Hantu Tampan Sang Pewaris

Hantu Tampan Sang Pewaris
Tiga Puluh Delapan


__ADS_3

Malam itu, Dilan memang sedang berada di area yang sama dengan mobil yang Nathalie lewati, Dilan hanya ingin memberikan ruang untuk Nathalie dan Nino yang tengah berbicara tentang masa lalu mereka, sehingga dia tak ingin menjadi nyamuk diantara mereka.


Hati Dilan seakan terbakar api cemburu ketika melihat bagaimana Nathalie dan Nino berbicara begitu serius tentang kisah masa lalu mereka yang belum kelar.


Dilan tak sengaja melihat ke arah jalan raya, di sana ada dua bodyguard yang menjaga Nathalie sedang berkelahi dengan seorang pria yang wajahnya ditutupi oleh masker berwarna hitam. Dia sangat tidak menduga ternyata penjahat itu bergerak cepat untuk segera mencelakai Nathalie, membuatnya sangat marah. Apalagi ketika melihat pria bermasker hitam itu berjalan ke arah mobilnya Nathalie sambil memegang pipa besi untuk menghancurkan mobil bagian belakang karena tahu Nathalie sedang berada di sana.


"Shiitt!" Dilan segera berlari, dia berteleportasi, sehingga kini dia tepat berada di depan Hendrik, dia reflek menahan tangan Hendrik yang hendak menghancurkan kaca mobil tersebut untuk melukai Nathalie.


Nathalie hampir saja menjerit ketika melihat Hendrik hendak menghancurkan kaca mobil, namun dia terperangah ketika melihat tiba-tiba saja Dilan berada di luar mobilnya, menahan tangan Hendrik.


Dilan sama sekali tidak menyangka bahwa tangannya berhasil menahan tangan Hendrik, dia menatap pria bermasker hitam itu dengan penuh amarah.


Dari tatapan matanya dan postur tubuhnya, Dilan sangat yakin bahwa pria itu adalah orang yang telah membunuhnya, gara-gara pria itu Dilan kini menjadi arwah penasaran.

__ADS_1


Hendrik sangat terkejut ketika merasakan ada seseorang menahan tangannya, dia lebih terkejut lagi ketika melihat siapa yang ada dihadapannya itu, sampai pipa besi yang dia pegang terjatuh begitu saja ke aspal.


Prang...


Hendrik terbelalak, matanya membulat, ketika dia bisa melihat dengan jelas wajahnya Dilan, apakah Dilan telah menjadi hantu sehingga dia tiba-tiba berada di depannya.


Dari tatapan dan tingkah laku pria bermasker itu Dilan menyadari kalau Dilan terlihat oleh Hendrik. Dilan menyeringai, "Mengapa harus terkejut begitu? Apa untuk pertama kalinya kamu melihat hantu setampan diriku?" Dilan berkata dengan narsisnya.


Nathalie segera keluar dari mobil, dia sangat mencemaskan Dilan, takut Dilan terluka. "Dilan!"


Tapi ternyata pipa besi tersebut tak mampu melukai Dilan, hanya menembus tubuh Dilan, melewatinya begitu saja.


Dilan melayangkan tinju ke arah wajahnya Hendrik dengan sangat keras.

__ADS_1


Bugh...


Bukan hanya ke wajah, Dilan juga memukul perut Hendrik, lalu menendang kakinya.


Bugh...


Bugh...


Sehingga tubuh Hendrik terjungkal ke aspal. Hendrik tak akan menyerah, dia mencoba untuk menyerang Dilan kembali dengan tangan kosong, dia kaget ternyata bogemnya malah meninju angin, Dilan menghilang begitu saja.


Hendrik merasakan ada seseorang dibelakangnya, dia segera membalikan badan, tapi dia kalah cepat, begitu dia menoleh ke belakang, Dilan meninju wajahnya kembali, sehingga masker Hendrik yang dari tadi menutupi wajahnya terlepas.


Betapa terkejutnya Dilan ketika melihat dengan jelas siapa orang yang telah membunuhnya dan mencoba untuk mencelakai Nathalie, sampai bogem yang akan dia layangkan lagi ke wajahnya Hendrik menjadi tertahan ketika melihat sosok Hendrik, seorang pria yang tentu saja sangat dikenali oleh Dilan.

__ADS_1


__ADS_2