
Arka
Aku berada disebuah restaurant dengan mengenakan kemeja dan celana hitam panjang dengan sepatu berwarna hitam.
aku sedang makan malam sendirian, karena dirumah ART-ku sedang pulkam membesuk keluarganya yang sakit dan orangtua-ku lagi berada di luar kota.
" lah pak arka kok disini sendirian? " ucap wanita yang berada disampingku aku langsung menoleh kearahnya
" zee? Ngapain kamu disini? " tanyaku heran melihat kehadirannya, zee menggunakan dress selutut berwarna hitam dengan lengan pendek. Oh my.. Cantik banget nih anak, jadi pengen cubit ginjalnya...
" yah saya lagi mau makan lah. Bapak ngapain disini sendirian? Jomblo ya?" ejek zee mengeringai
" sembarangan kalau ngomong " ucapku " ya iya sih " ujarku pelan
" hahaha tampang doang ganteng pacar gak ada " ledek zee
" lahh kamu sendiri juga gak punya " ledekku
" dih sembarangan " ucap zee bangga
" zee sini " ucap lelaki yang memanggilnya dari jarak yang tak begitu jauh dari mejaku
" duluan ya pak, pacar saya nungguin " ucapnya dengan tersenyum lebih tepatnya mengejek. Zee berjalan ke arah lelaki tersebut.
Dalam benakku timbul berbagai macam pertanyaan, siapa itu? kok kaya pernah liat? Tapi dimana ya?
Aku berdiri membawa makananku dan menghampiri meja zee, entahlah apa yang aku pikirkan sekarang aku sangat bingung
" ehem " dehemku saat berada dimeja zee " saya ikut duduk sini ya " aku segera duduk di samping zee
" lahh bapak kok duduk sini? " ujar zee
" meja sana udah dipesen suami istri "
Zee menengok ke mejaku tadi " mana ga ada orang? "
" orangnya lagi ke toilet "
__ADS_1
" siapa? "
" istrinya "
" terus suaminya kemana? "
" suaminya nemenin " mata zee membulat dan menatapku " ya, yaa gitulah pokoknya " ucapku lagi
" zee kok kamu gitu? " tegur lelaki yang duduk dihadapannya
" tapi - "
" udah zee " tegur lelaki yang berada di depanku
" jadi, siapa nama kamu? " ujarku kepada lelaki itu
" nama saya johan, saya-" ucapnya sambil makan
" kamu pacarmya zee? " potongku
" gak saya gak cemburu. Saya cuma gak suka murid saya dipermainkan sama cowok " ucapku ngasal
" kalo saya mempermainkan zee emangnya kenapa? Apa urusannya dengan kamu? Kamu suka sama zee"
" eng, enggak " ujarku dan aku diam beberapa saat untuk merangkai kata-kata diotakku " saya cuma takut zee salah pilih pacar karena dia disekolah nakal dan saya khawatir kalo kenakalannya itu karena pergaulannya" ujarku
" pak saya gak nakal bapak aja yang sensitif " ucap zee
Cowok yang dihadapanku tersenyum" kalo kamu takut zee salah pergaulan kenapa kamu gak jadi pacarnya aja agar kamu bisa menjaga dia "
" abang kok ngomong gitu! " seru zee
Jleb!
Apa katanya tadi?
Abang?
__ADS_1
" a, apa? " ucapku gagap
" saya kakaknya pak guru " ujar lelaki yang sedang berada dihadapanku sembari tersenyum
SUMPAH! MALU!
" kalau pak arka mau sama adik saya silahkan saya setuju kok " ucapnya " dia emang nakal " lanjutnya
" ihh abang aku gak nakal " protes zee
" ah abang udah abis makannya. Oh ya kamu abisin aja dulu makanan kamu, abang mau pergi ketemu sama irene. Nanti abang balik lagi kok "
Aku tak berkutip karena rasa maluku membara sekarang
Deg..
Deg.
Deg
Perasaanku mengatakan aku mempermalukan diriku sendiri
zee menatapku dengan tajam " a, apa? " tanyaku " katanya dinner sama pacar "
" tadinya iya, tapi sekarang dinner malah sama bapak " ucap zee, zee seakan tersadar dengan ucapannya " ahh, lupain "
" ya bagus dong, harusnya kamu bersyukur bisa dinner bareng saya. Kalo perlu kamu harus sujud syukur " ucapku enteng
" ha ha ha" tawa kesalnya
-BERSAMBUNG
LIKE AND COMMENT YA~
SUPAYA AUTHORNYA SEMANGAT NGETIK
(づ ̄ ³ ̄)づ♡
__ADS_1