
kok pergi ga ngajak-ngajak? " ucapnya
. Seketika seluruh tubuh zee seakan dialiri aliran listrik
Sial, hitler datang batinnya
" ta, tadi mau pergi beliin bapak jazz mie. Awan belinya cuma dua " ucap zee dengan tersenyum kaku
arka melirik zee dan awan secara bergantian, dengan tatapan curiga
" ya udah siniin mie kamu " arka merebut mie yang berada di tangan zee
Zee melongo tak percaya " oh iya jangan lupa, pulang sekolah ke ruangan saya " ucap arka sembari menyantal mie dengan nikmatnya
" katanya ga boleh makan mie " ketus zee
" saya laper " balas arka
" udah sana ke kelas, 2 menit lagi pelajaran dimulai " suruh arka
Zee dan awan meninggalkan arka yang sedang menyantap mie
" ya udah aku ke kelas dulu ya "
" tapi aku- "
" bye~ " cela zee
....... .... .... ... ... . . ....
Zee
Hari minggu, hari dimana mama bilang bakal ikut arisan teman-temannya yang ada di jakarta dan untuk itu aku diminta mama untuk menemaninya, juga sekalian untuk memperkenalkanku kepada teman-temannya
__ADS_1
aku dan mama turun dari mobil di depan sebuah rumah besar bernuansa putih gaya eropa ditambah halaman depan yang penuh dengan tanaman berwarna hijau menjadikan udara disekitarnya seakan sejuk
" nah zee, ini rumah tante eka. Kamu inget ga? dulu tante eka suka gendong kamu waktu masih bayi " terang mamaku
" ya mana zee inget ma " keluhku
" hallo rita, aduh lama banget ga ketemu ya. Apa kabar? " ucap seorang wanita paruh baya sepertinya dia adalah tante eka
" hallo eka, aku baik kok " ucap ibuku dengan cipika cipiki
" eh ini zee ya? ya ampun udah gede sekarang ya " ucapnya menatapku dari bawah sampai atas
aku tersenyum tak tau mau bilang apa
" ya udah masuk "
aku dan mama masuk ke rumah itu di dalam sudah ada empat orang wanita paruh baya yang tak lain semua adalah teman mamaku
" ini anak aku, zee. Kamu apa kabar? mana anak kamu katanya mau ngejodohin ? "
aku yang mendengar langsung menarik nafas tak percaya " jodohin? "
" ma, aku per-gi " seorang pria keluar dari salah satu pintu " zee? "
" pak arka? "
" kalian udah kenal " ucap mamaku
" dia guru zee maaa " seruku
" ya gapapa dongg, orang masih gagah gini kok. Tampan lagi " puji mamaku
" duhh, tapi ma- zee ga mau " ucapku dengan nada kesal
__ADS_1
aku tak ingin menikah dengan hitler
" aduhhh, jantung mama " mamaku memegang jantungnya dan kemudian terduduk lemas di sofa
" rita " ucap teman-teman mamaku segera mendatangi mama dengan penuh kecemasan
tapi aku tau.
itu hanya akting.
" zee, umur mama sebentar lagi. kamu harus mau ngikutin kemauan terakhir mama " ucap mamaku dengan nada yabg dibuat sedramatis mungkin
" ma udah deh ga usah ak-"
" aaa jantungkuu " jerit ibuku
" udah nak zee, ikutin aja apa keinginan mama kamu " ucap salah satu teman ibuku
aku memutar bola mataku " oke. Tapi pak arka pasti ga mau " ucapku tersenyum miring
" arka kamu mau kan? " tanya ibu pak arka dengan tersenyum lebar
pak arka terdiam sejenak, menatap ibunya " iya arka mau "
" yeee " ucap semua orang terkecuali aku dan pak arka
pandanganku langsung teralih ke pak arka, mataku membulat seakan tak percaya.
" okee, ayo kita bertukar cincin " ucap mamaku berdiri dengan semangat
" eh maksud mama, ayo kita bertukar cincin " dengan nada lemah
para ibu yang keterlaluan batinku
__ADS_1