
Dilan dan Nathalie telah membuat sebuah perjanjian yang harus mereka berdua sepakati selama tinggal bersama.
Tepatnya perjanjian itu dibuat oleh Dilan.
Jika berada di kantor, Pihak B menjadi CEO sementara di Niroga.
Jika berada di apartemen, Pihak B harus mengerjakan semua pekerjaan rumah.
Pihak A dan Pihak B tidak boleh saling jatuh cinta.
Pihak B harus melakukan apapun yang diperintahkan oleh Pihak A.
Pihak A akan menggaji pekerjaan Pihak B sesuai yang telah disepakati.
Nathalie menghela nafas ketika membaca perjanjian yang telah Dilan buat, sangat jelas perjanjian itu tidak menguntungkan untuknya, walaupun dia sempat terluka ketika membaca poin ke 3, faktanya ketika Dilan masih menjadi hantu, mereka telah mengungkapkan perasaan mereka, bahkan mereka berciuman, akan tetapi Dilan telah melupakannya.
Nathalie lebih baik menyetujuinya, dia juga sebenarnya sangat berharap Dilan bisa mengingatnya, walaupun sikapnya menyebalkan dan arogan, tapi tak bisa mengurangi kadar cinta yang dia rasakan kepada Dilan.
"Sekarang aku sangat lapar, cepat masak spaghetti untukku." Dilan memegang perutnya yang keroncongan, mungkin karena dia sangat tidak menyukai makanan di rumah sakit sehingga dia belum makan sama sekali.
"Hhhh..." Nathalie hanya bisa menghela nafas, dia menatap tajam ke arah Dilan yang sedang tersenyum seakan sedang meledeknya.
Nathalie pun pergi ke dapur, dia terpaksa harus memasak untuk Dilan, kebetulan dia juga belum makan.
Dilan tersenyum memperhatikan Nathalie yang pergi ke dapur dengan wajahnya yang ditekuk, terkadang dia merasa bahwa gadis itu sungguh menggemaskan.
Dilan menelan saliva, terbayang kembali bagaimana indahnya tubuh Nathalie tanpa busana, dia segera mengahalau pikiran kotornya.
"Mengapa aku merasa seperti bukan pertama kali aku melihatnya?" Dilan menjadi panas dingin membayangkannya lagi.
Lebih baik Dilan mengalihkan pikirannya untuk menonton televisi saja.
Sambil menunggu Nathalie memasak, Dilan menyalakan televisi, dilayar televisi tersebut Dilan melihat Selena yang sedang diwawancarai, mungkin karena model terkenal itu telah mengumumkan berita tentang kehamilannya.
"Selena, benarkah anda sedang hamil anak dari mendiang suami anda?" tanya salah satu wartawan disana.
Di layar televisi tersebut terlihat Selena yang terlihat sangat sedih, dia memang pandai bersandiwara. "Iya, saya telah mengandung anak dari mendiang suami saya, Dilan Niroga. Walaupun anak saya nanti akan terlahir tanpa seorang ayah, tapi saya yakin dia akan tumbuh menjadi seorang anak yang hebat seperti ayahnya."
__ADS_1
Selena sengaja mengumumkan tentang kehamilannya agar semua orang tahu dia telah mengandung pewaris dari Niroga Group, sehingga Pengacara Kenzi mau tidak mau harus mengurus masalah ahli waris Niroga Group, siapa lagi kalau bukan bayi yang sedang dia kandung. Walaupun ayah yang sebenarnya adalah Justin.
Dilan tersenyum getir, seorang istri yang dia cintai begitu besar tega mengkhianatinya, bahkan sampai hamil anak orang lain.
Rupanya Nathalie sudah selesai memasak, dia juga ikut menonton televisi ketika Selena sedang diwawancarai. "Bagaimana mungkin dia bisa hamil sementara kamu masih perjaka?" celetuk Nathalie sambil menyimpan dua piring spaghetti diatas meja.
Dilan langsung menatap Nathalie dengan tatapan penuh rasa heran, dia sama sekali tidak mengira bahwa Nathalie sampai tahu bahwa dia masih perjaka, oh sangat memalukan.
"Mengapa kamu bisa tahu aku masih perjaka?"
Nathalie menjawabnya sambil memakan spaghetti, "Sudah aku bilang kamu saat menjadi hantu telah menceritakan apapun tentang dirimu."
Dilan masih belum bisa mempercayai hal yang menurutnya tak masuk akal itu.
Dilan segera mengeksekusi spaghetti buatan Nathalie. Dia tersenyum ketika merasakan masakan Nathalie sangat lezat.
Drrrrtt...
Drrrrtt...
Drrrrtt...
[Saya telah mendapatkan sebagian informasi mengenai kecelakaan Tuan Dilan, besok Anda datang ke kantor saya.]
"Bahkan kamu menyuruh aku untuk meminta Detektif Al agar menyelediki kasus kecelakaan yang menimpamu. Dia meminta aku untuk datang ke kantornya besok."
Dilan berhenti makan, dia segera merebut ponsel dari genggaman Nathalie, lalu membaca pesan dari Detektif Al. Tentu saja dia sangat tahu Detektif ternama itu.
"Biar besok aku yang datang ke kantor Detektif Al, kamu harus tetap bekerja menjadi CEO di Niroga." titah Dilan.
"Mengapa kita tidak pergi bersama saja?"
Dilan tidak ingin Nathalie terlibat terlalu jauh, bisa membahayakannya, walaupun dia belum tahu sebanyak apa Nathalie mengetahui masalah yang Dilan hadapi. "Lebih baik kamu fokus di kantor Niroga, biar Detektif Al menjadi urusanku."
Nathalie mengangguk pasrah, dia melanjutkan kembali makan spaghetti buatannya.
Dilan terdiam menatap Nathalie, mengapa Nathalie ingin membantunya sejauh ini? Dia masih belum mempercayai ucapan Nathalie jika dia pernah menjadi hantu, tapi dia mempercayai Nathalie bahwa gadis itu tulus membantunya.
...****************...
Besoknya...
__ADS_1
Di kantor pusat Niroga, Nathalie tak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya, dia masih teringat dengan kejadian semalam, sebuah peristiwa handuk melorot, sungguh rasanya sangat memalukan, sampai wajah Nathalie nampak merah padam.
"Seharusnya malam tadi aku memakai bathrobe saja." Nathalie mengacak-acak rambutnya.
Tok...
Tok...
Tok...
Terdengar suara seseorang mengetuk pintu ruangan CEO itu.
"Masuk!" suruh Nathalie.
Ternyata orang tersebut adalah Justin, dia pun masuk ke dalam ruangan itu, memperlihatkan schedule untuk hari ini. "Ini adalah schedule untuk hari ini, nanti jam 10 akan meeting dengan Pak Handoko dari Fan Art."
Nathalie menganggukan kepala, "Oh oke."
Kemudian Justin menatap Nathalie dengan raut wajahnya yang serius. "Bukankah kita sudah bersepakat untuk makam malam bersama, bagaimana kalau malam ini?"
Nathalie nampak bimbang, sepertinya dia tidak memiliki keinginan untuk dinner bersama Justin, tapi disatu sisi dia sangat penasaran dengan hubungan Justin dam Selena.
Di tempat yang berbeda, Dilan datang ke kantor Detektif Al dengan wajahnya ditutupi oleh masker, tidak boleh ada yang tahu dia masih hidup.
Awalnya Detektif Al terkejut dengan kehadiran Dilan, orang yang telah diberitakan mati secara mengenaskan itu.
Ternyata Dilan, seorang pewaris dari Niroga Group masih hidup.
"Astaga, aku pikir aku telah melihat hantu hari ini. Ternyata Anda masih hidup, Tuan Dilan." Detektif Al lama sekali memandangi Dilan yang sedang duduk di kursi sofa, pria itu terlihat membuka maskernya.
"Ya, karena aku harus menemukan orang yang telah membunuhku." jawab Dilan dengan santai.
Detektif Al segera memberikan informasi yang Dilan pinta. "Saya telah menemukan beberapa informasi hasil penyelidikan saya setelah menyelidiki kasus kecelakaan yang menimpa Anda, Tuan Dilan."
"Oh iya, terimakasih Detektif Al." Dilan sudah tak sabar ingin tahu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Detektif Al mengenai kecelakaan yang menimpanya, sebenarnya bukan kecelakaan, tapi percobaan pembunuhan.
"Saya lupa tidak memberitahu Nona Nathalie, seharusnya dia datang kesini." ucap Detektif kembali.
"Memangnya ada apa dengan Nathalie?" Dilan menjadi penasaran.
"Saya sudah menemukan keberadaan ayahnya."
__ADS_1