
Arka
Aku rebahan di sun lounger di halaman belakang dengan secangkir teh es diatas meja. Dengan memangku Lorenz kucing persia dengan bulu berwarna putih dan mata berwarna biru secerah awan. Aku ingin menenangkan pikiranku.
" arka " suara wanita parubaya terdengar ditelingaku dengan senyum lebar terukir di wajahnya yang agak menua
" kenapa ma? " tanyaku dengan menatap ibuku dengan heran, pasti ada sesuatu yang ingin dia bicarakan denganku
" gini, kemarenkan waktu mama di bandung. Mama ketemu sama tante Joan, kamu ingetkan yang tinggal di depan komplek kita dulu "
" iya, arka inget. Terus kenapa? tantenya meninggal? "
" huss, sembarangan kamu ini kalo ngomong " tegur ibuku " gini tante joan punya anak cantik loh. Namanya vanya " ucap ibuku dengan tersenyum manis
aku tau pembicaraan ini mengarah kemana " ahh ma, arka ngantuk nanti aja bicaranya ya "
" arka dengerin mama duluu, vanya anaknya cantik loh. Dia juga udah kerja. Coba aja dulu arka, siapa tau dia jodoh kamu. Sampai kapan sih kamu mau sendirian kaya gini terus. Kamu mau jadi perjaka tua? "
aku terdiam sejenak, perkataan mama ada benarnya juga. Apalagi semalam bertemu dengan eza dan dia juga sudah berkeluarga. Masa lelaki tampan sepertiku masih hidup sendiri yang ada nanti ditertawakan teman-temanku. aku akan mencobanya.
" nah bagus, ya udah. Nanti malem mama bicarain sama tante joan, katanya anaknya ada di jakarta "
" iya terserah mama aja "
Jika dipikir-pikir diumurku yang sudah menginjak 25, harusnya aku sudah memiliki pasangan hidup. Dulu waktu kuliah menargetkan diumur 22, aku harus memiliki pasangan hidup. Tetapi karena terlalu asik dengan pekerjaan jadi tidak sempat lagi mencari pasangan. Aku tak boleh melewatkan kesempatan emas ini.
.
.
author
Jam dinding mengarah ke angka 2, semua keluarga duduk dimeja makan panjang dengan sangat hikmat menyantap makanan yang di hidangkan di meja makan.
" arka malam ini vanya tunggu kamu jam 8 di restoran Riz and Qi" ucap wanita parubaya yang tak lain adalah ibunya
arka tersedak " ya ampun ma, kok langsung kencan sih? "
" aduh arka semakin cepat, semakin cepat juga mama bisa gendong cucu. Udah deh kamu jangan protes. siap-siap malam ini "
" tapi ma-"
" ehem. Arka mama kamu ada benernya juga, makin cepat kamu punya istri makin cepat kamu masuknya"
" papah " seru ibu arka dengan menginjak kaki suaminya itu
" aww, bercanda ma " keluh ayah arka dengan menarik kakinya
" pah, arka cowok "
arka memutar bola matanya " ma jangan cepet-cepet lah, lagian nih ya gimana arka nyari Vanya nanti? Arka aja ga tau gimana wujud orangnya "
" udah tenang aja, dia manusia kok. Kaya kita. Semuanya udah di persiapin, meja nomor 8. Kamu langsung duduk manis di sana aja " terang mamaku dengan tersenyum
arka melikir ke arah ayahnya yang sedang menyantap makanan tanpa memperdulikan percakapan arka dan istrinya, ayah arka menatap ke arah arka dan mengangkat satu alisnya seolah bertanya kenapa?, arka memberi isyarat kepada ayahnya untuk membantu dirinya. Namun, sang ayah hanya mengangkat bahunya yang menandakan. ogah.
.
.
Arka melihat jam tangannya yang mengarah ke angka delapan, dengan sekali tarikan nafas dia berjalan masuk ke dalam resto untuk berkencan dengan wanita yang diceritakan oleh mama tadi. Dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam panjang dengan tata rambut yang rapi arka berjalan dengan kerennya, beberapa wanita yang ada di sana sesekali meliriknya dengan penuh harapan. Namun, arka tak memperdulikan mereka sama sekali.
__ADS_1
Sepasang bola mata itu mencari meja dengan nomor 8 diatasnya dan ketem-
" bapak? " panggil gadis dengan kaos oblong berwarna hijau tua dan shot jeans yang memperlihatkan kedua kaki jenjangnya
u.....
suara ini mengacaukan semua hari arka " bapak ngapain disini? "
"widih rapi amat, mau rapat ya pak? " ucapnya dengan tersenyum hingga memperlihatkan gigi putihnya
" hehee saya mau dugem " seringai arka " mau kencanlah " tekannya dengan nada agak tinggi " Sorry ya, anak kecil kaya kamu ga mungkin ngerti. Udah saya duluan " pamit arka dengan tak memperdulikan zee. Zee hanya melihat kepergian gurunya itu dengan tatapan aneh.
arka berjalan ke arah meja nomor 8, dia berada disamping wanita itu sekarang. Dengan persiapan yang maksimal, arka berdehem. Wanita itu menengok ke arahnya, dia sangat cantik. Tetapi bulu mata yang dia kenakan menjadikannya terlihat seperti......., ah sudah lah dia tetap cantik.
" vanya? " tanya arka memastikan dengan tersenyum manis
" iyahh, arkahh kanhh? "
senyuman itu seketika hilang dari bibirnya
....
" eh bukan, saya supir pak arka. Pak arka cuma nitip pesen, katanya dia ga bisa datang karena lelenya lagi beranak " dengan tersenyum kecut arka menjawab
" ah masakhh sichh? " tanyanya dengan alay, lebay kali. ya itulah pokoknya " tapi kalo syama kamuhh juga gak papah kokc " ucapnya dengan mengedipkan satu matanya kepada arka
Arka tersenyum kecut antara ingin tertawa dan khawatir jika kencan ini berhasil " pa- " zee berjalan ke arah arka
" ahh sayang udah selesai makannya? Ayo kita pulang, pak arka mesti nunggui papah " arka menarik zee yang ada di depannya dan merangkulnya, seolah seperti pasangan suami istri yang sedang dinner
" papah? " kening zee mengkerut, gadis malang itu sangat kasihan. Tak tau apa-apa malah di seret arka masuk ke dalam permainan pria itu.
" iya, mamah. kitach pulang kuyz " ucap arka mengikuti gaya ucapan vanya
" udah diam aja kamu " seru arka memalingkan wajah zee ke depan dengan tangannya
" tapi abang saya di dalem pak " ucapnya " oh yang tadi itu temen kencan bapakc yahh "
arka memutarkan bola matanya, " udah diem deh "
" hahaha cocok kok pak. oh iya ini kunci bapak tadi jatoh " ucapnya
" udah deh diem " sahutku aku mengambil kunci yang diberikannya " masuk " suruhku
" ngapain pak? abang saya lagi nungguin di dalem "
" udah masuk aja dulu, bawel " ucap arka, zee masuk ke dalam mobil dan begitu juga arka
" ughh selamat masa depan saya " ucap arka dengan menarik nafas lega
" lah emang kenapa masa depan bapak? " tanyanya dengan dahi yang mengkerut yang penuh dengan tanya
" udah anak kecil kaya kamu mana ngerti "
" dih siapa yang anak kecil. Udah ya pak bang jo nungguin sana nih di dalem " zee membuka pintu mobil namun sayangnya di tahan oleh arka dengan cepatnya
" temenin saya dan hukuman kamu ga jadi " ucap arka dengan cepat
zee menatapku, kemudian menyeringai " ya udah deh "
15 menit guru dan murid itu mengintai vanya dari pintu resto, namun tak membuahkan hasil
__ADS_1
gruk kedua perut manusia bumi itu berbunyi dengan nyaringnya
dtt dttt
" Hallo, ma "
" ...... "
" ma, dia alay banget sumpah. Arka ga mau sama dia. Lebih baik arka perjaka tua deh ma "
arka segera mematikan ponselnya , zee menatapnya dengan heran " kenapa kamu natap saya kaya gitu? "
" bapak dijodohin? " ucapnya dengan senyuman mengejek yang mulai terukir diwajahnya
" enggak, dih siapa yang dijodohin "
" guru yang diincer banyak perempuan cantik di jodohin " tawa lepas zee pecah
" enggak, saya ga di jodohin " jawab arka mencoba tuk mengelak
" iya deh enggak. udah ya pak, bang jo nunggu nih " ucapnya hendak keluar dari mobil. arka menahan tangannya dan mengambil ponsel milik zee.
" bapak mau ngapain, kembaliin! " perintahnya yang mencoba merebut ponsel, arka mencoba untuk menghindar sembari mencari nomor johan di ponselnya dan ketemu
tuttt... tuttt....
" hallo johan "
" pak kembaliin!! " zee mencoba merebut ponselnya dari tangan arka
" saya pacar zee " arka mengelak
" bapak! " ucapnya yang masih mencoba merebut ponselnya kembali
" Kami mau kencan malam ini jadi kamu pulang sendiri aja " ucap arka dengan mempertahankan ponsel itu digenggamannya
arka memutuskan panggilan dengan johan tanpa banyak ba bi bu
" ya udah nih " ucap arka sembari memberikan ponsel itu ke zee
" bapak aduh! udah sinting nih guru " geram zee dengan penuh emosi
" udah deh diem, mau makan ga? " sahut arka dengan santainya
" mau " jawab zee dengan manisnya, emosinya hilang bak di telan bumi " makan dimana? "
" diskotik, kita sekalian dugem " ucap arka dengan entengnya
" ya ampun pak mana ada sih, guru bawa anak muridnya dugem " ucap zee berkata dengan nada tidak percaya
" laa ada kok "
" mana? "
" saya. "
.......
LIKE AND VOMMENT
BIAR AUTHORNYA RAJIN NGETIK
__ADS_1
O(≧▽≦)O