
Satu tahun kemudian...
Selena sudah satu tahun mendekam di penjara, bahkan ketika dia hamil muda, dia keguguran karena sering mendapatkan perlakuan kasar dari teman-teman satu selnya. Hidupnya sangat menderita. Mungkin itu adalah hukuman yang harus dia dapatkan atas kejahatan yang telah dia lakukan.
Sementara itu, di sebuah rumah sederhana terlihat seorang ayah yang sedang berbahagia menjalani kehidupannya bersama putrinya tercinta, seorang putri yang sudah lama berpisah dengannya, selama 10 tahun. Kala itu Pak Arga telah berhasil melewati masa kritisnya, dia berjuang untuk bisa bertahan hidup agar bisa bertemu lagi dengan putri kandungnya.
Bagi Pak Arga, semua ini adalah sebuah keajaiban, akhirnya dia bisa dibebaskan dari penjara, dan juga namanya telah dibersihkan, bahwa dia bukanlah seorang pembunuh. Di masa tuanya kini, dia hanya mengharapkan Nathalie bisa memiliki pasangan hidup, dia sangat berharap ada seorang pria yang bisa menjaga dan melindungi Nathalie.
Hari ini Pak Arga telah memasak masakan kesukaan Nathalie, dia tahu putrinya pasti sangat kelelahan karena baru saja pulang dari kampus, Nathalie memutuskan untuk kuliah, tidak ada kata terlambat untuk menimba ilmu, apalagi gadis 21 tahun itu memanglah sangat cerdas.
"Hari ini ayah memasak kesukaan kamu, kari ayam dan tuna rica-rica." ucap Pak Arga sambil menyimpan makanan tersebut diatas meja makan.
"Wah, terimakasih ayah. Seharusnya aku yang memasak, ayah pasti sangat capek sekali mengurus bengkel."
Pak Arga sudah 8 bulan membuka sebuah bengkel motor, dan usahanya berjalan cukup lancar.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, ayah sangat senang melakukannya."
Nathalie tersenyum, dia mencoba untuk mencicipi masakan Pak Arga, dia membulatkan mata ketika merasakan bagaimana enaknya masakan sang ayah tercinta.
"Emm... masakan ayah memang tidak diragukan lagi." Nathalie mengacungkan jempol pada Pak Arga, Nathalie segera menyiapkan satu piring untuknya dan satu piring untuk sang ayah, lalu Nathalie memasukan nasi beserta lauk untuk kedua piring tersebut.
Pak Arga tersenyum tipis memandangi putrinya yang telah tumbuh dewasa, dulu terakhir kali bertemu dengan Nathalie ketika Nathalie masih berusia 10 tahun, sehingga dia tidak tahu bagaimana pertumbuhan Nathalie ketika dia tumbuh menjadi seorang remaja, tidak tahu bagaimana hari-hari yang harus Nathalie lewati tanpa seorang ayah, pasti sangat berat.
Drrrrtt...
Drrrrtt...
Drrrrtt...
"Kenapa teleponnya tak diangkat?" tanya Pak Arga.
__ADS_1
Nathalie tak langsung menjawab, dia sedang menikmati masakan ayahnya yang begitu lezat. "Untuk apa? Aku sudah beberapa kali menolaknya, tapi dia tak pernah menyerah juga."
"Itu artinya dia sangat mencintaimu. Jujur saja ayah sangat berharap kamu memiliki pendamping hidup. Apa kamu belum bisa melupakannya?"
Mata Nathalie berkaca-kaca ketika tahu siapa yang dibahas oleh ayahnya, membuat dia tak berselera makan lagi, berpura-pura bahagia itu memang sangat menyakitkan.
Pak Arga sebenarnya sudah tahu bagaimana dalamnya cinta Nathalie untuk Dilan, selama ini Nathalie sebenarnya sangat sedih, tapi Nathalie tak pernah ingin menunjukkan kesedihannya di depan sang ayah, dia pura-pura terlihat ceria.
"Maafkan ayah, seharusnya ayah tak membahasnya lagi." Pak Arga menjadi merasa bersalah karena telah membahas seorang pria yang telah sangat berjasa untuknya, Dilan adalah seorang pahlawan untuknya karena telah berhasil mengeluarkan dipenjara, sayangnya dia tak sempat mengucapkan kata terimakasih secara langsung kepada Dilan.
Perhatian mereka kini teralihkan pada sebuah acara televisi.
'Pemirsa, tahun ini Niroga Group telah membuka tempat wisata yang begitu menakjubkan, bahkan telah populer di dunia, sehingga banyak sekali wisatawan asing yang berliburan ke Universal Studios Niroga.'
Terlihat Pengacara Kenzi yang sedang diwawancarai disana, sebagai CEO dari Niroga.
__ADS_1