
Zee
Aku terbangun dengan mata yang masih menutup, aku perlahan membuka kelopak mataku. Jam dinding menunjukan angka 7. pandanganku teralih ke bawah, ya ke pak arka. Pak arka masih saja tidur dengan pulasnya, emang teledor nih guru batinku.
aku turun dari ranjang, bersiap untuk mandi sebelum pak arka bangun.
.
.
.
aku keluar dari pintu kamar mandi dan
brukk
" awww "pekikku, aku terpeleset.
" zee! " seru pak arka, berjalan ke arahku " Kenapa pake acara jatoh segala sih " protesnya dan kemudian membopongku
" duh, sakit pak "
pak arka merebahkanku di ranjang " pak saya ga mau disini "
" ya ampun zee, saya udah cape-cape bopong kamu malah protes. Kamu mau di bopong kemana? ke kolam renang? biar saya ceburin entar " kesalnya
aku mencoba tuk berdiri " aduh sakit " keluhku, pinggangku terasa sakit. Aku kembali berbaring
__ADS_1
" udah duduk aja, mau apa tadi diri? " tanyanya
" saya mau masak mie di dapur pak "
" pagi-pagi ga baik makan mie, mie instan ga sehat untuk dijadikan menu sarapan, karena mengandung karbohidrat dan lemak yang tinggi, namun rendah protein, serat, vitamin dan mineral. Dan tidak dapat memenuhi kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Mie instan juga mengandung monosodium glutamate yang dapat menggangu kinerja fungsi otak dan propylene glycol yang tidak baik untuk jantung " terangnya, dia terlihat seperti sedang mengajar privat sekarang
" iya, iya ga jadi makan mie. Tapi saya laper pak " keluhku, emang susah ya mau makan mie di depan guru biologi..
" dirumah kamu ada beras kan? saya buatin bubur "
" ada kok "
.
.
.
Aku beranjak dari tempat dan segera keluar dari kamar, menuruni anak tangga dan menuju mobil. Kenapa jadi menuju mobil bukannya dapur? Karena aku gak bisa buat bubur, tadi aku bilang ke zee untuk membuatkannya bubur hanya agar terlihat sebagai guru yang hebat saja. Aku menyalakan mobilku dan segera mencari bubur, sekarang aku lagi beruntung karena tukang bubur berjualan dimuka komplek dan aku langsung membelinya.
" mbak bubur 1 jangan pedas ya " ucapku
" iya bang tunggu ya " ucapnya
Aku berdiri sembari menunggu pesananku dibuat
" arka? " ucap seseorang disebelahku
__ADS_1
" eza? apa kabar lu? " kataku dengan memeluknya. Eza adalah temanku waktu aku duduk dibangku SMA dulu dan terakhir kami bertemu waktu acara perpisahaan sma waktu dulu.
" baik kok? Lo tinggal dikomplek ini? "
" nggak gue tinggal dikomplek Citra Asri " ucapku " gue cuma mau ke rumah temen " ujarku
" oh, kapan-kapan main dong ke rumah nanti gue kenalin istri sama anak gue. Oh ya bawa istri sama anak lu sekalian" ucapnya
" gila nikah aja belum main suruh bawa istri aja " balasku
" hah lu belum nikah? Astaga cowok tertampan di SMA ternyata belum nikah " pekiknya kaget " hahaha gue aja yang jelek bisa dapet istri masa lu yang ganteng gak punya istri " ledeknya tertawa
" jangan ngeledek gue, dicerain baru tau lu"
" eh jangan dong nanti gue kaya lu" ledeknya lagi
" lu gak berubah ya za "
" hahaha udah ya sob, cepet-cepet makanya cari istri nanti jadi perjaka tua loh " ledeknya sembari mengambil bubur yang dipesannya
" ini bang buburnya " ucap si penjual kepadaku
Aku mengeluarkan uang 10ribu dan memberinya kepadanya " makasih mbak " ujarku
" udah ya za nanti gue main ke rumah lu kapan-kapan. Bye " pamitku sambil menaiki mobilku
" bawa bini ya ka. Bini tetangga juga gapapa yang penting bawa bini kalo ke rumah gue " ucapnya dengan nada mengejek
__ADS_1
sialan nih anak..