Hantu Tampan Sang Pewaris

Hantu Tampan Sang Pewaris
Lima Puluh Delapan


__ADS_3

Besoknya...


Pagi ini terlihat seorang wanita dan seorang pria yang tak memakai busana, rasanya pasti sangat melelahkan, menghabiskan beberapa ronde di atas ranjang.


Walaupun Justin merasa jenuh dengan hubungannya bersama Selena, dan dia juga sebenarnya sudah tak memiliki perasaan apapun pada Selena, tapi pria mana yang bisa menolak ketika ada seorang wanita membuka seluruh pakaiannya di hadapannya, bahkan Selena sendiri yang membuka pakaian Justin.


Justin terbangun dari tidurnya, dia menghela nafas ketika melihat Selena yang masih terlelap, seandainya jika malam tadi Nathalie menerima cintanya, mungkin saat ini Nathalie yang ada sampingnya, bukan Selena.


Justin tak dapat memahami dengan isi hatinya, mengapa dia bisa sekecewa itu ketika Nathalie menolak cintanya. Apakah mungkin dia telah benar-benar jatuh cinta kepada Nathalie?


Dia harus menjadi milikku, apapun caranya._ gumam hati Justin.


Justin pun bergegas pergi ke kamar mandi, dia membersihkan seluruh badannya di bawah aliran air shower.


Justin teringat dengan percakapannya bersama Selena semalam, Selena bilang bahwa Nathalie ditolong oleh seorang pria bernama Dilan ketika dia akan diculik oleh ketiga preman suruhan Selena, tapi wajahnya ditutupi oleh masker sehingga ketiga preman itu tidak mengenalinya.


"Ada apa ini? Apakah mungkin sebenarnya Dilan masih hidup?"

__ADS_1


Justin menggelengkan kepalanya, "Gak mungkin Dilan masih hidup, gak mungkin Hendrik membohongiku."


Justin menjadi teringat dengan ponselnya Selena yang telah hilang semalam, mungkin ada seseorang yang mencuri ponselnya. Justin merasakan ada yang mengganjal dengan hal itu, apakah ada seseorang yang diam-diam sedang menyelidiki Selena?


...****************...


Pagi ini Dilan telah berada di kantornya Detektif Al, dia sangat terkejut ketika memeriksa ponsel Selena, yang pertama kali dia periksa adalah nama Partner.


Tangan Dilan gemetaran ketika melihat nomor ponsel Partner itu, Selena memang telah menghapus semua isi pesan dia dan Partner, karena Selena tidak ingin gegabah. Tapi Dilan masih ingat dengan pesan yang dikirim Partner itu kepada Selena, yang bilang 'Mulai hari ini kita jangan bertemu dulu, kita harus jaga jarak, jangan sampai ada yang curiga dengan hubungan kita. Aku tidak ingin usaha kita sia-sia, apalagi aku membayar Hendrik cukup mahal untuk membunuh Dilan.'


Dan ternyata nomor Partner itu adalah Justin, orang yang selama ini Dilan anggap sebagai kakaknya sendiri, seseorang yang selalu ada untuk Dilan dalam suka maupun duka, seseorang yang paling dekat dengan Dilan dan melindunginya ketika dia masih kecil.


Tapi bagaimana mungkin Justin tega melakukan semua ini kepadanya? Justin menyuruh Hendrik untuk membunuhnya?


Mata Dilan berkaca-kaca, dikhianati oleh yang paling dekat rasanya sungguh menyesakkan. Apalagi Justin adalah tersangka utama atas percobaan pembunuhan terhadap dirinya.


Detektif Al memberikan satu buah foto ketika Selena memeluk Justin di depan rumah Justin. "Sudah dipastikan dialah selingkuhan istri anda, bahkan sampai sekarang istri anda belum pulang juga dari rumahnya Justin. Selena menginap di rumah Justin semalam."

__ADS_1


Nafas Dilan terasa sangat berat, dia masih bisa tegar ketika tahu dirinya dikhianati oleh Selena, tapi kali ini hatinya sangat terluka luar biasa, seakan dirinya telah dikhianati oleh saudaranya sendiri.


Detektif Al memperlihatkan sebuah foto ketika Selena bersama salah satu preman yang hampir saja akan menculik Nathalie semalam, "Dan ternyata istri anda yang menyuruh preman untuk membunuh Nathalie."


Dilan masih tak bisa berkata apapun, dia terdiam memperhatikan foto yang diperlihatkan oleh Detektif Al kepadanya. Wajahnya merah padam menahan amarah yang begitu besar.


"Oh iya, satu hal lagi, saya sudah menyelidiki tentang Hendrik. Ternyata dia adalah mantan security di Mansion Niroga, apakah itu benar?"


Dilan menganggukkan kepala. "Iya, itu benar."


"Apakah anda tidak merasa janggal? Hendrik pertama kali bekerja sebagai security disana satu bulan sebelum orang tua anda meninggal, lalu keluar dari pekerjaannya itu dua bulan setelah orang tua anda meninggal. Dia hanya tiga bulan bekerja disana, seakan hanya ingin memastikan sesuatu."


"Itu yang saya pikirkan sekarang, dulu saya masih terlalu muda, jadi saya belum berpikir ke hal sana. Bahkan saya tidak pernah mau sekalipun bertemu dengan Pak Arga, ketika saya mendengar dari Justin bahwa Pak Arga menyerahkan diri ke kantor polisi. Saya hanya bisa membencinya dan berharap dia mendapatkan hukuman mati."


Dilan berkata kembali. "Saya baru tahu sekarang, ternyata orang yang mau membunuh saya adalah Hendrik, mantan security di Mansion. Membuat saya teringat lagi kejadian 10 tahun yang lalu, orang yang membunuh orang tua saya memiliki kesamaan dengan Hendrik, sama sekali tidak ada kemiripan dengan Pak Arga."


Sekarang Dilan paham mengapa ketika dia koma, dia ditakdirkan menjadi hantu, agar Dilan bisa membuka tabir misteri yang terjadi 10 tahun yang lalu, kejadian itu masih berkaitan dengan apa yang terjadi kepada Dilan di tahun ini ketika hampir saja dia meninggal dibunuh oleh Hendrik, pembunuhan bayaran yang disewa oleh Justin.

__ADS_1


Jika seandainya kecurigaannya benar, ternyata Hendrik lah yang telah membunuh orang tuanya Dilan, dan ternyata Pak Arga adalah korban yang telah dikambinghitamkan. Apakah Nathalie akan membencinya? 10 tahun, bukanlah waktu yang sebentar, selama 10 tahun itu Pak Arga hidup menderita. Apalagi tinggal satu minggu lagi dia akan dihukum mati.


__ADS_2