Hantu Tampan Sang Pewaris

Hantu Tampan Sang Pewaris
Dua Puluh Lima


__ADS_3

Malam ini Nathalie dan Dilan sedang menonton acara berita di televisi, mereka melihat Selena yang sedang menangis sambil memeluk batu nisan sebuah kuburan yang bernama Dilan di layar kaca tersebut.


'Sebenarnya saya sangat merasa tidak pantas menerima jabatan itu, saya sama sekali tidak pernah mengharapkan apapun dari suami saya, bagi saya suami saya sangat mencintai saya, itu adalah hal yang sangat luar bisa. Tapi demi suami saya, saya harus menerima jabatan itu. Dan saya mencintai suami saya bukan karena harta, meski dia terlahir sebagai pria miskin pun saya akan tetap mencintainya.'


Terdengar begitu jelas perkataan Selena begitu ada salah satu wartawan mewawancarai seorang wanita yang masih sah menjadi istri dari pengusaha terkenal seperti Dilan Niroga.


Hal itu membuat Dilan ingin muntah rasanya. "Mengapa aku begitu bodoh, sampai bisa mempercayai setiap kata yang telah dia ucapkan kepadaku?"


Nathalie malah meledek Dilan. "Begitulah, penyesalan selalu datang diakhir, kalau diawal namanya pendaftaran."


Padahal Dilan begitu sukses dalam masalah dunia perbisnisan. Tapi kalau dalam masalah cinta, dia begitu bodoh.

__ADS_1


Dilan hanya bisa mendengus kesal mendengar perkataan Nathalie.


Nathalie menjadi penasaran dengan perkataan Dilan yang merasa mungkin saja mayat yang ditemukan di jurang itu bukanlah dirinya. "Mengapa kamu berpikir bahwa mayat yang ditemukan di jurang itu bukanlah dirimu?"


Dilan mengingat kembali tentang peristiwa mengerikan itu, "Aku masih mengingatnya dengan sangat jelas, malam itu aku didorong ke sungai, saat itu kondisi air sungai sangat deras sekali, aku gak yakin dia bisa langsung menemukan tubuhku begitu saja. Apalagi mengapa mayat yang ada di jurang itu harus dibuat sangat hancur sampai mayatnya tak dapat dikenali lagi."


"Jadi maksudnya kamu berharap kalau kamu itu masih hidup?"


"Tapi bagaimana jika seandainya kamu memang sudah mati?"


"Aku akan membuat rencana B." Dilan akan memberikan seluruh hartanya dan juga jabatan CEO seutuhnya untuk Nathalie.

__ADS_1


"Rencana B?"


"Ya, dan hal itu masih rahasia."


Nathalie mendengus kesal, karena ternyata hantu juga bisa rahasia-rahasiaan juga. Sebenarnya Nathalie pun sama, dia berharap Dilan bisa hidup kembali. Walaupun dulu dia membencinya, kini dia merasa kasihan pada Dilan. "Apa yang akan kamu lakukan jika seandainya bisa hidup kembali?"


Dilan berpikir sejenak, sejujurnya banyak sekali yang ingin dia lakukan setelah dia bisa hidup kembali. Dilan ingin merubah sikapnya yang selalu bersikap semena-mena terhadap para karyawan di Niroga, Dilan akan menceraikan Selena, tentu saja menjebloskan Selena dan selingkuhannya ke dalam penjara, dan Dilan ingin mendapatkan cinta sejatinya, seorang wanita yang benar-benar tulus mencintainya.


Namun dari semua keinginan yang ingin Dilan lakukan setelah dia hidup kembali, hal yang paling utama menurutnya adalah Nathalie, dia ingin meminta maaf kepada Nathalie secara langsung, sebagai seorang Dilan yang sesungguhnya, bukan sebagai hantu.


Dilan memandangi Nathalie yang sedang duduk di sampingnya. "Hal yang pertama ingin aku lakukan adalah aku ingin meminta maaf padamu karena aku telah memecatmu dengan semena-mena. Dan juga aku ingin berterima kasih padamu karena kamu sudah mau membantu aku."

__ADS_1


Nathalie tersenyum samar. "Tapi bagaimana jika seandainya harapan kamu itu terwujud, ternyata sebenarnya kamu saat ini sedang koma, lalu saat kamu tersadar dari koma, bagaimana kalau kamu tidak ingat sama sekali tentang apa yang telah kita lalui selama kamu menjadi hantu?"


__ADS_2