GURUKU

GURUKU
29


__ADS_3

" maksud saya, saya mau makan " ucap arka dengan kikuk, kata-kata itu terlontar langsung tanpa dia sadar


" makan? "


arka hanya menyangkat satu alisnya, dan sekarang kembali hening. Arka bingung ingin berbicara apa begitu pula dengan zee ditambah sikap arka yang agak berbeda hari ini membuatnya takut salah bicara.


" maaf " kata itu keluar dari mulut arka


" hm? " zee bingung, maaf untuk apa?


" maaf kalo saya agak beda hari ini " lanjutnya dengan menarik napas


" gapapa kok pak, maaf juga saya udah ga sopan sama bapak tadi " ucap zee dengan tersenyum kecil


" zee "


" ya? "


" saya udah ga tahan menahan ini " arka menghentikan mobilnya dipinggir jalan, pria itu mengalihkan pandangannya ke arah zee


" a, apanya pak? saya masih dibawah umur pak " ucao zee dengan menyilangkan kedua tangan di dadanya


" bukan itu " ucap arka


" kalo bukan itu apa lagi? "


" saya cemburu kamu deket awan "


" hah? "


" ga tau dari sejak kapan, saya ** suka **** ***** awan " sebuah mobil truk dengan suara klakson yang nyaring membuat suara arka terdengar dengan samar

__ADS_1


" hah? bapak gay?! " pekik zee dengan mata yang membelak


" iya, eh apa? engga " arka kaget


" jangan bilang bapak suka sama awan?!!" ucap zee dengan mata hampir keluar " ohh jangan bilang sikap bapak dingin hari ini gara-gara saya deket ama awan! tapi kok... masa bapak mau sama awan, ya ampun pak "


" saya engga, ahh udah deh lupain " kesalnya, gadis itu sungguh tak peka sama sekali


arka mulai putus asa, pria itu bulai melajukan mobilnya kembali


" pak kita mau kemana sih? "


" resto, saya laper cape ngomong sama kamu habis tenaga saya " ucapnya dengan kesal, hatinya sekarang sedang kacau. Kalimat yang baru saja ia ucapkan tak bisa diulang, untuk menyucapkannya saja pria itu perlu mengumpulkan tekay berminggu-minggu


" ya ampun pak, jangan nanti kalo ketahuan kita jalan bareng bakal ketahuan orangg "


emang itu yang saya mau HAHAHA batin liar arka


" biarin ajalah, saya udah laper banget " ucaonya setenang mungkin, padalah dalam hati kecilnya dia teramat begitu senang apalagi kalau oranglain tahu bahwa zee adalah tunangannya


" ayo cepetan turun " arka menghentikan mobilnya pria itu keluar dari dalam mobil dia berjalan menuju pintu mobil zee


" ga mau "


" turun "


" ga mau "


" kalo ga kau turun bakal saya gendong kamu masuk ke resto "


" ga mau pak, nanti kalo ada yang liat gimana. apalagi saya pake baju SMA "

__ADS_1


" itu pakai jaket saya ada dikursi belakang "


zee menggapai jaket itu. zee menggunakan jaket army milik arka, tubuh gadis itu seakan tenggelam, membuatnya serlihat begitu cubby


" pak "


" apalagi sih "


" bapak punya kacamata hitam ga? " gadis itu berpikir jika dia menggunakan kacamata mungkin tak ada yang tau bahwa dia adalah anak SMA


" buat apalagi sih? ga ada pake kaca spion aja kalo mau "


" huh dasar " zee turun dengan meninggalkan tasnya di dalam mobil


mereka memasuki resto yang menggunakan konsep alam tak ada kipas angin, AC atau semacamnya disini. Dan tentu saja ini adalah akal-akalannya arka. mereka memesan makanan dan duduk ditempat seperti sebuah pondok.


" zee menurut saya ya percuma kamu pakai jaket orang rok kamu masih keliatan "


" udah deh pak diem "


" pak disini panas " ucap zee mengibaskan kedua tangannya


" engga bakal panas kalo kamu lepas jaketnya, siapa suruh hari panas pakai jaket "


" oh iya, mama bilang-" ahh pria itu hampir saja keceplosan


" apa? "


" ga jadi, ntar juga tau sendiri "


........... ..... . . . .

__ADS_1


BERSAMBUNG


LIKE AND COMMENT YA GUYS BAIR MAKIN SEMANGAT IDUP:')


__ADS_2