
zee turun dari mobil " sayang semangat ya belajarnya " ungkap arka dengan mengedipkan satu matanya, ingin sekali rasanya zee menonjok orang bumi itu.
beberapa orang yang berada di parkiran melihat ke arah zee, mereka menatap zee seakan penuh dengan tanda tanya. Namun, hal itu tak di pedulikan olehnya. Zee berjalan sembari mengatur cara berjalannya ' tenang zee jangan gugup ' batinnya mencoba menenangkan diri.
beberapa wanita menatap zee dengan tatapan sinis " hai zee! " sapa seseorang dari belakangnya sembari menepuk pundak zee.
" hai sin "
" gilaa, lu berangkat sama pak arka?! " tanya sinta dengan histerisnya
" iya itu tadi ketemu di depan terus pak arka nawarin buat naik " bohong zee
" ohh, kirain lu punya hubungan spesial sama pak arka "
" haha " tawa hambar zee
zee menarik nafas agar tetap tenang " eh zee, gimana lu sama awan " tanya sinta tiba-tiba
" ya ga gimana-gimana "
" lu tu ya, idup lu tu sempurma banget tau ga. Udah deket sama pak arka sama awan kapten basket juga deket. Enak banget sihh idup lu bisa nyantol ama dua orang terganteng di seantero jagat raya " ucap sinta dengan gemesnya
__ADS_1
zee memutar kedua bola matanya " apaan sih sin, udah deh ayok masuk kelas "
.
.
.
sinta, galvin dan zee duduk di kursi kantin dengan memakan semangkuk bakso dengan nikmatnya " ehh pentol gue kok banyak banget ya? " ucap galvin
" masa?! " bales sinta, sinta yang tadinya duduk disebelah zee sekarang bersebelahan dengan galvin " minta dong "
" emang kita temenan? " tanya sinta
" iya, apa lagi? babu sama raja? " kata galvin
" saya duduk sini ya, meja lain penuh " pria gila yang mengganggu acara makan ketiga remaja itu dengan seenaknya duduk begitu saja tanpa ba bi bu. Ditambah dia duduk di sebelah zee.
" i,i ya pak gapapa kok " jawab sinta gugup
mata zee melotot ke pria itu dengan penuh kekesalan, namun malah dibalasnya hanya dengan senyuman manis. Dia memakan semangkuk bakso yang ia bawa.
__ADS_1
sinta memandang pak arka sampai melamun sembari tersenyum " bapak kok bisa ganteng banget sih pak? tapi kok ga punya pacar? " tanya sinta sambil memandang pak arka dengan mata yang seolah memuja-muja pak arka " ehh, pak sorry " ucaonya tersadar
" ganteng apaan, wajah pas-pasan gitu dibilang ganteng " ungkap zee
bola mata arka melirik zee " hahaha jelas lah, saya emang ga punya pacar. Tapi saya udah tunangan " ucap arka dengan bangga, secara diam-diam arka menggenggam tangan zee dari balik meja, kedua mata zee melotot " kenapa zee? kamu kok kaya kaget gitu denger saya tunangan? "
zee sama sekali tidak kaget saat mendengar arka tunangan tetapi dia sangat terkejut arka menggenggan tangannya dari balik meja " saya ga kaget, bodo amat " ucap zee bertingkah sebiasa mungkin sambil mencoba melepaskan genggaman arka dari balik meja, berani sekali pria ini.
" Pak arka beneran udah tunangan? " tanya galvin
" ya ampun pak? kapan? dimana? ceweknya siapa? beruntung banget sihh pasti ceweknya cantik ya pak "ucap sinta dengan histeris
" iya, baru aja sih. ceweknya ya gitu lah, ceweknya biasa aja sih "
" beruntung apanya, gue mah lebih mending jadi peternak sapi dari pada nikah sama dia " ucap zee tanpa sadar
" kamu mau memeras susu sapi tiap hari? pelecehan " ucap arka, pria itu melepaskan genggamannya " ga berperikesapian kamu "
**Bersambung
like and comment ya guys**!!
__ADS_1