GURUKU

GURUKU
30


__ADS_3

LIKE AND COMMENT YA


BIAR SEMANGAT NGETIK


>_<


------------


zee


aku begitu kesal dengan pak arka dia mengajakku makan dengan pakaian sekolah begini, ku harap tak ada yang melihat kami berdua.


Jaket ini begitu panas, wajar saja bahannya yang begitu tebal membuat tubuhku tenggelam. aku tak tahan lagi.


" kok dilepas? nanti kalo ada yang liat gimana? " ucap arka dengan wajah tak berdosa


Aku yakin semua ini pasti rencananya saja


" udahlah bodo amat, daripada saya jadi ikan asin nanti " seruku


aku melihat mimik wajah pak arka dia seakan menahan tawanya " udah ketawa aja ga udah ditahan " ketusku dengan kesal


" silahkan makananya " seorang pelayan menaruh makanan yang kami pesan


" eh pak arka " ucapnya


" ah, hai ryan " sapa pak arka dengan santainya


pelayan itu menatapku seakan mencoba mengingat wajahku


tunggu. aku seperti familiar dengan pria ini. Astaga ini ryan, dia lelaki yang bersama andien.


" kamu kerja disini? "


" ah iya pak, baru dua minggu kerja hehehe, silahkan dinikmati ya pak "


aku menatap pak arka dengan kesalnya


" apa? "tanyanya, ingin sekali ku balik meja ini


" pak dia kenal bapak!" seruku, aku harap dia tidak menggosip disekolah tentang aku dan pak arka


" ya emang, dia murid saya " ketusnya


" berarti-"


" udah makan aja, hari ini jadwal kita padat. Nanti waktu saya antar pulang kamu langsung tidur aja " ucap pak arka


" dih ngapain saya nurut sama bapak "


" terserah kalo ga mau "


..... ..... . ....... . .......


pak arka mengantarku pulang, aku segera menuju kamarku. Aku mengantuk, mau bagaimana lagi perutku sudah kenyang. Dipikir-pikir jika bersama pak arka pasti tak lepas dari kata 'makan', huhh pria itu bagaimana tubuhnya begitu bagus jika kerjaannya setiap hari selalu makan?


semuanya menjadi gelap seketika.


........ ..... ........


" zee ayo bangun " suara itu begitu lembut


" sebentar lagi ya mah " ucapku, tunggu. Ini bukan suara mama.


aku segera mencari sumber suara itu, namun dia sudah berada di balik pintu kamarku


" oh ya udah, mama tunggu dibawah ya menantuku "


MENANTU?? HAHH MASA IBUNYA PAK ARKA??


aku keluar kamar dan menengok lantai satu, yang benar saja, pak arka dan ibunya yang sedang menuruni anak tangga.


" zee cepat mandi " ucap ibuku yang berada diruang tamu


apa-apaan ini!!


aku segera menuju kamar mandi


........... ...... .....

__ADS_1


aku menuruni anak tangga.


" jadi malam ini kita bakal milih baju pengantin di butik teman tante " ucap ibu pak arka dengan lembutnya, memang mertua idaman. Beliau begitu lembut.


" hah? " pekikku


" ya ampun udah gede ternyata adik abang " terlihat bang jo terharu sekaligus ngeledek


aku memutarkan kedua bola mataku " duh, mah kok buru-buru gini? " protesku " gimana gini aja, biarin bang jo dulu yang nikah baru aku " saranku lagi kepada mama


" kalo nunggu jo kelamaan, dia lulus kuliah aja belom. Kalo dia nikah nanti mau makan apa irene " sahut mama, ada benarnya juga apa yang dikatakan mama " gini aja, menurut kamu arka ini buru-buru ato engga? "


" duh tante, menurut saya anu. Saya sependapat sama tante " ucap pak arka


" duh, arka udah jangan panggil tante lagi panggil aja mama " ucap ibuku, ya ampun emakk, entah apa yang merasukimu emakk. bikin malu


" i, iya ma " sahut pak arka.


" ya udah kita pergi " seru mama


" ett maa, gini aja. Biarin aku sama pak arka aja yang pergi, biar tambah deket. Gimana ma? " ucapku, aku tak ingin pergi dengan mama yang ada tambah heboh nanti.


" zee mau anu kali ma " bang jo mengangkat kedua alisnya sembari tersenyum ngeledek


" udah deh diem " aku melemparnya dengan bantal


" hmm ya udah deh, ohh iya jeng kamu bisa tidur disini " ajak ibuku


" ahh nanti bisa diatur kok jeng "


" tunggu pak aku ngambil tas dulu " aku izin kepada pak arka. lahh kok izin udah kayak suami istri aja~~


........ ...... ...... ..... ..


di dalam mobil aku menatap pak arka dengan tajam " ke-kenapa? " ucapnya


" bapak kok mau aja sih gini? nanti kalo ada yang liat gimana? " protesku, apa sih yang ada dipikiran orangtua inii


" ya mau gimana lagi, nanti mobil saya dijual sama mama " ucapnya dengan mengacak rambutnya seakan putus asa.


....... ........ ...... ..... .... ...... ..... ... .


aku menarik lengan pak arka, pak arka menoleh kearahku " pak arka? " ucapnya. Ya dia Nadia. Yang membully Andien dulu


" kamu? "


" nadia pak, " ucapnya


" oh iya " ucap pak arka


" bapak mau cari baju pengantin? " tanyanya, aku tak menyukai gadis ini. Pertemuan pertama kami tak mengenakan.


" ahh iya, cuman calon saya ga bisa datang terpaksa sama keluarga saya aja " syukurnya pak arka memiliki beribu akal


" silahkan masuk pak " ucapnya


" ahh, arka mama kamu bilang. Kamu bakal kesini, ini ya calon istrinya? "


" ehh bukan, ini keluarga saya. Calon istri saya lagi ada keperluan mendadak tadi tante, jadi zee yang gantiin dia " bohong pak arka, aku harap tante itu percaya dengan omong kosong pak arka " soalnya tubuh sama seleranya sama kaya calon istri saya "


" ohh ya udah yuk sini " ajak tante itu


tante itu membawa kami ke sebuah ruangan dengan banyak baju pengantin didalamnya dengan berbagai macam warna dan ukuran. Kira dua mataku melihat sekitar, gaun-gaun yang ada disini begitu bagus. Jujur saya aku tak tahan kalau masalah pakaian, aku selalu bersemangat jika mengenai masalah pakaian


" ini gimana? " ucap pak arka memegang gaum putih dengan tali pendek di bagian pundaknya


" hmm bagus, tapi kak irine suka ga ya? kayanya sih engga soalnya dia ga suka yang terlalu terbuka " ucapku padahal itu memang seleraku


" ya udah liat yang lain " ajak pak arka



" kalo yang itu gimana? " ucap pak arka


aku tersenyum " bagus banget, aku mau coba yang ini " aku berucap dengan penuh semangat


Ini gaun impianku sangat bagus. aku menyukai desainnya walaupun ini memperlihatkan pundakku tetali bagian dadanya tidak terlalu terbuka seperti gaun pertama.


__ADS_1


" gimana menurut bapak? " ucapku setelah aku selesai mengganti bajuku


....... ........ ........ .... .


Arka


kedua mataku tak terlepas dari pandangan zee, kulitnya yang putih berpadu dengan gaun pengantin yang begitu indah membuatnya semakin cantik.


" pak, gimana bagus ga? "


" hah, bagus kok "


" wah pilihan yang sangat bagus, ini memang keluaran terbaru " ucap tante Nana


" ma, ada telpon " nadia muncul dari balik pintu


" ya, tunggu. Kalian silahkan pilih-pilih, mohon maaf saya tinggal sebentar " tante nana dan nadia meninggalkan kami berdua diruangan ini. Ya hanya kami berdua.


" okey, kalo gitu saya pakai tuxedo hitam aja " ujarku berjalan menuju deretan tuxedo yang tersusun rapi


" ehh, engga-engga. Bapak jangan pakai tuxedo hitam, yang coba liat warna yang lain aja biar beda " ucap zee


aku tak mengerti kenapa gadis ini begitu bersemangat, saat dirumah tadi wajahnya begitu kesal " ya udah, biar kamu yang pilih "


" yang ini bagus " zee mengambil tuxedo warna midnight blue


" tunggu saya coba dulu "



" kok bapak, pakai tuxedo kaya keluarga kerajaan sih jadinya? " protesnya seakaran tak terima.


" akui aja saya emang ganteng " ujarku dengan tersenyum bangga


" huh, diem deh. Yang lain ya pak " ucap zee


" ini bagus " aku mengambil tuxedo warna hitam sedangakan gadis itu mengambil tuxedo warna maroon


" ga mau saya maunya warna yang lain nanti, biar beda " ucapnya dengan kesal


" kamu emangnya mau nikah sama saya? " ucapku sembari mengangkat satu alisku dengan tersenyum


" a, anu coba warna yang ini " ucap zee menyodorkan tuxedo maroon


" tunggu ya sayang " ucapku sembari dengan mengedipkan saru mataku


" cepat pakk " ucapnya dengan mendorongku, dia seperti salah tingkah


" iya, iya sabar " ucapku dengan tertawa


aku mengganti pakaianku. Aku heran mengapa zee seperti senang sekali memilih baju pengantin, aku tak bisa menebak apa yang ada dipikirannya.


" gimana? "



" emhh, bagusan yang pertama. Ya udah yang pertama aja " ucapnya, dasar gadis.


" gimana arka pilih yang mana? " suara tante nana yang berjalan ke arah kami


" kami ambil yang ini tante" ujarku


" wow, arka kamu pandai milih pakaian " puji tante nana


" ya jelas dong tante, kan selera aku baik " banggaku dengan mengangkat kedua alisku sembari memandang zee


zee memutar kedua bola matanya, kami berdua mengiringi jalan tante nana. Menuju tempat pembelian


" ngomong-ngomong kapan nikahnya? " ucap tante nana


" ahh, gatau lagi tante " sahutku, zee hanya diam. Sekarang adalah peranku.


" nanti jangan lupa undang tante ya " tante nana tersenyum


" iya tante " ucapku


...... .. .. . ......... .....


BTW WARNA TUXEDONYA AKU GA TAU ITU WARNA APA, COMMEN YAA BAGI YANG TAU BIAR DIPERBAIKI😂😅

__ADS_1


__ADS_2