
Ali, baru saja tiba di hotel setelah di rumah ia sedikit berdebat dengan ibu mertuanya. Ia dianggap berbohong dan mungkin selingkuh di belakang Angel, karena beberapa minggu ini ia sering pulang pagi buta.
Ali memang sengaja tidak menceritakan kejadian Neli dan ibunya pada Angel. Tapi suatu hari kalau Angel sudah percaya bahwa hotel ini miliknya, ia pasti juga akan membawa Anggel ke ibu mertua dan juga adik iparnya.
Saat Ali memasuki area hotel, ia melihat Rudi, seorang anak jalanan yang ia temui beberapa waktu yang lalu, sedang berbicara dengan pihak keamanan dengan wajah marah.
"Saya sudah bilang sebelumnya, Saya mengenal Ali!" Sorot mata Rudi sangat tajam.
"Berhentilah bicara omong kosong. Tuan Ali tidak mungkin mengenal anak jalanan sepertimu!" Ucap salah satu dari mereka.
Mereka tahu kalau Rudi anak jalanan karena Rudi telah banyak mendapat pertanyaan. Dan semua jawaban, menjadikan pihak keamanan ragu dengan dirinya. Apa lagi Rudi menceritakan kalau dia anak jalanan.
"Dia mengenalku. Bahkan dia yang memintaku datang kemari untuk memberiku pekerjaan." Rudi mencoba melangkah masuk kembali, tapi petugas keamanan dengan mudahnya menahan tubuh kecilnya.
Sudah cukup Ali menonton drama pagi hari ini, ia mendekati mereka sedikit geli karena percakapan mereka dan bertanya kepada pihak keamanan, "Ada masalah apa di sini? Apakah saya bisa membantu?" Tanya Ali mengeluarkan suara berwibawa, tetapi kontras dengan pakaian lusuhnya.
Mereka tersentak mendengar suara dari orang yang mereka kenal.
"Kawanku Ali!" Pekik Rudi.
Petugas keamanan itu menjawab dengan sedikit rasa ragu, "Maaf, Tuan Ali, tetapi orang ini mengklaim bahwa dia mengenal Anda dan ingin memberi pekerjaan di hotel. Kami sudah memperingatkannya."
Ali tersenyum ramah kepada petugas keamanan dan melihat Rudi dengan penuh kehangatan. "Tidak perlu, saya mengenal Rudi. Dia bukan hanya seorang anak jalanan, tetapi juga seorang yang berjasa. Saya mau memberinya kesempatan untuk memperbaiki hidupnya."
Rudi masih marah karena tidak dipercaya, ia melihat Ali dan mengangguk dengan penuh amarah. "Sekarang kalian tahu sendiri, bukan? Masih ada yang mau mencegahku masuk?"
Ali menoleh kepada petugas keamanan, ia tersenyum melihat tingkah Rudi, "Kalian sudah makan?"
Petugas keamanan berpikir sejenak, kata kalian yang dilayangkan Ali tidak mungkin hanya untuk Rudi. "Kami nanti saja Tuan, sebentar lagi juga pergantian shift."
__ADS_1
Tanpa ditanya kembali, Rudi berkata, "belum!"
"Kalau begitu, kalian teruskan pekerjaan. Kamu, Rudi. Aku temani kamu."
Memasuki restoran hotel, Rudi tidak bisa berkata apa-apa.
Ali, melihat betapa kagumnya Rudi dengan suasana restoran mewah Hotel Sohoo, tersenyum lembut. Dia merasa senang bisa memberikan pengalaman istimewa kepada Rudi.
"Mari kita duduk di sini, Rudi," kata Ali, "pesan apapun yang kamu mau, aku ingin kamu merasakan keistimewaan makan di restoran ini." Ali masih ingat kejadian beberapa hari lalu saat dia menghancurkan gembong narkoba. Semua itu tidak akan bisa ia capai dengan cepat kalau tidak ada Rudi.
Rudi terlihat sedikit canggung, tapi dia dengan antusias mengikuti Ali dan duduk di kursi yang nyaman. Dia melihat-lihat sekeliling restoran dengan takjub, memperhatikan dekorasi yang elegan dan suasana yang santai.
Pelayan yang ramah mendekati mereka dan memberikan menu. Rudi melihat daftar hidangan yang disajikan dengan nama-nama yang asing baginya. Dia tidak pernah makan makanan semewah ini sebelumnya.
Ali melihat kebingungan di wajah Rudi dan tersenyum. "Jangan khawatir, Rudi. Biarkan aku membantumu memilih hidangan yang istimewa hari ini. Aku ingin kamu mencoba sesuatu yang baru dan nikmati pengalaman ini sepenuhnya."
Beberapa saat kemudian, hidangan lezat tiba di meja mereka. Rudi terpana melihat makanan yang bisa begitu tertata dan aroma menggugah selera. Ali menjelaskan setiap hidangan, menceritakan asal-usulnya dan bahan-bahan yang digunakan.
Ketika Rudi mencicipi hidangan pertamanya, matanya melebar. Rasanya begitu enak dan berbeda dari makanan biasa yang pernah dia makan sebelumnya. Rudi merasakan kombinasi rasa yang unik dan tekstur yang lezat. Dia tersenyum lebar dan tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
Ali melihat kebahagiaan di wajah Rudi. "Bagaimana rasanya, Rudi?"
Rudi hampir tidak bisa berkata-kata karena mulutnya penuh dengan makanan. Dia menganggukkan kepala dengan antusias, menunjukkan bahwa dia sangat menikmati hidangan tersebut.
Rudi melanjutkan sarapan dengan penuh kegembiraan dan mulai cerita ketika Ali bertanya. Rudi bercerita tentang masa kecilnya dan bagaimana dia harus bertahan sebagai anak jalanan. Ali mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan semangat kepada Rudi untuk memperbaiki hidupnya.
Saat hidangan penutup tiba, Rudi melihat piring dengan penuh kagum. Dia tidak pernah sekalipun mengalami sesuatu yang serupa sebelumnya. Rudi memandang Ali dengan penuh rasa terima kasih.
"Terima kasih, kawan," ucap Rudi dengan tulus. "Hari ini adalah hari paling istimewa dalam hidupku."
__ADS_1
"Jika kamu bersungguh-sungguh, maka kamu bisa merasakan hal ini setiap hari." Ucap Ali memasukkan ponselnya. Baru saja ia mengirim pesan untuk Kevin, manager hotel untuk datang menemuinya.
Tak berapa lama, Kevin, manajer Hotel Sohoo, melihat Ali dan Rudi duduk di restoran dan merasa penasaran dengan apa yang terjadi. Dia mendekati meja mereka dengan penuh hormat dan bertanya, "Permisi, Tuan Ali, apa yang bisa saya bantu di sini?"
Ali tersenyum dan memberi salam kepada Kevin. "Halo, Kevin. Saya ingin memperkenalkanmu pada Rudi. Dia kenalanku di jalanan. Saya telah memutuskan untuk memberinya kesempatan bekerja di hotel kita. Bisa?"
Kevin mengangguk mengerti dan melihat Rudi. "Saya mengerti, Tuan Ali."
Ali melanjutkan, "Kevin, berikanlah dia pekerjaan di departemen yang paling cocok dengan bakatnya. Bantu dia untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan kerja yang positif." Ali berkata seperti itu karena prihatin Rudi tumbuh di lingkungan yang kurang baik.
Kevin menjawab dengan antusias, "Tentu, Tuan Ali. Saya akan memastikan itu sendiri."
Ali melihat Rudi dengan penuh harap, "Rudi, saya percaya kamu akan melakukan yang terbaik. Gunakan peluang ini untuk menunjukkan kemampuanmu. Ingatlah, ada banyak pelajaran yang bisa dipelajari di hotel ini."
Rudi tersenyum dan mengangguk dengan penuh semangat, "Terima kasih, Tuan Ali. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Saya akan belajar dan bekerja keras."
"Tuan? Aku bukan kawanmu lagi?" Goda Ali.
"Tidak, Anda adalah bos saya mulai sekarang." Jawab Rudi sedikit malu.
Ali kemudian melanjutkan, "Selain pekerjaan, saya juga ingin kita mendukung pendidikan Rudi. Kevin, tolong atur agar Rudi dapat mengikuti kursus dan pelatihan yang relevan dengan bidang yang dia minati. Pastikan dia mendapatkan akses ke pendidikan yang layak."
Kevin dengan tegas menjawab, "Saya akan mengurusnya, Tuan Ali. Saya akan mencari program-program pendidikan yang sesuai dan memastikan Rudi mendapatkan dukungan penuh dari hotel ini."
Dengan bantuan Ali dan dukungan dari tim Hotel Sohoo, Rudi mendapatkan pekerjaan di hotel dan mulai meniti karirnya. Dia belajar dari pengalaman sehari-hari dan menerima pelatihan yang diperlukan untuk mengasah keterampilannya.
Sementara itu, Rudi juga melanjutkan pendidikannya dengan antusias. Dia mengikuti kursus-kursus dan pelatihan yang disediakan oleh hotel, serta mendapatkan bantuan dari Ali dalam menentukan jalur pendidikan yang tepat untuknya.
Beberapa tahun yang akan datang, Rudi pasti berkembang menjadi seorang profesional yang sukses di industri ini.
__ADS_1