza berbicara begitu fasih dengan bahasa Jawi.


"Ya, mas. Demi ke formalan kami yang kedatangan tamu dari kekaisaran lain. Atau bahkan benua lain. Mohon, gunakan bahasa internasional saja." Terkejut, sosok pria bertopeng moyet ini ketika mendengar Reza berbicara bahasa Jawi mereka.


"Ahh, baiklah. Kebetulan, dahulu aku menemukan sebuah buku kuno mengenai kekaisaran nusantara. Jadi, aku mencoba berbicara dan melatih bahasa yang di sebut dengan bahasa Jawi. Walau membutuhkan 20 tahun agar bisa lancar si. (Bohong)."

__ADS_1


Sebuah senyuman manis terlukis di wajah pria bertopeng moyet ini.


Namun, Reza sadar. Jiwa pria didepan Reza ini mengeluarkan ancaman begitu besar ketika mendengar Reza menemukan sebuah buku kuno. Bukan ancaman akan membunuh dirinya. Melainkan, ini seperti jangan membuat rusuh di kerajaan ini.


"Baiklah, tuan. Mari, saya antar masuk kedalam Kota Wonosobo, Kerajaan Mataram." Senyuman manis kembali terlukis namun lebih lebar lagi dari pria topeng ini.


Reza berjalan mengikuti pria topeng moyet ini dengan sopan. Kadang, setiap kali ada orang yang menyapa. Reza balas dengan membungkukkan badan sedikit sebagai salam dan penghormatan.


Ke - asrian ini, benar benar membuat Reza merasakan nyaman dan ingin tinggal di sini.


"Oh ya, dimana sopan santunku karena lupa mengatakan nama sendiri. Perkenalkan, namaku Qian." Kali ini, Reza ingin menggunakan nama samarannya.


"Ya, tak apa. Saya Sugiono Singo Andrawalo. Anak ke tiga dari keluarga Singo."


"Salam kenal, Tuan Sugiono."


...~<<<♡♡♡>>>/~...


Entah author sendiri sadar atau ngak. Kenapa semakin lama waktu berlalu. Para pembaca kok semakin menurun, ya. Apa karena jalan ceritanya ngak menarik?.


Author dah bilang ke kalian.


Terapkan kegiatan tanya jawab. Maka author akan membalasnya semampu mungkin.


Sebenarnya, author sedikit kecewa. Namun entah apa itupun, author ngak tau.


Jadi, readers sekalian. Komen kek, cerita menarik ngak. Kalo ngak, author bakalan berhenti aja dan ngak lanjutin nih cerita. Soalnya


Tanpa kalian pembaca, apa gunanya author kalo mau cari duit?!.


^^^Jadi tolong para pembaca setia. KOMEN DAN LIKE SAMPAI KEBAS TANGAN KALIAN.^^^


^^^KALO KALIAN LIKENYA BANYAK, AUTHOR SEMANGAT.^^^


^^^KALO BANYAK KRITIK DAN SARAN. MAKA AUTHOR TERAPKAN.^^^


^^^KALO BANYAK YANG KASIH DUIT. MAKA AUTHOR MENGGILA BUAT NOVEL.^^^


^^^OKEH.^^^


^^^PAPAYO.^^^

__ADS_1


^^^RENCANA TAMAT INI NOVEL.^^^


^^^AMPEK 500 CHAPTER.^^^


__ADS_2