Hantu Hidung Mbeler

Hantu Hidung Mbeler
Menyesatkan


__ADS_3

Angin berhembus dengan tenang,suara gemericik air terdengar jelas karna jarak dengan aliran mata air tak terlalu jauh.


Gesekan daun di pepohonan mulai terdengar bising,asap kemenyan telah mengepul dan menebarkan bau wangi di area itu.


Sosok Kuntilanak merah yang dikenal sebagai Nyai Warsi itu turun menemui dukun yang selalu membawakan ia mangsa.


Kuntilanak itu memberikan syarat yaitu si pemuja harus mau menggantikan hidung mbelernya,ia juga meminta ingkung ayam cemani setiap hari selasa kliwon.


Tanpa pikir panjang Suami Istri yang telah kalut akan nikmat dunia itu pun mensetujui persyaratan yang Nyai Warsi itu berikan.


Kuntilanak merah itu menghilang bersama hilangnya suara cekikikan yang terdengar sangat seram.


Ki dukun kini menjelaskan apa saja ritual yang harus kedua orang yang tengah tersesat itu lakukan setelah ini.


Mereka akan menerima imbalan berupa usaha yang sukses,kekayaan melimpah dan dihormati orang,tapi dengan catatan salah satu dari kedua orang itu harus ada yang mau menggantikan hidung mbeler Nyai Warsi.


Seumur hidup akan menderita pilek,tanpa bisa di obati.


Mereka juga harus menyediakan ruangan khusus untuk Nyai Warsi,dan menyiapan kembang tujuh rupa serta inkung ayam cemani.


Sang Suami mengatakan jika Istrinya lah yang akan menjalankan syarat yang Nyai Warsi berikan tadi.


Ki dukun akhirnya meminta Sang Istri untuk berendam di dalam air mbelik di area mata air itu.


Sang Istri telah berjalan menuruni bebatuan untuk masuk ke mbelik,tampak dari atas banyak bunga yang mengapung di kubangan air itu.


Yah,itulah bunga tujuh rupa yang telah ki dukun taburkan.


Sang Istri telah berendam hingga hanya tampak kepalanya saja.


Terlihat sebuah bayangan turun merasuk ke dalam tubuh sang Istri.


Ki dukun kemudian membaca sesuatu kembali lalu memintanya untuk keluar dari air.


Saat keluar dari air,si Istri tampak bersin dan dari hidungnya keluar lendir bening.


"Haduh aku pilek."ucap si Istri.


Suaminya pun dengan sigap segera mengulurkan sebuah kain batik dan juga jaket miliknya untuk di pakaikan pada Istrinya.


Ki dukun tampak tersenyum licik,ia begitu senang,karna dengan bertambahnya pengikut Nyai Warsi maka akan semakin bertambah juga kekuatan yang ia miliki.

__ADS_1


Tiga orang bodoh yang sama-sama mau diperbudak setan itu akhirnya meninggalkan tempat itu dengan hati puas.


Tanpa mereka sadari,kepuasan mereka terhadap apa yang mereka dapat dari memuja setan itu adalah jalan menuju neraka.


Sesat yang tak mereka sadari.


Si dukun yang gila ilmu,dan sepasang Suami Istri yang gila kenikmatan dunia.


Mentari bersinar menampakkan kilau cahaya keemasan.


Seorang laki-laki yang tengah berjualan singkong itu didatangi oleh seorang pria paruh baya yang tampaknya adalah orang kaya.


Orang itu membeli semua dagangan singkongnya,dan melebihkan uang untuk membeli dagangannya besok.


Si tukang singkong sangat bahagia,ia yakin jika yang ia dapat hari ini adalah berkat keampuhan kekuatan Nyai Warsi.


Ia segera pulang kerumah dan memberi tahu Istrinya.


Sebelum ia pulang,disempatkannya untuk membeli beberapa lauk yang enak untuk istrinya yang tengah tidak enak badan.


Istrinya sering bersin-bersin dan hidungnya terus saja mbeler.


Dibelinya satu kilo daging sapi,satu ekor ikan gurameh dan satu kilo cumi-cumi serta beberapa bumbu dapur.


Bisa di pastikan jika sang istri tengah menanak singkong surtiran serta sisa dagangan suaminya kemarin.


Begitulah keadaan mereka jika sedang tak punya uang untuk membeli beras.


Mereka akan mengukus pinggiran singkong yang sengaja di potong agar singkong yang akan dijual terlihat seperti baru saja dicabut dari pohon.


Hanya itu yang bisa mereka makan,kadang dengan dicocol pada sambal,kadang mereka taburi gula,kadang hanya di kukus dengan air garam.


Bukan tak ada keinginan untuk makan yang layak dan enak,tapi keadaanlah yang memaksa mereka untuk hanya memakan apa yang ada.


Keadaan Sugeng yang hanya menjadi buruh jualan singkong milik Juragan Sunar hanya mampu untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan saja.


Mereka hanya akan makan nasi empat kali dalam seminggu,itupun tidak dalam jumlah yang banyak.


Sugeng punya hutang yang cukup banyak di beberapa warung karna dulu mereka selalu berhutang jika tengah kekurangan bahan pangan.


Sugeng juga punya hutang pada seorang rentenir dengan jumlah yang cukup banyak bagi seorang buruh sepertinya.

__ADS_1


Lima belas juta bukanlah nomonal yang sedikit bagi Sugeng.


Itulah sebabnya Sugeng meminta Istrinya untuk menerima keadaan mereka apa adanya.


Termasuk hanya akan makan pecelan singkong sisa jualan atau sortiran sebelum berangkat jualan di saat mereka tengah tak punya uang.


Tak perlu gengsi kalau hanya sekedar untuk mengisi perut,begitulah pikir Sugeng,terlebih saat Riski anak Sugeng satu-satunya telah meninggal akibat terkena sakit tbc yang terlambat di ketahui.


Mutdah Istri Sugeng sangat bahagia saat melihat Suaminya pulang membawa banyak belanjaan.


Beras,daging,ikan,bumbu,dan beberapa lembar daster baru untuknya.


Mutdah sangat bahagia meski sesekali ia bersin karna hidungnya terus saja mengeluarkan lendir seperti orang flu atau alergi debu.


Mutdah segera meraih apa yang Suaminya beri kepadanya.


Keduanya tampak bahagia dengan terus mengucap terima kasih pada Nyai Warsi yang mereka percaya jika semua ini adalah berkat kekuatannya.


"Pak jangan lupa,besok beli ayam cemaninya,besok kan Selasa kliwon."ucap Mutdah sambil merangkul lengan Sugeng Suaminya.


"Iya Buk,oh iya ini ada uang nanti kamu bayar utang kita di warung Yu Sugi ya?"


Ucap Sugeng sambil mengulurkan uang warna biru lima lembar.


"Iya Pak,habis masak Ibuk tak ke warung Yu Sugi,Ibuk juga udah capek dihina terus,dikatain ngutang doang gak mau bayar,sakit hati Ibuk Pak."ucap Mutdah saat menerima uang dari tangan Suaminya.


Mudah kemudian kembali ke dapur untuk melanjutkan aktifitasnya yaitu memasak.


Beberapa menu terhidang,ada rendang daging,pecak gurameh bakar,dan cumi sambel ijo.


Mereka berdua begitu bahagia dengan makan siang yang sangat nikmat menurut mereka itu.


Berulang kali mereka mengucap terima kasih pada Nyai Warsi,bahkan Sugeng mengatakan jika ia menyesal kenapa tidak dari dulu saja meminta bantuan Nyai Warsi.


Kedua orang yang tengah bahagia itu tak menyadari ada sosok lain yang juga sangat senang di saat itu.


Sosok Kuntilanak merah yang tengah berdiri mengambang menatap lurus pada mereka berdua.


Kuntilanak itu menyeringai kemudian merentangkan kedua tanganya.


Tampak aura hitam keluar dari tubuh Suami Istri itu yang diserap oleh Kuntilanak merah tadi.

__ADS_1


Nyai Warsinah,kuntilanak merah penunggu mata air sembilan sumber itu tertawa karna mendapat pengikut baru,dua manusia bodoh yang mau ia sesatkan.


__ADS_2