GURUKU

GURUKU
04


__ADS_3

Zee VOL


Duh ditengah-tengah makan tiba-tiba aku kebelet buang air kecil, aku sesegeranya menuju toilet


" ahh lega " ucapku setelah buang air kecil saat aku mau keluar ada suara ribut ditoilet


" eh lu denger lu jangan sok cantik didepan Ryan! Cewek cupu kaya lu pantes dapet ini! " ujarnya


" aaa ampunn nadiaa " ujarnya merintih kesakit aku yang sedari tadi menguping dari pintu toilet, tiba-tiba pintunya terbuka


" wah ternyata ada penguntit " ujar seorang cewek mungkin ini yang namanya nadia


" gue bukan penguntit" ujarku membela diri " lu apain dia? Lu kok membully teman sendiri?! " bentakku


" heh lu jangan sok jadi pahlawan, dia bukan teman gua! " nadia melihat ke arah anak yang dibullynya tadi " lu! Inget apa kata gua tadi! " ucapnya lagi lalu pergi dari toilet


" kamu gak papa? " tanyaku khawatir, gimana gak khawatir coba melihat seorang murid yang di bully, baju yang dikenakannya saja banyak tulisan 'cewek kotor' dan banyak lagi dan juga lututnya terluka


" nggak kok, kamu ke kelas aja " rintihnya sedangkan air mata bergenang dipipinya


" gak, ayo ikut aku ke uks " ajakku, aku membantunya berdiri dan membantunya berjalan menuju uks


" nama kamu siapa? " tanyaku membuka suara


" andien aku kelas 11 mipa 5, kamu? "


" zee, kelas 12 mipa 2 " ujarku " kamu kenapa jadi kaya gini? " ake penasaraan apa yang terjadi padanya


" enggak apa-apa kok kak, kak janji jangan cerita ke siapa-siapa ya " pintanya dengn wajah pucat


" iya ndien aku janji" ujarku sambil tersenyum untuk meyakinkannya

__ADS_1


" btw ndien "


" iya kak?  "


" uks dimna? " ucapku dengan ragu dari tadi kami hanya berjalan lurus gak tau mau kemana


" ya ampun kak,  uks ada arah sebaliknya " ucap andien tersenyum kecil saat tau dia berjalan ke arah yang salah " kaka murid baru ya? "


" iya,  makanya aku gak tau dimana uks "


Dan pada akhirnya kami sampai diuks, andien merebahkan dirinya dikasur yang ada diuks


" kamu tunggu sini ya jangan kemana-mana " ujarkku, andien mengangguk patuh.


Aku melangkahkan kakiku ke koprasi sekolah ' duh,  aku gak tau dimana koprasinya ' batinku


Aku menghampiri seorang cowok yang berpapasan denganku


" permisi kopsis dimana ya? "


" kopsis? "


" bukan ruang BK " balasnya " dari ruang BK jalan lurus setelah itu belok kanan dibelokan pertama "


" okey makasih " ucapku, aku berjalan sesuai arahannya


Sesampainya dikoprasi aku melihat dia yang pagi tadi menabrakku 'dasar siswa gak punya sopan santun' batinku


Tapi tunggu! kok dia gak pake baju putih abu-abu? Ehh kok dia pakai kemeja putih dan celana hitam? Aku baru menyadarinya pagi tadi aku terlalu fokus ke mukanya hingga tak melihat penampilannya. Jangan jangan diaa... Bodo, bodo gakk mungkin!!


" dek mau beli apa? " kata guru yang memakai name tag bertuliskan Ery Evandi didadanya

__ADS_1


" eh ya saya mau beli baju putih pak, ada gak? " tanyaku gugup karena sekarang aku berada disamping pemuda yang menabrak aku pagi tadi


" ada kok, ukuran apa? " tanya penjaga koprasi lagi


" M " ujarku aku yakin ukuran andien M karena postur tubuhnya sama sepertiku. Pak ery berpaling dan mencari baju berukuran M


" kamu gak masuk kelas? " ujar pemuda yang berada disampingku


" sebentar lagi masuk kok " jawabku tanpa melihat ke arahnya, jujur aku terlalu takut untuk mrlihatnya aku takut jika dia adalah guru disekolah ini. Ku harap dia hanay tamu disekolah ini.


" kamu gak takut sama guru yang mengajar dikelasmu saat ini? " tanyanya lagi, jujur aku gak berani melihatnya aku takut kalo dia itu guru disekolah ini, mana aku bentak-bentak dia pagi tadi. Masa murid bentak guru, aku berasa seperti murid durhaka huhuuu


" ng, nggak nanti aku jelasin semua yang terjadi sama guru yang mengajar dikelasku " jawabku sedikit gugup dan seketika aku berkeringat


" kalau gurunya gak mau denger penjelasanmu gimana? Kamu bisa dihukum berat loh " ucapnya enteng


Aku memberanikan diri menatapnya


Deg..


Deg.


Deg



Dia tersenyum manis kepadaku. aku segera mengalihkan pandanganku, aku tidak menyangka dia sangat tampan,  kenapa aku tak sadar dari pagi tadi? Muungkin karena pagi tadi mataku masih mode off


" ini dek " ujar bapak penjaga koprasi " kamu sakit ya? Kok mukanya merah banget? " tanya pak ery dengan memperhatikan wajahku,  aku teramat malu karenanya


" en, enggak pak. Makasih pak ini uangnya kembaliannya ambil aja " kataku, aku berjalan dengan terburu-buru

__ADS_1


-BERSAMBUNG


LIKE AND COMMENT YA~


__ADS_2