
" oh ya? siapa yang suka sama kamu? "
" pak arka" ujar zee dengan santainya
Arka tertawa " kapan saya suka sama kamu? "
" yah.. Sekarang si belum suka tapi saya yakin nanti bapak suka sama saya" jelas zee dengan percaya dirinya
Raut wajah arka langsung berubah " maaf ya zee saya gak suka sama kamu, lagian saya gak suka sama bocah, anunya kecil" jelas arka tanpa sadar
" hah? Maksud bapak? Pak rasa suka yang saya maksud itu sebagai temen pakk " ujar zee sambil menutup dadanya dengan kedua tangan
Pipi arka langsung memerah " eh sa-saya anu tadi- " ucap arka terbata-bata karena malu
" hahaha saya gak nyangka ternyata pak arka mesum " tawa zee dengan keras membuat arka semakin malu
" udah berhenti tertawa mau saya tambah hukuman kamu. Lagian yang saya maksud itu bukan anu kamu." ancam arka dengan pipi yang masih bersemu merah
" udah deh pak ga usah ngeles " ucap zee sambil menghentikan tawanya " bapak ini sedikit-sedikit hukuman. Emangnya kenapa sih pak suka banget ngehukum saya? Kemarin waktu galvin ketoilet lama bapak gak ngehukum dia " keluh zee
" saya udah hukum dia. Saya menyuruh galvin untuk merangkum materi bab 5-7 "
Zee langsung ternganga mendengar apa yang baru saja diucapkan arka " a-apa? Bapak benar benar guru killer! " ujar zee dengan suara tinggi, zee berjalan menjauhi arka sedangkan arka tersenyum lebar sembari melihat kepergian zee
.
__ADS_1
.
Zee berjalan menuju halte sekolah untuk menunggu abang jo menjemputnya. Zee menatap layar ponselnya membuka sosmed sambil menunggu abangnya menjemput.
" ehem " dehem seseorang berdiri disampingnya
Zee menoleh ke sumber suara " siapa? " tanya zee bingung saat melihat seorang pemuda berdiri disebelahnya dan zee melihat kebelakang tubuh pria itu ada sebuah motor ninja warna hitam yang terparkir dibelakangnya
" nunggu siapa " ucapnya, sambil duduk di sebelah zee
" maaf ya, kata mama jangan ngobrol sama orang ga dikenal " ucap zee
Pemuda yang bernama awan itu tertawa pelan " makanya kenalan dulu supaya bisa ngobrol. Namaku awan " ujarnya sedikit bercanda
zee tersenyum ternanya pemuda itu asik dibawa berbicara " namaku zee "
" bukan, bukan itu cuma nama " ujar zee
" kok sama namanya kaya merk susu? " tanya awan lagi sambil tertawa dan berduduk disebelah zee
" ya mungkin mamaku terinspirasi oleh iklan susu " gurau zee seraya tertawa " nama kamu kenapa awan? Mama kamu suka natap awan yah? " canda zee
" hahaha ya kali " sahut awan sembari tertawa " kenapa belum pulang? " tanyanya
" belum dijemput " jawab zee " kamu kenapa belum pulang? " lanjut zee
__ADS_1
" tadi juga mau pulang tapi ga tau kenapa motornya malah berenti disini " sahut awan dengan tersenyum
" kenapa mogok? motornya abis kuota? " ucap zee tertawa. Zee memang tipe orang ysng cepat akrab dengan orang
" hey kalian jangan pacaran dimuka sekolah cepat pulang! " perintah seseorang dari dalam mobil berwarna biru
mereka menatap ke sumber suara
" dih, siapa yang pacaran sih pak? " ujar zee geram karena arka main tuduh-tuduh dirinya
" maaf pak kami belum pacaran " ujar awan mencela
" belum? " ujar arka heran " berarti sebentar lagi jadian dong? " tanya arka bingung
" eh gak bukan gitu maksud saya it-" awan belum selesai menjelaskan arka mencela " udah udah zee pulang sama saya saja " cela arka
" eh nggak. saya sebentar lagi dijemput pak, abang saya sudah dijalan " jelas zee
" oke kalau gitu saya akan nemani kalian disini supaya gak digoda setan " ucap arka sembari turun dari mobil
guru kampret batin awan
-BERSAMBUNG
LIKE AND COMMENT
__ADS_1
SUPAYA AUTHORNYA SEMANGAT NGETIK
(づ ̄ ³ ̄)づ