Half A Heart

Half A Heart
Chapter 7


__ADS_3

"Ngga usah ngadi-ngadi, lo sendiri pasti dag dig dug ketemu Adit," –Fira


"Shila, tolong bilang ke teman-teman kamu, baca buku geografi ini dari bab globalisasi halaman tujuh puluh sampai tujuh puluh delapan."


"Lalu kita langsung kuis rebutan kalau Ibu sudah berada di kelas," jelas Bu Tuti guru georafi dan wali kelas Shila.


"Kuatkan bawanya?"


"Ngga kuat dong Buu,"


"Kuat kok Bu," jawab Shila takut merepotkan Ibu Tuti, padahal ia sendiri juga kesulitan membawa buku sebanyak dan setebal ini.


"Yaudah, sampai ketemu nanti ya," Shila pun berpamitan pergi dan membawa setumpuk buku ini tergopoh-gopoh. Saat Shila baru saja keluar dari perpustakaan, entah dewi apa yang membawanya untuk bertemu dengan Adit dan teman 'Bule' nya itu.


"Shila, bisa bawanya?" tanya Adit saat melihat Shila kesusahan membawa buku. Tentu saja sikap Adit yang ramah dan humble itu membuat Shila mati gaya di tempat.


"Bisa kok bisa."


"Mau di bantuin Evan ngga? Dia nawarin nih!" sontak Shila kaget mendengar perkataan Adit yang seolah-olah mencomblangkan mereka berdua


"Ha! Engga kok, gue juga ngga kuat angkatnya."


"HAHAHAHAHA."


"Kok lo salting sih?"


Shila melongo melihat tingkah bule itu, ia juga baru mengetahui jika nama bule itu adalah Evan. Shila jarang sekali berpapasan dengan Evan, ini kedua kalinya Shila bertemu Evan setelah pertemuan mereka saat di minimarket lalu. Padahal Evan sudah hampir setahun bersekolah di SMA Perdana. Ia tampan tentunya, pasti banyak siswi SMA Perdana yang akan mengejarnya.


"Gua duluan Dit," kata Evan tiba-tiba tanpa melihat Shila sedikit pun. Tinggalah Shila dan Adit yang membuat suasana semakin awkward bagi Shila. Mata mereka bertemu sejenak, lalu Shila buru-buru tersenyum canggung dan berlalu meninggalkan Adit.


Saat sudah sampai di depan kelas, tanpa mengucapkan salam dan mengetuk pintu Shila meletakkan buku itu di atas meja dengan keras.


BRUK!


"Huftt, maaf teman-teman, nggak kuat lagi gue," Shila mengatur napasnya sejenak dan menekan pinggangnya yang lumayan terasa pegal.


"So guys, silahkan baca buku ini pada bab globalisasi halaman tujuh puluh sampe tujuh puluh lima ya."


"Bu Tuti akan datang menyusul , lalu kita kuis," jelas Shila dan kembali ke tempat duduknya.

__ADS_1


"Kuisnya ada berapa soal?" tanya Riski teman sekelas Shila.


"Nggak tau sih, Bu Tuti juga nggak ada bilang tadi."


"Kok nggak ngasih tau gue, kalo lo bawa buku setipis itu," sambut Fira sedikit meledek.


"Bela-bela gue balik ke kelas terus minta bantuan lo? yang bener aja."


"Btw Fir, gue mau nanya."


"Apa?" Fira merubah posisinya penuh menghadap Shila.


"Lo kenal Evan yang bule itu nggak?" tanya Shila sedikit intens.


"Kenal lah, kenapa?" tanya Fira yang semakin tertarik dengan obrolan mereka.


"Gue tadi ketemu dia, terus dia kay-"


"HAH? DEMI APA LO KOK BISA KETEMU DIA!" Fira histeris sekali, hingga menarik perhatian seluruh teman-teman yang sedang fokus membaca. Shila menepis bahu Fira.


"Kurang gede suara lo!"


"Kok bisa lo ketemu dia Shil? Dimana?" tanya Fira bertubi-tubi.


"Kok lo histeris sih? Tadi udah kedua kalinya gue ketemu dia barengan sama Adit."


"HAH! SAMA ADD," dengan cepat Shila menutup mulut Fira geram.


"Iya adik gue Fir. Hooh novel lo sama adik gue," potong Shila sambil memelototkan matanya ke arah Fira.


"Ngga usah pake teriak-teriak napa sih! Kedengeran Zerin ****** gue."


"Tunggu-tunggu, lo ketemua dia dua kali? Terus tadi lo ketemu Evan sama Adit?"


"Ho'oh."


"Surga dunia banget ngga sih itu Shil! ketemua dua cogan SMA Perdana," gemas Fira menggoyang-goyang bahu Shila. Fira sendiri belum pernah bertemu dengan Evan secara langsung, karena anak itu jarang sekali dapat di deteksi keberadaannya. Jika di kantin? Kepala Fira tentu saja diisi oleh makanan-makanan yang ada di sana. Nggak akan sempat mencari keberadaan Evan.


"Biasa aja kenapa sih! lebay lo."

__ADS_1


"Ngga usah ngadi-ngadi, lo sendiri masih dag dig dug ketemu Adit."


"Engga kok, gue udah move on."


"Alah, terus yang nelpon malam-malam kayak orang kesurupan tuh apa? Cuma gara-gara tau Adit meet up sama Zerin, hah?"


"Dah lah, males."


Tentu saja, perkataan Fira itu benar adanya, Shila sempat menangis karena mengetahui Adit meet up with Zerin beberapa hari yang lalu. Tetapi apa boleh buat? Toh, nyatanya Shila sekedar teman Adit, ia juga sudah pacaran dengan Zerin siswi tercantik di SMA Perdana.


***


"Malming nginap di rumah gue yuk Shil," ajak Fira setelah pelajaran PKN usai.


"Mau ngapain? Tumben lo ajak gue."


"Astaghfirullah ini anak, nggak pernah berubah ya overthinking nya."


"Lah, gue bener kan? Tumben lo ngajak gue," bantah Shila sinis.


"Hum, gue ada drakor bagus sih soalnya."


"Enggak lah, malas," bantah Shila tetap fokus pada ponselnya/


"Ayolah Shil. Icip-icip nonton drakor kek," Fira hobi sekali menonton K-Drama ia, ia mengoleksi Drama Korea tersebut dan bela-bela membeli hardisk hanya untuk menyimpan drakor-drakornya. Fira bukan pecinta K-Pop sih, ia hanya kecanduan di dalam dunia perdrakor-an.


"Mending gue streaming lagu one direction lagi, daripada harus nonton drakor lo."


"Hey! jangan buta, itu band udah lama vacum Shil, ngga bosan lo liat itu-itu terus."


"Obrolan mereka terhenti ketika ada sebuah notifikasi yang berasal dari ponsel milik Shila.


Shila melongo membaca pesan yang masuk di ponselnya.


"Kenapa Shil? Wa dari siapa?" tanya Fira kepo. Fira langsung merampas handphone Shila tersebut.


*Via WhatsApp*


+628238****

__ADS_1


'Save nomer gue ya, Evan'


"OMAYGAD SHILAA!"


__ADS_2