
" enak saja, baru kemarin saya cuci ni kaos kaki sama sepatu pake rinso 5 ratus perak yang banyak busanya " terang arka dengan bangganya " by the way saya nyuci sendiri loh " sambung arka lagi begitu bangganya dia sampai-sampai tersenyum lebar, zee yang melihat tingkah arka yang berubah 360° bingung, mana guru killer yang memarahi dan membentaknya tadi?
Plak
Tiba-tiba zee memukul dahi arka
" wahai hantu yang merasuki tubuh pak arka keluarlah! Kembalikan guru killer yang tadi " kata zee yang sedang memejamkan matanya sambil telapak tangannya berada tepat dimuka arka dengan penuh harapan
" hey saya tidak kerasukan " kesal arka " apa kamu bilang tadi guru killer?" tanya arka, arka tersenyum jahat " oh jadi itu gelaran khusus buat saya ya? "
" eh eng, enggak pak, aduh saya bilang bapak tampan tadi " bohong zee mencoba menyelamatkan dirinya agar tidak dimarahi arka lagi
Arka tersenyum pepsodent " saya tau kok saya tampan " ujar arka dengan pdnya sambil mengusap rambutnya yang rapih " tapi zee saya tidak tuli saya mendengar dengan jelas apa yang kamu katakan tadi " lanjut arka, kali ini zee tidak bisa berkata apa-apa lagi
" maaf pak " lagi, lagi dan lagi hanya itu yang zee ucapkan
" oke, sekarang lanjutkan penjelasan kamu tadi "
__ADS_1
" waktu saya keluar dari pintu toilet ternyata ada cewe nangis pak bajunya robek gak tau kenapa, jadi saya beliin baju baru gitu " ujar zee berbohong dengan singkat, zee tak mau menceritakan kejadian sebenarnya karena dia telah berjanji pada andien bahwa dia tak akan menceritakan masalah tadi
" saya menghargai karena rasa kamu sangat perduli kepada sesama, tetapi kamu tetap saya hukum karena kamu udah terlambat masuk kelas " kata arka
" tapi pak tadi bapa udah menghukum saya dikelas dan bapak juga udah memaafkan saya tadi" kata zee bingung bukannya dia tadi sudah dihukum arka kok malah dihukum lagi? Itu yang ada didalam pikiran zee
" saya menghukummu karena kamu berbicara waktu jam pelajaran saya dan saya khilaf bilang memaafkanmu tadi. Sekarang saya akan menghukum kamu karena sudah telat jam pelajaran saya tadi " arka berbicara begitu santai
' anjirt, apa katanya tadi? Khilaf? ' batin zee. Zee menghelan nafas " baik saya terima hukuman bapak. Jadi apa hukuman bapak buat saya? " zee langsung to the point
" a, apa? Saya gak mau, gak " tolak zeee " hukuman yang lain aja ya pak " pinta zee dengan mata berbinar-binar
" kenapa? Kamu takut diganggu sama hantu ya " seringai arka dengan mengangkat satu alisnya
" bu, bukan gitu pak " ujar Zee " sa, saya gak mau bersihin toilet pak bau " ujar zee padahal dia takut gara-gara perkataan arka tadi
" alesan kamu, bilang aja takut sama hantu " cibir arka
__ADS_1
" IYA IYA SAYA TAKUT PAK MAKANYA GANTI HUKUMANNYA YAA " pinta zee dengan muka penuh harapan moga-moga permintaannya dipenuhi oleh arka
" gak itu hukuman untuk kamu! " ujar arka dengan tegasnya " udah sana pulang " sambungnya
Zee menghelankan nafas dengan tak ikhlas, ia menerima hukuman arka dengan terpaksa " iya pak " ujar zee " saya permisi dulu kalo gitu pak" ucapnya dengan muka kusut, dia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan arka
.
.
.
-BERSAMBUNG
(○゚ε゚○)
LIKE AND COMMENT SUPAYA AUTHORNYA RAJIN NGETIK YAA ~\(≧▽≦)/~
__ADS_1