
Tengg tengg tengg
Bell pulang sekolah berbunyi, guru-guru keluar kelas dan semua siswa memasukan buku dan peralatan tulis ke dalam tas bersiap untuk pulang
" zee kamu yakin gak mau ditemani ke ruangan pak arka? " tanya galvin
Aku memutar kedua bola mataku" iya galvin aku harus bilang berapa kali sih ke kamu ini ke 10 kalinya kamu nanya kaya gitu " ketusku kesal juga lama-kelamaan karena galvin menanyakan hal yang sama terus-menerus
" baiklah " ujar galvin " tapi kamu yak-"
" galvin lebih baik kamu dan sinta pulang duluan atau aku marah " ujarku sambil tersenyum geregetan
" uhh tau nih galvin kan udah dibilangin sama zee lebih 10 kali " ujar sinta juga kesal karena mendengar hal yang sama lebih 10kali
" zee gue pulang duluan ya "ucap galvin engan berat hati meninggalkan zee, akhirnya galvin melangkahkan kakinya keluar kelas
" zee gua pulang juga ya dadah " kata sinta yang menyusul galvin sambil melambaikan tangan ke aku dan aku membalas lambaian mereka.
.
.
.
Dan sekarang aku berada dimuka ruangan pak arka
__ADS_1
Author VOL
Tok tok tok
" masuk " suara berat itu berasal dari dalam dan dengan kaki gemetar zee melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan pak arka
Zee duduk dikursi depan arka
" siapa yang menyuruh kamu untuk duduk? " katanya sambil menghentakan pulpennya diatas meja dan sontak membuat zee terkejut dan segera berdiri
" ma, maaf pak "ujar zee sambil menunduk tidak berani menatap arka. Arka malah tersenyum senang melihat tingkah zee
" ma, maaf pak " zee meminta maaf untuk kesalahannya yang ke 2 kali
" berani sekali kamu menatap saya! " pekiknya lagi
' what?! Bukannya dia tadi yang nyuruh gua buat arghhh ' marah zee dalam hati
"tadikan bapak yang nyuruh saya buat natap bapak " ujar zee agak marah karena tingkah arka yang sedari tadi mempermainkannya
" loh kok kamu marah sama saya. Disinikan saya gurunya bukan kamu " pekik arka kesal padahal dalam hatinya arka senang mempermainkan zee
" ma, maaf pak " ujar zee merasa bersalah karena sudah membentak arka tadi " jadi kenapa bapak menyuruh saya keruangan bapak? "
__ADS_1
" saya minta penjelasan dari kamu " arka menarik nafasnya dan menghembuskannya pelan " kenapa kamu telat masuk kelas waktu saya mengajar tadi? Dan kenapa kamu membeli baju dikoperasi waktu jam pelajaran saya? Dan kenapa kamu bilang ' ambil aja kembaliannya ' padahal uangnya kurang dan kamu tau tadi itu bayarnya pakai uang saya " ucap arka mengintrogasi zee dengan sedetail-detailnya
" baik akan saya jelaskan satu per satu. Tadi sebelum bel bunyi saya ke toilet pak kebelet pipis terus dari dalam toilet saya mendengar cewek nangis-" belum selesai zee menjelaskan arka mencela
" cewek menangis? Jangan - jangan itu hantu " ujar arka menakut-nakuti zee dan karena ucapan arka zee jadi merinding ketakutan " kamu tau gak sekolah ini kabarnya berhantu dan hantu-hantu itu suka menangis ditoilet cowok dan cewek. Kalo kamu berbicara sama hantunya kamu akan digentayanginya terus setiap malam" kata arka menakut-nakuti zee yang sudah merinding dan jantungnya berdegup kencang karena cerita karangan arka
" Pa, pak please jangan cerita hantu saya takut. Lagian ceritanya nggak kaya gitu " ujar zee berkeringat karena takut dengan cerita arka dan sekarang dia berpikir bahwa andien itu adalah hantu
" zee dibelakang kamu ada hantu!!! " pekik Arka denagn muka terkejut , zee langsung berlari kearah arka dan memeluk kaki arka.
Arka tak menyangka bakal seperti ini jadinya padahal dia hanya bercanda " hei, zee sa, saya cuma bercanda " terang arka
" sa, saya takut pakk " zee gemeteran dan dapat dirasakan arka dan hal itu membuat arka bersalah
" zee lepaskan kaki saya. Apa kamu tau saya gak nyuci kaos kaki dan sepatu saya selama 4bulan " mendengar ucapan arka zee langsung melepaskan pelukannya dikaki arka dan langsung berdiri
" pantesan bau " pekik zee sambil mengucek-ngucek hidungnya, rasa ketakutan yang tadi dirasakan langsung hilang lagi lagi karena ulah arka
-BERSAMBUNG
LIKE AND COMMENT YA GUYS!
BIAR SI AUTHOR GA MALES NGETIK
(づ ̄ ³ ̄)づ
__ADS_1