
" maksud saya, saya mau makan " ucap arka dengan kikuk, kata-kata itu terlontar langsung tanpa dia sadar
" makan? "
arka hanya menyangkat satu alisnya, dan sekarang kembali hening. Arka bingung ingin berbicara apa begitu pula dengan zee ditambah sikap arka yang agak berbeda hari ini membuatnya takut salah bicara.
" maaf " kata itu keluar dari mulut arka
" hm? " zee bingung, maaf untuk apa?
" maaf kalo saya agak beda hari ini " lanjutnya dengan menarik napas
" gapapa kok pak, maaf juga saya udah ga sopan sama bapak tadi " ucap zee dengan tersenyum kecil
" zee "
" ya? "
" saya udah ga tahan menahan ini " arka menghentikan mobilnya dipinggir jalan, pria itu mengalihkan pandangannya ke arah zee
" a, apanya pak? saya masih dibawah umur pak " ucao zee dengan menyilangkan kedua tangan di dadanya
" bukan itu " ucap arka
" kalo bukan itu apa lagi? "
" saya cemburu kamu deket awan "
" hah? "
" ga tau dari sejak kapan, saya ** suka **** ***** awan " sebuah mobil truk dengan suara klakson yang nyaring membuat suara arka terdengar dengan samar
__ADS_1
" hah? bapak gay?! " pekik zee dengan mata yang membelak
" iya, eh apa? engga " arka kaget
" jangan bilang bapak suka sama awan?!!" ucap zee dengan mata hampir keluar " ohh jangan bilang sikap bapak dingin hari ini gara-gara saya deket ama awan! tapi kok... masa bapak mau sama awan, ya ampun pak "
" saya engga, ahh udah deh lupain " kesalnya, gadis itu sungguh tak peka sama sekali
arka mulai putus asa, pria itu bulai melajukan mobilnya kembali
" pak kita mau kemana sih? "
" resto, saya laper cape ngomong sama kamu habis tenaga saya " ucapnya dengan kesal, hatinya sekarang sedang kacau. Kalimat yang baru saja ia ucapkan tak bisa diulang, untuk menyucapkannya saja pria itu perlu mengumpulkan tekay berminggu-minggu
" ya ampun pak, jangan nanti kalo ketahuan kita jalan bareng bakal ketahuan orangg "
emang itu yang saya mau HAHAHA batin liar arka
" biarin ajalah, saya udah laper banget " ucaonya setenang mungkin, padalah dalam hati kecilnya dia teramat begitu senang apalagi kalau oranglain tahu bahwa zee adalah tunangannya
" ayo cepetan turun " arka menghentikan mobilnya pria itu keluar dari dalam mobil dia berjalan menuju pintu mobil zee
" ga mau "
" turun "
" ga mau "
" kalo ga kau turun bakal saya gendong kamu masuk ke resto "
" ga mau pak, nanti kalo ada yang liat gimana. apalagi saya pake baju SMA "
__ADS_1
" itu pakai jaket saya ada dikursi belakang "
zee menggapai jaket itu. zee menggunakan jaket army milik arka, tubuh gadis itu seakan tenggelam, membuatnya serlihat begitu cubby
" pak "
" apalagi sih "
" bapak punya kacamata hitam ga? " gadis itu berpikir jika dia menggunakan kacamata mungkin tak ada yang tau bahwa dia adalah anak SMA
" buat apalagi sih? ga ada pake kaca spion aja kalo mau "
" huh dasar " zee turun dengan meninggalkan tasnya di dalam mobil
mereka memasuki resto yang menggunakan konsep alam tak ada kipas angin, AC atau semacamnya disini. Dan tentu saja ini adalah akal-akalannya arka. mereka memesan makanan dan duduk ditempat seperti sebuah pondok.
" zee menurut saya ya percuma kamu pakai jaket orang rok kamu masih keliatan "
" udah deh pak diem "
" pak disini panas " ucap zee mengibaskan kedua tangannya
" engga bakal panas kalo kamu lepas jaketnya, siapa suruh hari panas pakai jaket "
" oh iya, mama bilang-" ahh pria itu hampir saja keceplosan
" apa? "
" ga jadi, ntar juga tau sendiri "
........... ..... . . . .
__ADS_1
BERSAMBUNG
LIKE AND COMMENT YA GUYS BAIR MAKIN SEMANGAT IDUP:')