GURUKU

GURUKU
23


__ADS_3

kok pergi ga ngajak-ngajak? " ucapnya


. Seketika seluruh tubuh zee seakan dialiri aliran listrik


Sial, hitler datang batinnya


" ta, tadi mau pergi beliin bapak jazz mie. Awan belinya cuma dua " ucap zee dengan tersenyum kaku


arka melirik zee dan awan secara bergantian, dengan tatapan curiga


" ya udah siniin mie kamu " arka merebut mie yang berada di tangan zee


Zee melongo tak percaya " oh iya jangan lupa, pulang sekolah ke ruangan saya " ucap arka sembari menyantal mie dengan nikmatnya


" katanya ga boleh makan mie " ketus zee


" saya laper " balas arka


" udah sana ke kelas, 2 menit lagi pelajaran dimulai " suruh arka


Zee dan awan meninggalkan arka yang sedang menyantap mie


" ya udah aku ke kelas dulu ya "


" tapi aku- "


" bye~ " cela zee


....... .... .... ... ... . . ....


Zee


Hari minggu, hari dimana mama bilang bakal ikut arisan teman-temannya yang ada di jakarta dan untuk itu aku diminta mama untuk menemaninya, juga sekalian untuk memperkenalkanku kepada teman-temannya

__ADS_1


aku dan mama turun dari mobil di depan sebuah rumah besar bernuansa putih gaya eropa ditambah halaman depan yang penuh dengan tanaman berwarna hijau menjadikan udara disekitarnya seakan sejuk


" nah zee, ini rumah tante eka. Kamu inget ga? dulu tante eka suka gendong kamu waktu masih bayi " terang mamaku


" ya mana zee inget ma " keluhku


" hallo rita, aduh lama banget ga ketemu ya. Apa kabar? " ucap seorang wanita paruh baya sepertinya dia adalah tante eka


" hallo eka, aku baik kok " ucap ibuku dengan cipika cipiki


" eh ini zee ya? ya ampun udah gede sekarang ya " ucapnya menatapku dari bawah sampai atas


aku tersenyum tak tau mau bilang apa


" ya udah masuk "


aku dan mama masuk ke rumah itu di dalam sudah ada empat orang wanita paruh baya yang tak lain semua adalah teman mamaku


" ini anak aku, zee. Kamu apa kabar? mana anak kamu katanya mau ngejodohin ? "


aku yang mendengar langsung menarik nafas tak percaya " jodohin? "


" ma, aku per-gi " seorang pria keluar dari salah satu pintu " zee? "


" pak arka? "


" kalian udah kenal " ucap mamaku


" dia guru zee maaa " seruku


" ya gapapa dongg, orang masih gagah gini kok. Tampan lagi " puji mamaku


" duhh, tapi ma- zee ga mau " ucapku dengan nada kesal

__ADS_1


aku tak ingin menikah dengan hitler


" aduhhh, jantung mama " mamaku memegang jantungnya dan kemudian terduduk lemas di sofa


" rita " ucap teman-teman mamaku segera mendatangi mama dengan penuh kecemasan


tapi aku tau.


itu hanya akting.


" zee, umur mama sebentar lagi. kamu harus mau ngikutin kemauan terakhir mama " ucap mamaku dengan nada yabg dibuat sedramatis mungkin


" ma udah deh ga usah ak-"


" aaa jantungkuu " jerit ibuku


" udah nak zee, ikutin aja apa keinginan mama kamu " ucap salah satu teman ibuku


aku memutar bola mataku " oke. Tapi pak arka pasti ga mau " ucapku tersenyum miring


" arka kamu mau kan? " tanya ibu pak arka dengan tersenyum lebar


pak arka terdiam sejenak, menatap ibunya " iya arka mau "


" yeee " ucap semua orang terkecuali aku dan pak arka


pandanganku langsung teralih ke pak arka, mataku membulat seakan tak percaya.


" okee, ayo kita bertukar cincin " ucap mamaku berdiri dengan semangat


" eh maksud mama, ayo kita bertukar cincin " dengan nada lemah


para ibu yang keterlaluan batinku

__ADS_1


__ADS_2