Hantu Tampan Sang Pewaris

Hantu Tampan Sang Pewaris
Dua Puluh Empat


__ADS_3

...Teruntuk Pengacara Kenzi...


...Saya Dilan Niroga, dengan ini saya menyatakan bahwa saya telah mencabut niat dan keinginan saya untuk memberikan seluruh harta saya kepada Selena, dengan alasan yang tak bisa saya ungkapkan....


...Jika seandainya saya mati ataupun saya dalam keadaan koma, saya ingin Nathalie Anastasya yang menggantikan posisi saya sebagai CEO sementara, karena hanya Nathalie yang saat ini saya percaya dan bisa membantu urusan saya yang belum terselesaikan, saya harap anda memenuhi permintaan saya ini....


Mengapa Nathalie sebagai CEO sementara? Karena Dilan masih merasa aneh dengan mayat yang berada di dalam jurang itu, padahal dia waktu kejadian itu jelas sekali terjatuh ke sungai, tapi mengapa tiba-tiba berada di jurang dalam kondisi hangus terbakar.


Jika seandainya Dilan mati, mengapa mayatnya harus dipindahkan ke jurang dan mengapa juga harus dibakar sehingga wajah dan tubuhnya tak dapat dikenali lagi? Walaupun Dilan tak cerita ke Nathalie, sebenarnya dia berharap dia masih bisa memiliki kesempatan untuk hidup kembali, walaupun rasanya itu sangat mustahil baginya, karena arwahnya sudah gentayangan.


Dilan tak mungkin bercerita kepada Pengacara Kenzi mengenai Selena yang adalah salah satu dalang dibalik pembunuhan atas dirinya, karena dia belum memiliki bukti. Karena itu dia membutuhkan Nathalie menjadi CEO, karena Nathalie adalah satu-satunya orang yang bisa berkomunikasi dengannya.


Pengacara Kenzi membaca surat tersebut dengan seksama, dia sama sekali tidak paham mengapa Dilan tiba-tiba memberikan jabatan CEO untuk Nathalie, bahkan dia baru tahu bahwa selama ini Dilan dekat dengan seorang gadis bernama Nathalie, seorang gadis dari kalangan tidak mampu, tak mungkin Dilan mau berteman dengan gadis seperti itu.


Bahkan terakhir Pengacara Kenzi berbicara dengan Dilan lewat panggilan telepon, Dilan bilang bahwa dia ingin memberikan seluruh hartanya untuk Selena karena Selena orang yang paling berharga untuknya.


Pengacara Kenzi menghela nafas, dia menatap Nathalie dengan tatapan penuh rasa curiga, rasanya tak masuk akal jika Dilan tiba-tiba menyerahkan jabatan CEO untuk gadis itu.


Nathalie merasa tak enak hati, bagaimana kalau Pengacara Kenzi mengira dirinya membuat surat palsu.


Nathalie berbicara dengan pelan kepada Dilan. "Sudah ku katakan idemu ini terlalu konyol, gak mungkin ada yang mempercayaiku begitu saja. Masa seorang Dilan Niroga mempercayakan jabatan CEO untukku."


Dilan memilih diam, dia masih menatap Pengacara Kenzi, sangat harap-harap cemas, berharap Pengacara Kenzi bisa mempercayai surat itu adalah tulisan tangannya.


Pengacara Kenzi memperhatikan dengan detail bagaimana tulisan di surat itu, tulisan tangannya memang sangat mirip sekali dengan Dilan. Tidak mungkin ada tulisan tangan yang sangat mirip di dunia ini, apalagi Dilan telah menandatanganinya diatas materai.


Pengacara berusia 45 tahun itu nampak berpikir sangat keras, dia belum bisa mempercayai sepenuhnya dengan isi surat tersebut, walaupun tulisan dan tandatangannya sama persis dengan Dilan, padahal seingat dia, Dilan begitu antusias ingin mengurus surat kuasa yang menyatakan bahwa semua hartanya akan diserahkan kepada Selena jika seandainya dia mati.


"Kapan Tuan Dilan memberikan surat ini?" Pengacara Kenzi mulai menginterogasi Nathalie.

__ADS_1


Dilan menyuruh Nathalie untuk mengikuti instruksi darinya. "Sebelum aku berangkat ke kota D untuk pergi ke Villa Permata."


Nathalie terpaksa mengikuti apa yang Dilan ucapkan. "Sebelum Dilan berangkat ke kota D untuk pergi ke Villa Permata."


Pengacara Kenzi mengerutkan keningnya, mengapa Nathalie bisa tahu bahwa Dilan pergi ke kota D malam itu? Apakah mereka seakrab itu?


"Apa kamu tau Tuan Dilan datang ke Villa Permata untuk apa?"


Pengacara Kenzi memang tidak tahu ada urusan apa Dilan pergi kesana, dia hanya tau malam itu Dilan akan pergi ke Villa Permata.


Dilan memberikan intruksi kembali kepada Nathalie. "Untuk bertemu Selena, aku dan dia ada janjian untuk bertemu di sana setelah 4 hari tidak bertemu karena Selena ada jadwal pemotretan di luar kota."


Nathalie menghela nafas, dia menatap Dilan dulu dengan tatapan kesal. Kemudian dia menjawab pertanyaan dari Pengacara Kenzi, sesuai dengan yang Dilan ucapkan. "Dilan akan bertemu dengan istrinya, dia dan istrinya ada janjian untuk bertemu Villa itu, setelah 4 hari tidak bertemu karena istrinya Dilan ada jadwal pemotretan di luar kota."


Pengacara Kenzi terperangah mendengarnya. Sedekat itukah pertemanan Nathalie dan Dilan sampai Nathalie tahu apapun tentang Dilan? Rasanya tidak mungkin orang seperti Nathalie mampu membayar seorang detektif untuk memata-matai Dilan.


Dilan nampak kebingungan untuk menjawabnya, sementara Nathalie terus mendeliki Dilan, menunggu instruksi dari Dilan.


"Cepetan aku harus jawab apa?" bisik Nathalie kepada Dilan. Nathalie pura-pura menggaruk tangannya yang gak gatal untuk menunggu Dilan memberikan instruksi padanya.


Dilan akhirnya telah menemukan sebuah ide. Sehingga Nathalie menjawab pertanyaan Pengacara Kenzi sesuai dengan apa yang Dilan intruksikan padanya. "Dilan adalah seseorang yang sangat profesional dalam bekerja, dan pekerjaan aku memang kurang memuaskan untuknya. Apalagi Dilan memang tak mengizinkan aku untuk bekerja sebagai cleaning servis di sana, karena menurutnya aku berhak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik."


"Sebarapa banyak yang kamu ketahui tentang Dilan?" tanya Pengacara Kenzi kembali.


Dilan mengatakan semuanya, sehingga Nathalie memberikan jawaban yang sama. "Semuanya."


Pengacara Kenzi menjadi penasaran apakah benar bahwa Nathalie banyak mengetahui tentang Dilan, sehingga dia memberikan banyak pertanyaan mengenai apa saja yang Dilan sukai, Nathalie menjawabnya sesuai dengan instruksi dari Dilan, sehingga jawaban Nathalie semuanya benar. Membuat Pengacara Kenzi terheran-heran.


Dilan memang menyukai warna putih.

__ADS_1


Dilan sangat takut dengan ulat. Itu adalah sebuah rahasia, karena Dilan tak ingin siapapun tahu tentang hal itu, baginya sangat memalukan jika ada yang tahu pria sekeren Dilan sangat takut dengan ulat. Makanya Pengacara Kenzi merasa aneh mengapa Nathalie bisa tau tentang akan hal tersebut.


Dilan alergi udang.


Makanan favorit Dilan adalah spageti.


Dilan sangat menyukai film horor.


Dilan adalah penggemar Steven Gerrard di Liverpool.


Dilan menyukai musik rock.


Bahkan Nathalie tahu tentang kasus kecelakaan orang tuanya Dilan.


Semua jawaban dari Nathalie tidak ada yang salah. Pengacara Kenzi tentu saja sangat tahu apa yang Dilan suka dan juga apa yang Dilan tidak suka, karena Tuan Andre yang memberitahunya. Hal itu sangat penting, contohnya untuk menghadapi situasi seperti sekarang, tiba-tiba ada seseorang datang kepadanya dan mengaku sangat dekat dengan Dilan.


Kini Asisten Kenzi memberikan pertanyaan yang terakhir kepada Nathalie. "Mengapa Tuan Dilan hanya menginginkan kamu harus menjadi CEO sementara di Niroga? Mengapa bukan CEO tetap?"


Nathalie pun tak tahu mengapa Dilan menjadikan Nathalie hanya CEO sementara, dia menatap Dilan, menunggu instruksi darinya.


"Karena aku merasa bahwa mayat yang ditemukan di jurang itu bukanlah mayatku. Aku masih berharap aku bisa hidup kembali." lirih Dilan.


Nathalie pun mengatakan hal yang sama. "Aku merasa yakin bahwa mayat yang ada di jurang itu bukan Dilan, aku masih berharap Dilan masih hidup. Mungkin karena itulah Dilan menyuruh aku untuk menjadi CEO sementara, dia mungkin sudah merasa sudah ada yang mengincarnya, sehingga dia menitipkan surat ini padaku. Dilan ingin anda tak terburu-buru untuk menyerahkan seluruh harta Dilan dan juga mencari pengganti CEO di Niroga. Karena menurutku kematian Dilan masih banyak kejanggalan, aku sangat tahu letak kota D, jika menuju ke Villa Permata tidak mungkin melewati jurang, itu sangat berlawanan arah, dan jaraknya cukup jauh." Nathalie mengatakannya berdasarkan kesimpulannya sendiri, karena dia sudah lama tinggal di kota D.


Dengan adanya CEO sementara, tidak akan ada yang merebut posisi Dilan, jika seandainya ada sebuah keajaiban bahwa ternyata Dilan sebenarnya masih hidup.


Pengacara Kenzi begitu takjub mendengar jawaban dari Nathalie, karena baginya tebakan Nathalie memang benar, Dilan masih hidup, dia sedang terbaring koma, tapi dia belum bisa memberitahu Nathalie akan hal ini, karena dia masih terlihat bingung dalam memutuskan sesuatu.


Sebenarnya ide CEO sementara ini cukup cemerlang, dengan begitu jika seandainya Dilan bisa melewati masa kritisnya dan sembuh, dia bisa mengambil jabatan itu lagi.

__ADS_1


__ADS_2