
Zee
Pria dewasa itu sangat pandai dalam hal berkata-kata setiap kata-kata yang ku keluarkan untuk menyerangnya ia selalu saja bisa menangkis semuanya malah dia menyerang balik dan skak mat malah aku yang terdiam karena ucapanku sendiri.
aku mendengar mobil pak arka dari kamar dan aku mencoba berjalan ke kaca kamar dengan rasa ngeri yang ku tahan dan benar saja mobil itu melaju entah kemana, sepertinya untuk membelikanku bubur.
Tunggu.
Bubur? Bukannya dia mau memasaknyanya untukku? ' Ck! Dasar pak arka dia memang pandai berbohong, akan aku kerjai dia nanti' pikirku
Aku berjalan perlahan kembali ke atas ranjang karena kakiku sakit yang membuatku tak bisa bergerak bebas.
Aku mengambil ponselku dinakas dan aku mendapatkan notif dari bang jo
Zee abang kayanya agak lama lagi baru pulang, abang lagi nemani irene di RS. Kalo ada apa-apa hubungi abang - bang jo
Aku menarik napas perlahan aku merasa iba dengan kak irene karena akhir-akhir ini dia suka pingsan. Kak irene itu pacar bang jo dari waktu bang jo duduk dibangku SMA kelas 11 dan cinta mereka sangat awet sampai sekarang aku kagum dengan bang jo yang sangat bisa mengerti dengan kak irene dan begitu juga sebaliknya.
aku menatap langit langit, aku bosan di kamar. Aku mencoba tuk berdir, pinggangku masih terasa sakit " ugh "
aku berjalan perlahan ke ruang tamu untuk menonton tv
.
.
suara mobil terdengar dari luar, tak lain pasti mobil pak arka
klik
pintu terbuka dan benar saja, pria itu membawa kantong plastik yang tentu saja isinya adalah bubur. Aku menatapnya dengan tajam.
" ehh, kok bisa disini? katanya sakit pinggang? " ucapnya dengan menyembunyikan kantongan plastik yang dia bawa
" pak saya cuma sakit pinggang bukannya stuk " sewotku " udahlah pak jangan nyembunyiin plastik yang bapa bawa. Bilangnya mau BIKIN bubur ternyata malah BELI bubur " sindirku
" dihh siapa yang beli bubur, orang saya BELI BAHAN buat BIKIN bubur " jawabnya mengikuti intonasiku " udah saya mau ke dapur mau bikin bubur dulu "
__ADS_1
" dasar monyet capuchin " decikku
" zee saya denger tauu " ucapnya yang sedang berjaln menuju dapur
aku memutar bola mataku " bodo amat " gumamku
aku melanjutkan menonton tv. Belum 2 menit berlangsung pak arka membawa sebuah bubur di mangkok.
" ampun pak cepet banget" ucapku " bilang aja deh bapak beli "
dia memberi mangkok itu kepadaku " udah deh jangan bawel, nih makan aja "
pak arka duduk di sofa sampingku, aku memakan bubur yang dia berikan kepadaku " hmm " ucapku " tuh kan rasanya sama kaya bubur ayam di depan komplek " ucapku dengan penuh keyakinan 100%
" itulah kehebatan saya, saya bisa membuat semua makanan dengan rasa yang sama " ucap arka bangga.
' Gua tau lu beli nyet! ' batinku
" ya elah, jujur aja kali bapak beli dimuka komplekkan? " ucapku sewot
"itulah kehebatan saya, saya bisa tau apa yang bapak lakuin "ucapku dengan tersenyum bangganya
"hah? Termasuk waktu saya mandi?! " tanya arka
" ya-ya gak lahh " sahutku dengan wajah memerah
Dia mengeringai " oh ya "
" dasarrr mesum! "
" kapan saya mesum? " ujarnya dengan menaikkan satu alisnya
' iya juga ya, kapan dia mesum? ' pikirku
" ta, tau ah " sahutku cepat dengan muka memerah
" kok mukanya merah? Nafsunya naik ya? " ujarnya sambil tersenyum mengejek
__ADS_1
" tuh mesumnya keluar " seruku dengan muka yang masih memerah
" maksud saya nafsu makan" ujarnya dengan tertawa " kamu mikir apa?" ejeknya. Ku akui pak arka memang pandai membalikkan keadaan apalagi kalau kondisinya seperti ini.
" ta, tapi tadi bapak bilang-"
" apa? " ujarnya
" gak tau ah " kesalku dengan wajah cemberut dan pipi merah
.
.
.
" pak bapak mandi gih " ucapku, aku melihat ke arah pak arka. Dia tertidur dengan pulasnya, seperti malam tadi kurang tidur.
klik
pintu terbuka, aku melihat ke arah pintu. Ternyata bang jo yang masih mengenakan pakaian yang dipakai tadi malam.
" zee, kamu gapapakan? " tanyanya dengan penuh kekhawatiran, dia menghampiriku
" gapapa bang " aku berdiri untuk menghampirinya " aww " keluhku saat rasa sakir menyerang pinggangku
" ka, kamu kenapa? " ucapnya " wah ga bener nihh " pandangan bang jo beralih ke pak arka yang sudah tertidur pulas, bang jo memegang kerah kemeja pak arka " kamu apain adik saya?! "
" ehh bang jangan zee jatuh di kamar mandi tadii!! " ucapku dengan cepat
" hmm? " pak arka membuka kelopak matanya " ada apa? " ucapnya dengan wajah dungu, saat melihat bang jo memengang kerahnya
" eh, ga, gapapa. tadi kerahnya kotor " ucap bang jo tersenyum dengan menyapu kan tangannya di kerah pak arka
pak arka tersenyum heran " oh iya, makasih " balasnya
bego emang, batinku sembari menarik nafas lega. Syukur ga jadi baku hantam.
__ADS_1