
zee mengenakan pakaian sekolahnya bersiap untuk berangkat sekolah, gadis itu melangkahkan kakinya menuruni anak tangga
ia mengambil sepotong roti diatas meja dengan mata melirik ke kiri kanan, seakan mencari sesuatu yang hilang pagi itu " ma, bang jo mana? "
" ohh, jo tadi buru-buru katanya ada tugas buat skripsi " ucap ibu zee dengan mencuci piring
" bukannya bang jo masih semester 1 ya? "
" ya, ya gitu lah kuliah sekarang. Kamu tenang aja, bakal ada yang jemput kamu kok "
bibb
klakson mobil terdengar dari luar " nah itu udah dijemput "
zee keluar rumah, dia penasaran siapa yang datang pagi-pagi begini.
" PAK ARKA?! " pekiknya saat melihat guru itu turun dari mobil
pak arka menghampiri zee, tidak. lebih tepatnya menghampiri calon istrinya itu.
" ahh, arka selamat pagi calon menantu mama " sambut ibu zee
" selamat pagi tante "
" ett jangan panggil tante, panggil mama aja. Kan sebentar lagi kamu bakal menjadi menantu mama "
" iya ma " balas pak arka dengan tersenyum
__ADS_1
" Apaan ga ada! ga ada mama mamaan! " protes zee
" aduh cantik banget sih calon istri aku " ucap arka memandangi zee yang sedari tadi jijik dengan tingkah arka yang menjadi-jadi itu.
" ngomong sekali lagi gue gampar lo! " ancam zee dengan wajah begitu kesal.
" huss, anak gadis kok ngomong gitu sama calon suaminya sendiri lagi. Ga boleh gitu " tegur sang mama " udah kalian sana berangkat nanti telat "
" iya ma, kami berangkat dulu ya " ucap arka yang kemudian salim dan mengucapkan salam kepada sang calon mertua begitu juga dengan zee, bedanya wajah zee terlihat kusut.
mereka berjalan menuju mobil. Arka membukakan pintu mobil untuk zee. zee masuk dengan wajah yang kesal.
" mama berangkat dulu ya " teriak arka
perkataan arka membuat kepala zee semakin memanas, ingin sekali rasanya gadis itu mencekik arka dengan sekuat tenaga, namun hal itu di tahannya " oke jadi kamu siap buat belajarkan sayang? " tanya arka
" udah deh pak geli tauu " protes zee
" bapak ga mau gagalin pertunangan abal ini apa atau gimana gitu? "
" saya ga kepikiran sampai sana " ucap arka sembari menyalakan mobilnya
" jangan bilang bapak suka sama saya "
" kalo inya gimana? bagus dong saya suka sama kamu " ucap arka dengan tersenyum dan mengangkat satu alisnya
deg..
__ADS_1
degg...
jantung zee seketika berdegup kencang, gadis itu seketika diam memdengarkan ucapan yang keluar dari mulut gurunya itu
" laa kok diem? " tanya arka " hahaha tenang aja saya udah punya rencana kok buat gagalin pernikahan ini. Saya cuma tinggal cari cewek lain aja, terus ngenalin ke mama dan minta batalin pertunangan ini. Juga nanti bilang kita udah punya pilihan satu sama lain, jadi kamu juga harus cari cowok " jelas arka panjang kali lebar.
" ohh gitu, gitu mah gampang. Saya bisa kok cari cowok " ucap zee
" ehh apaan ga ada, kamu harus kenalin dulu cowoknya ke saya. Nanti kalo cowoknya ga bener yang ada batal rencananya " protes arka
" hmmm " ucap zee, ada rasa kecewa di hatinya. Namun, gadis itu tak menyadari bahwa dirinya sedikit ada rasa dengan sang guru.
" nanti pulang sekolah ke kantor saya, kita pulang bareng. kalo kamu pulang sendiri yang ada saya tidur diluar nanti "
" iya pak, bawel amat sih " protes zee
.
.
.
" pak stopp " ucao zee saat mobil itu tak jauh dari sekolah
" ngapain sih, udah deket tuh "
" turunin saya disini, kalo ada yang liat saya ke sekolah sama bapak yang ada saya disekap sama fans fanatik bapak "
__ADS_1
" udah gapapa, nanti biar saya urus " ucap arka dengan entengnya sedangkan perasaan zee takut karena suatu hal
gadis itu menarik napas, seakan bersiap menerima apapun yang terjadi.