
Seni bela diri.
Orang orang terkadang hanya menganggap remeh terhadap seni bela diri. Mereka berpikir, bahwa dengan kekuatan yang tinggi. Seberapa hebatpun seni bela diri seseorang tidaklah bisa mengalahkan orang yang memiliki kekuatan yang tinggi.
Ada beberapa hal penting dalam seni bela diri. Antara lain.
Tujuan atau dasar diri kita melakukan seni bela diri.
Tujuan kita melakukan seni bela diri itu apa?. Selama dengan tujuan yang bukan di gunakan untuk bercanda atau hanya sekedar lelucon. Maka, seni bela diri kita bisa terus berkembang.
Ketenangan dan brutal.
Dua hal itu, adalah sesuatu yang menjadi awal diri kita dalam seni bela diri. Namun, ketika kita memilih untuk bertarung dengan brutal tanpa ketenangan. Maka, bisa di pastikan, semua pengetahuan bela diri yang masuk akan ada sebuah batas bagi orang yang memilih ke brutalan.
Berbeda dengan sebuah ketenangan. Walau, tujuan kita dalam bela diri adalah dendam, amarah, kebencian. Namun, ketika kita mudah mengontrol diri dan menjaga ketenangan dan pikiran. Maka dalam kesenian bela diri, kita bisa terus melangkah maju dan menimbun banyaknya pengetahuan seni bela diri tanpa batas.
Kesenian bela diri itu sederhana.
Tak perlu dengan nama nama norak ataupun lain lainnya. Seni bela diri, adalah alur dalam sebuah gerakan, cerita dalam sebuah gerakan, dan kekuatan dalam sebuah gerakan. Seni bela diri itu, tidaklah memerlukan sebuah nama jurus ataupun hal lain. Kita sebagai seniman bela diri, bertugas untuk membuat sebuah karya dalam sebuah gerakan.
Apa yang dinyatakan agar bisa di sebut sebagai seniman bela diri sebenarnya?.
Agar dinyatakan bisa di sebut seniman bela diri sebenarnya, itu hanya perlu merangkai gerakan bela diri sesuai bidangnya tanpa ada hal lain dalam sebuah seni bela diri. Contoh sederhana, ketika seorang dewa bertarung dengan sosok manusia biasa yang hanya ada sebuah pedang dalam genggamannya.
__ADS_1
Maka, manusia biasa itu di sebut sebagai seniman bela diri sebenarnya. Janganlah hal besar seperti melawan dewa, seseorang manusia biasa yang hanya ada sebuah pedang biasa saja, bisa mengalahkan mereka mereka yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan bumi.
Itulah yang di sebut sebagai seniman bela diri sebenarnya. Seberapa lemahpun mahluk itu. Bila dia memiliki wawasan, pengetahuan, pengalaman, kecerdasan dalam strategi, dan tentunya itu semua dalam bidangnya masing masing. Maka, dia bisa mengalahkan mereka yang memiliki kekuatan abnormal dan sangatlah tak wajar.
Pengakuan.
Dari hal ini, semua itu akan menjadi awal mula seniman bela diri sesungguhnya. Entah mau seberapa tinggi wawasan dan pengalaman seniman bela diri, bila mereka tidak memiliki pengakuan dari Kesenian Bela Diri Sebenarnya. Maka, dia tidak akan bisa mengalahkan mereka yang setara dengan para dewa.
Mereka yang di akui, akan memiliki sebuah aura. Aura Bela Diri. Aura bela diri sendiri itu sama halnya menunjukkan identitas seberapa besar wawasan dan pengalaman dalam bela diri.
****
Sudah tiga hari Reza berdiam diri didalam goa hanya di gunakan olehnya untuk membiasakan diri dalam pengalaman barunya yang mendapatkan dasar dari paling dasar dalam seni bela diri.
Memang ini terlalu luar biasa bagi Reza. Dimana, dirinya bisa yakin bahwa dia bisa mengalahkan orang setingkat Ace ke atas dengan segala macam usaha bila ada pengetahuan bela diri yang didapatnya ini.
"Lebih baik sekarang melakukan pemburuan. Satu desiliun poin tukar..., itu terlalu banyak untuk di kumpulkan."
Reza berjalan keluar sembari memakai perlengkapan Assasint tingkat mythic nya.
"100 high orc, kah. Kurasa itu juga bagus..." Langsung, Reza melesat dimana 100high orc berada.
Dia melesat secepat kecepatan suara, dan itu hanya bermodal dari ilmu meringankan tubuh yang di dapat dari pengetahuan Kesenian Bela Diri Sebenarnya, dan itu dasar dari paling dasarnya.
Hanya dalam 5 menit, jarak yang di tempuh adalah 100ribu kilometer, Reza telah sampai pada 100 high orc yang sedang memakan satu desa goblin.
Reza menenangkan diri dan mulai berkonsentrasi ke titik maksimalnya.
Dalam sekejap, dia melompat dan langsung berada di bawah satu high orc tanpa ketahuan. Sekuat tenaga, Reza menebaskan belati yang ada di tangan kanannya dengan teknik berpedang pendek sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh kitab bela diri sebenarnya.
Tanpa diduga oleh Reza. Leher High Orc yang begitu keras, tertebas dengan begitu mudahnya.
Crrrrsst.
Graaahhhh.
Menjerit kesakitan High Orc sebelum terjatuh dan menghembuskan napas terakhirnya.
Semua high orc yang tersisa, seketika mengambil senjata mereka dan mulai mengepung dari segala arah untuk menyerang Reza.
__ADS_1
Reza terdiam menatap tangan kanannya sendiri yang membunuh dengan mudahnya High Orc itu. Dia tak peduli dengan High Orc yang mulai menyerangnya, dan hanya terfokus kepada tangan kanannya itu.
'Ini... Sungguh perasaan yang luar biasa.'
Ketika satu high orc didekat Reza mulai mengayunkan sebuah gada. Reza menghindar dengan lembut dan tenang.
Dalam sepersekian detik, leher high orc tersebut seketika tertebas oleh belati Reza.
Brukk
Satu tumbang.
Semua high orc yang tersisa seketika marah karena rekan mereka dibunuh dengan mudahnya oleh Reza. Mereka menggila dan mulai menyerbu bersamaan mengepung Reza.
Reza hanya diam tak bergerak. Namun, ketika jarak 98 high orc dengan dirinya hanya 3 meter. Reza maju menyerang dengan begitu indah.
Langkah kaki yang begitu tenang seperti air mengalir tanpa hambatan namun kokoh selayaknya gunung tanpa bisa di pindahkan.
Setiap ayunan tangan yang menebas dan menusuk leher dan jantung High Orc dengan mudahnya, benar benar seperti angin menerpa di padang rumput yang lembut dan halus.
Gerakan menghindar dari setiap serangan High Orc yang benar benar seakan Reza sedang menari. Membuat Reza sedang menari diantara kepungan high orc ini.
Reza benar benar serius dalam bertarung dengan High Orc ini. Walau, dari gerakan bertarungnya seperti tiada beban sekalipun. Namun, Reza benar benar serius dalam setiap serangan, menghindar, dan bertahan dari high orc ini.
Hanya dalam kurun waktu setengah jam. 100 high orc berkekuatan gold puncak, seketika mati di tangan Reza.
Terlihat, di pakaian Reza tidak ada bercak darah sedikitpun setelah bertarung dengan 100 high orc ini. Bahkan, zirahnya yang tergores sedikitpun juga tidak ada.
Reza menatap tak percaya terhadap mayat yang terbunuh olehnya ini.
"Ja-jadi, inikah kekuatan seni bela diri sesungguhnya..." Ujar tak percaya, Reza menatap sekeliling dengan energi spiritualnya.
[Ding!. Anda naik level {mana} energi: 101 level.]
Reza tak mengalami kelelahan apapun, entah itu fisik maupun mental. Bahkan, tanpa kenaikan level sekalipun, dirinya tetap tidaklah kelelahan.
Semua itu dikarnakan teknik. Selama tekniknya tepat, Reza mampu mengalahkan ribuan bahkan ratusan ribu monster high orc seperti ini dengan kekuatan Reza saat ini.
"." Reza memilih untuk melakukan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu saat ini.
Asap hitam mulai bertebrangan di langit dengan pekat dan kental. Asap hitam tersebut seketika merasuki tubuh Reza dengan cepatnya.
Semua dosa dosa yang dilakukan oleh 100 high orc ini, mulai tergambar di dalam visual depan Reza.
[Ding!. Kekuatan Mana naik level: 79 level.]
__ADS_1
[Ding!. Kekuatan Jiwa naik level: 7 level.]
[Ding!. Kekuatan Tubuh naik level: 15 level.]