
wajah kusam terlihat jelas di wajah zee, dia memakan makananya. Sembari menatap arka yang berada di depannya dengan kesal.
guru dan murid itu tengah makan di ruang makan tante eka hanya berdua saja, sedangkan ibu-ibu lain dengan asyik menggobrol diruang tamu.
Arka yang dari tadi merasa ada sesuatu yang mengintainya mencoba untuk tetap tenang, sekekali dia menatap zee dengan kaku.
zee begitu kesal, kenapa arka menyetujui perjodohan ini. Gurunya itu adalah pria tampan yang sangat mudah mendapatkan wanita, tetapi kenapa saat di jodohkan dengan dirinya pria itu tak menolaknya saja.
" kamu kenapa daritadi menatap saya terus " buka arka, risih juga ternyata.
" bapak kenapa bilang mau tadi " ucap zee to the point.
" saya udah di ancam sama ibu. Katanya kalo saya ga setuju kali ini, ibu bakal ngejual mobil sport saya " terangnya
" apa?! bapak mau, cuma karena mobil sport?! " ucap zee tak percaya
" bukan cuma itu, kamu tau yang kita temuin kemarin. Itu siapa namanya saya lupa, saya bakal di jodohin sama perempuan alay kemaren. Daripada saya dijodohin sama si alay mending saya sama kamu, " arka berucap tanpa sadar
wajah zee terlihat memerah " bu, bukan gitu maksud saya " ucap arka yang tersadar dengan ucapannya
__ADS_1
" udahlah pak, udah terlanjur juga, " pasrah zee
wajah zee masih terukir jelas, gadis itu masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Ia tak menyangka ibunya akan menjodohkan dirinya dengan gurunya sendiri.
" tapi harusnya kamu bersyukur dong bisa di jodohin sama guru tampan kaya saya " ucap arka, namun tak di dengar oleh zee " udah lah zee. Jalanin aja, soal cinta mah gampang. Cinta bisa tumbuh waktu kita udah saling kenal "
entah apa yang mempengaruhi zee, zee malah menganggukkan kepalanya.
" eh, kalian masih belum selesai makannya. Ayo cepetan makannya, cincin pertunangannya udah datang " ucap tante rita yang tak lain adalah ibu zee.
" hah?? cincin?? "
" hahaha kue cincin ya mah? " ucap zee
" ya kali kue cincin " ucap ibu zee
kedua orang yang menjadi pasangan itu digiribg menuju ruang tamu, mau tak mau keduanya harus menuruti perintah sang ibu.
" nah, jadi jeng hari ini adalah hari tunangan anak saya yang bernama arka dan juga anak Rita yang bernama zee. Kalian adalah saksi atas pertunangan ini yaa. Ayo tepuk tangan dulu" ucap ibu arka dengan penuh semangat. Semua orang yang berkumpul di ruangan itu bertepuk tangan terkecuali zee dan arka.
__ADS_1
" nih arka cincinnya " ucap ibu zee
mau tak mau, arka mengambil kotak cincin berwarna merah yang berisi dua buah cincin. Dengan sekali tarikan nafas arka mulai memasukkan cincin itu ke jemari manis zee
zee meraih cincin yang ada di dalam kotak dan memasangnya di jari manis arka
" okee, sekarang kaliam idah resmi menjadi tunangan. Nah, cincin ini ga boleh kalian lepas. Supaya orang-orang tau kalian udah tunangan " ucap ibu zee
" tapi ma-"
" udahh ayo ibu-ibu semua kita lanjut ke acara arisannya ya " ucap ibu zee
acara itu berlanjut terlihat diwajah setiap orang begitu senang terkecuali dua orang.
ini akan menjadi cerita yang panjang batin zee
Dan sekarang ia harus bisa menerima kenyataan, guru yang bernama arka itu tunangannya sekarang.
__ADS_1