GURUKU

GURUKU
15


__ADS_3

" oke kalau gitu saya akan nemani kalian disini supaya gak digoda setan " ucap arka sembari turun dari mobil


guru kampret batin awan


" ya bapak kali setannya " gumam awan


" apa kata kamu? " tanya arka dengan menatap awan tajam


Awan tersenyum " gak papa kok, pak ganteng " puji awan, zee hanya menatap dua cowok itu dengan bingung


" awan pindah disebelah saya" perintah arka sambil menepuk tempat duduk disebelahnya


" gak mau pak saya mau lebih kenal sama zee " ujar awan


" cepat. Kamu ga mau lebih kenal sama saya? " seru arka dengan nada agak tinggi,  mau tidak mau awan melangkahkan kaki dan duduk disebelah arka, dan sekarang arka duduk diantara zee dan awan


" kalian itu gak boleh pacaran, pikiran kalian itu belum matang " tegur arka


" pak kami gak pacaran " ujar zee kesal


" bapak ini kaya gak pernah pacaran aja waktu SMA " ujar awan


" emang gak pernah " jawab arka santai


" hah?! " pekik zee " a- apa? Pak arka gak pernah pacaran? " ujar zee memastikan bahwa dia tidak salah dengar


" bapak normalkan?  " seru awan


" ya iyalah saya normal. Kalo saya gak normal gak mungkin saya punya pacar waktu kuliah " ujar arka


" oh ternyata bapak pacarannya waktu kuliah, saya kira bapak gak pernah pacaran sama sekali " ujar awan sambil menarik napas lega


" zee aku boleh minta id line kamu gak? " tanya awan sembari menekuk pinggangnya untuk menatap zee


" ***-" arka mencela " gak, gak boleh.  Nanti kalian khilaf " ujar arka


" apaan sih pak saya minta id linenya bukan kata sandi apartemennya " sewot awan kesal


" saya gak ngebolehin " ucap arka

__ADS_1


" lahh emangnya kenapa?  emang bapak siapanya? " tanya awan


Arka bingung mau jawab apa "emhh sa saya- "


" zee " panggil seseorang dari sebuah mobil putih


" oh iya bang tunggu " ucap zee sambil berdiri " saya sudah dijemput saya pulang dulu ya pak arka, awan " pamit, zee sambil berjalan menuju mobil bang jo.  arka dan awan melihat kepergian gadis itu


" udah sana kamu pulang " suruh arka kepada awan


" gak disuruh juga saya bakal pulang pak, emang saya cowok apaan dua-duan dihalte sama bapak " ujar awan sambil berjalan ke arah motornya


" kamu kira saya maho? " ujar arka dengan nada tinggi


" bisa jadikan " ujar awan, dia langsung menggas motornya


" awas saja kamu! " teriak arka namun awan tak mendengan apa yang dikatakan arka karena dia sudah jauh


Zee


aku senyum- senyum sendiri melihat tingkah pak arka sama awan tadi, mereka absurd banget.


" ihh apaan sih abang, mereka itu bukan pacarku,  tadi itu teman sama guru zee " jelasku


" kamu pacaran sama guru kamu sendiri zee?" ujarnya melihat kearahku dengan wajah tak percaya " Astaga adikku ternyata suka yang tua-tua " ledek bang jo sembari tertawa


" astaga abang! dia itu cuma guru zee gak lebih bang " kesalku " lagian juga umarnya itu baru 25 belum tua-tua amat " jelasku tanpa sadar malah membela pak arka


" ciee ngebela pacar " ledek abangku dengan muka meledeknya ,dan hal itu membuat pipiku merah " apaan sih bang,  dia bukan pacarku " ujarku lagi


" kalo bukan pacar kok pipinya jadi merah zee? " tanyanya sambil tersenyum jail


" tau ah,  cape ngomong sama bang jo " ucapku sambil melipat tanganku didada


" lah kok ngambek? " tanyanya " abang gak masalah kok kalo kamu pacaran sama guru kamu lagian dia juga ganteng " sambung bang jo tersenyum


" udah deh bang, mana mungkin pak arka pacaran sama aku "


" oh jadi namanya arka? Ganteng loh zee tapi masih ganteng abang " ucap bang jo dengan bangganya

__ADS_1


" yee ngarep jelas ganteng pak arka-lah " ucapku tanpa sadar


" cieee " seru abangku dan seketika pipi ku jadi merah semu


" eh gak bukan gitu maksud aku bang,  maksud aku it-"


" cieee cieee " ledeknya lagi


" ah nggak tau ah " ujarku merajuk


" hahaha iya iya sudah sana turun udah sampai " ujar bang jo


Aku langsung membuka pintu mobil dengan kesal dan melangkahkan kakiku menuju pintu rumah


Klik


" eh zee sudah datang kamu.  Mana jo? " tanya mama yang sedang ngemil disofa


" tuh dibelakang " ujarku sambil berjalan menelusuri anak tangga


" ma zee punya pacar loh ma " kata abangku sembari masuk melalui pintu


" oh ya?  Siapa nama cowoknya? " tanya mamaku sambil menatap bang jo dengan heran


" namanya arka ma,  gurunya sendiri " ujar bang jo


Aku menatap kebawah " bang dia bukan pacar aku " seruku dan aku mendengar bang jo dan mama tertawa


Aku sesegranya membuka pintu kamar dan langsung merebahkan diriku ke ranjang sembari menutup wajahku dengan bantal. Aku tersenyum, duh kenapa sih batinku


.


.


-BERSAMBUNG


LIKE AND COMMENT


AGAR AUTHORNYA SEMANGAT NGETIK

__ADS_1


(づ ̄ ³ ̄)づ


__ADS_2